
Keluarga Hakim kembali berkabung, istri Andi Lukman Hakim baru saja di kebumikan, setelah Satu Minggu lamanya koma di rumah sakit, sedangkan Rian si badboy meninggal di tempat. Andi sangat terpukul dan menyalahkan dirinya sendiri, karena membiarkan istrinya pergi sendiri hari itu, membuatnya tidak konsen saat di kantor dan sering melamun.
Sedangkan si kembar, sedang tinggal bersama di rumah bapak Amir dan ibu Sala, ibu Sala sekarang sudah sembuh dari lumpuhnya dan sudah mampu menggendong cucu-cucunya. Babang Amin sering terlihat diam mematung, mengenang saat-saat terakhir, ketika dia melepaskan genggaman tangan mamahnya. Sedangkan Mina sering berceloteh seperti biasanya, berbicara kepada teman yang hanya dia sendiri yang bisa melihatnya, dan kadang berbicara kepada mamahnya. Gadis kecil itu masih menganggap mamahnya ada, dan tidak mau mempercayai kenyataannya, karena menurutnya mamahnya itu terus berada di sampingnya.
"Beneran Mina bisa liat mamah?" Tanya babang Amin suatu hari.
"Kakak kenapa sih, mamah gak pernah pergi dari Kita. Kemana pun Kita pergi, mamah juga ikut" Jawab Mina tersenyum.
__ADS_1
"Dimana dia sekarang?" Tanya babang Amin lagi, kemudian Mina menatap sesuatu di samping kakaknya itu, membuatnya yakin, mamahnya memang ada di sampingnya dan seakan merasakan tangan mamahnya yang menyentuh kepalanya, membuat anak itu menangis dalam diam.
"Mamah bilang, Kakak jangan menyalahkan diri sendiri. Mamah sudah tenang di sana, yang penting Amin harus menjaga Mina dan menguatkan papah, HUUAAAAAA!!" Mina juga menangis dengan keras, setelah mengatakan itu semua, seakan baru menyadari kenyataannya, bahwa mamahnya memang sudah tidak ada, sehingga membuat babang Amin juga ikutan menangis dengan keras, setelah mendengarnya. Si kembar kecil menangis bersama-sama, membuat kakek dan neneknya cepat-cepat menghampiri mereka dengan bingung.
...☆☆☆☆☆...
Terlihat Dua orang pemuda berparas tampan dan berpakaian sama keluar dari bandara, memakai jaket basball berwarna biru putih dan celana jins hitam dengan sepatu kets putih, juga memakai kacamata hitam, wajah mereka pun sama, karena mereka kembar. Membawa masing-masing ransel dan di sambut oleh Dua orang pengawal yang berpakaian formal, yang dari tadi mengiringi mereka, memasuki mobil sport, yang terparkir di parkiran yang sudah di sediakan, sedangkan pengawalnya mengiringi di belakang dengan sedan hitam.
__ADS_1
"Papah terlalu parnoan, gak perlu banyak juga kali menyuruh pengawal" Kata salah satu pemuda itu dibalik kemudi, melirik kaca spion yang terlihat ada Dua buah mobil hitam, membuntuti mereka dan juga di depan mereka.
"Wajar lah, banyak aura negatif di sekitar papah" Balas satunya lagi, suaranya terdengar berbeda, lebih halus dan lembut.
Mereka memasuki sebuah rumah mewah berlantai dua, interiornya bergaya Eropa. Menghentikan mobilnya tepat di depan pint, sebelum seorang pengawal mengambil alih kemudi dan memarkirkannya ke garasi, kemudian semua pelayan berbaris rapi menyongsong kedua pemuda itu. Menyambut mereka dan membungkuk hormat.
"SELAMAT DATANG TUAN-TUAAAAN!!" Seru mereka serempak, ke dua pemuda itu terus berjalan memasuki rumah itu. Rumah Firman Hakim, almarhumah kakek mereka. Ya,,,mereka adalah anak kembar dari Andi Lukman Hakim, Mina berubah menjadi gadis yang tomboy dan mengikuti fashion kakaknya. Tidak jarang dia sering menyamar sebagai kakaknya, untuk mengusir cewek-cewek yang suka mengganggu babang Aminnya itu, hanya merubah suaranya sedikit menjadi lebih nge-bass, maka Andi pun tidak akan mengenali anaknya satu sama lain. Sedangkan apartemen mereka di tinggali oleh Aris beserta istrinya, Rina. Dan gedung apartemen itu di serahkan kepada Aris pengelolaannya.
__ADS_1