ANDI LUKMAN HAKIM

ANDI LUKMAN HAKIM
RAMA TIDAK KENAL


__ADS_3


3 tahun berlalu, Andi tumbuh menjadi pria yang macho, tampan dan keren seperti pamannya. Dia di percaya ayah nya, mengelola perusahaan otomotif di Bamban dan dia sering ikut perjalanan bisnis bersama ayahnya, dia belajar cara berbisnis seperti ayahnya dan dia tumbuh menjadi pebisnis yang tidak mempunyai belas kasihan. Di umurnya yang sangat muda, keberhasilannya mengungguli kakak iparnya. Andi yang memang cerdas seperti ayahnya, membuat Ozan menyesal, kenapa adik iparnya itu tidak mati 3 tahun yang silam.


Dia mendirikan apartemen di dekat sekolahnya yang dulu, SMP Dwi Warna. Apartemen berlantai 7, dengan 10 kamar disetiap lantainya, dengan cepat apartemen itu terisi penuh. Sebagian besar penghuninya, adalah siswa dan siswi sekolah internasional itu, karena murid sekolah itu kabanyakan dari luar kota, bahkan luar pulau.


Aris kaget ketika mendapati adiknya itu, sedang berada di dalam kamar asramanya, yang sedang duduk santai di sofa, menonton televisi sambil memainkan barbel yang ada disitu. Dia terpana melihat penampilan adiknya, yang lebih berisi dari sebelumnya dan lebih berotot.


"Ck ck ck cakep cakep" Gumamnya sembari melangkah mendekati Andi.

__ADS_1


"Naksir nih" Celetuk Andi asal.


Aris langsung menarik Andi berdiri dan memeluknya, menepuk nepuk pundaknya 'kangen' ucapnya pura-pura mewek.


...♡♡♡♡♡...


Rama yang baru keluar dari penjara, pergi ke Ibukota. Setelah dia di hukum selama 3 tahun dan tidak di akui anak lagi oleh ayahnya, karena perbuatan anaknya, beliau di pecat dan sekarang beliau bekerja berjualan nasi kuning di warung sederhana, karena beliau tidak di terima di perusahaan manapun.


"Ambil kembaliannya" Ucap Andi singkat, dia mengenali Rama dan merasa aneh melihat penampilannya. Andi tidak tahu menahu mengenai Rama yang dipenjara dan dalang dari kecelakaannya. Dia tidak berniat menyapa lebih jauh dan Aris hanya menatapnya sesaat, sebelum mengikuti adiknya. Rama seperti mengenali suara itu, tapi tidak dengan wajahnya, apalagi Andi saat itu memakai kacamata hitam.

__ADS_1


Tiba-tiba uang di tangan Rama dirampas orang, dan kerah bajunya dicekal, lalu di seret kebelakang tembok restoran. Andi sebenarnya melihat kejadian itu dari pantulan kaca pintu restoran, tapi dia membiarkannya, teringat masa lalu yang sering di perlakukan Rama seperti itu. Rama di habisi oleh penjaga parkir restoran itu, yang di tinggalnya sebentar ke toilet dan Rama seenaknya mengambil jatah parkir miliknya. Seharian belum makan membuatnya lemah, dia berjalan gontai menjauhi restoran dan duduk di dekat situ. Tak lama kemudian Andi keluar dan menyerahkan bungkusan makanan kepada Rama dan sebuah kartu perusahaannya.


"Di butuhkan seorang satpam" Ujarnya singkat.


Rama mengambilnya dengan ragu, dan berpikir bahwa suara itu memang tidak asing.


"Siapa Anda,,?" Tanya nya penasaran, bukannya menjawab Andi langsung pergi.


Aris yang sudah berada di dalam mobil, tersenyum miring kearah Andi, adik nya terlalu baik, padahal sudah sering di bonyokin Rama.

__ADS_1


"Dasar Lo, Ndi, " Akhirnya cuma kata itu, yang bisa dia ucapkan.


__ADS_2