
Andi sudah menyelesaikan S2 nya dan sudah bergelar Master, dan di angkat sebagai Manajer di perusahaan besar milik ayahnya. Dia menjalankan perusahaan dan terjun ke dunia bisnis dengan percaya diri, tidak seperti dulu yang ingin bersembunyi di balik layar. Ayahnya menyerahkan semua tanggung jawab kepada Andi dan percaya kepada anaknya itu, kecuali ada masalah yang sangat rumit dan tidak mampu untuk di selesaikan anak itu, barulah beliau turun tangan. Dan sekarang beliau lebih sering berada di samping cucu-cucunya, yang sedang lincah-lincahnya. Sedangkan Daiha Motor, di percayakan kepada pak Bagas, ayahnya Rama.
Andi dan Amel pindah ke apartemen miliknya di lantai paling atas, yang mempunyai atap sendiri dan muat untuk Helikopternya parkir, yang di pakainya pulang pergi ke kentornya di Negri Hitam. Aris juga sering mampir untuk melihat keponakannya, ketika dia mempunyai jam pelajaran kosong di SMP Dwi Warna, tidak semua orang pernah bertemu dengan Andi, karena dia sering bepergian melalui atap rumahnya.
__ADS_1
Si kembar juga sering main di atap rumah mereka, karena lapangan yang luas dan aman untuk mereka yang suka berpetualang. Mereka jarang jalan-jalan keluar rumah, maka dari itu ketika orang tuanya mengajak jalan keluar, memakai mobil sedan mereka, kedua anak itu sangat gembira, semua yang mereka lihat selalu di tanyakan.
"Mah apa itumah, Pah apa itu Pah, kenapa lampu mobilnya nyala Pah, kok balonnya terbang, Mina minta satu dong" Celoteh anak perempuannya, belum sempat di jawab, sudah ada yang di tanyakan lagi. Kadang dia sengaja bertanya, padahal sudah tau jawabannya, ketika di tatap mamahnya dia hanya tersenyum jahil. Berbeda dengan abangnya, Amin lebih suka diam, mencerna pembicaraan mereka dan lebih suka memainkan permainannya sendiri, puzzle dan rubik. Perbedaan usia mereka hanya 2 menit, dan putra merekalah yang lebih dulu di angkat waktu caesar dulu. Kadang masalah ini suka di besar-besarkan oleh Mina, gemes melihat abangnya yang suka diam dan tidak mempedulikannya.
__ADS_1
Ketika mereka berjalan-jalan di mall, yang berada di Negri Hitam, Mina tidak melihat ada Badut Dora, yang melambai kesana kemari dan dia terus berjalan dengan lincahnya, mendahului kedua orang tuanya dan abangnya. Ketika sudah berdiri di samping badut itu, dia baru sadar dan sangat terkejut melihatnya, kemudian berteriak histeris dan berlari ke arah Andi. Amin yang kaget melihat tingkah adiknya yang baru pertama kali terjadi, tertawa terpingkal-pingkal, sambil memegang perutnya yang kram karena tertawa. Amel langsung melotot ke arah putranya itu, yang langsung terdiam menyesal. Badut yang merasa mendapat perhatian, malah berjalan kearah mereka sambil memasang fose, yang menurutnya lucu, bukannya membuat Mina tertaw, malah membuatnya lebih histeris dan menangis ketakutan. Anak itu berontak dalam pelukan papahnya, kemudian berlari menjauh, spontan Andi mengejar putrinya itu.
Orang-orang yang melihat kejadian itu, berusaha membantu menangkap Mina yang berlari ketakutan, kemudian seorang wanita berhasil menangkapnya. Anak itu kaget dan melotot melihat wanita itu, kemudian pingsan tak sadarkan diri.
__ADS_1