ANDI LUKMAN HAKIM

ANDI LUKMAN HAKIM
MENYEBERANG KE ALAM GAIB


__ADS_3

Andi tidak percaya, dengan apa yang di ceritakan babang Amin, karena itu hanya sebuah mimpi, sebelum akhirnya Mina menjenguknya sendiri, bersama suaminya yang luar biasa tampan, terlihat berwibawa dan bijaksana, Andi sendiri pun tidak mampu berlama-lama menatapnya, karena silau dengan aura yang memancar dengan jelas di sekelilingnya. Sedangkan Mina terlihat berbeda, gadis itu jauh lebih cantik dengan rambutnya yang panjang, tergerai hingga pinggang, bagaimana mungkin rambut Mina yang pendek, bisa panjang hanya hitungan minggu? Pakaian sutra mereka, bermanik Emas dan batu permata, menambah cahaya yang memancar pada diri mereka berdua.


"Mina akan selalu rutin menjenguk kalian, Pah" Ujar Mina kepada Andi, yang menangis dalam diamnya. Bagaimana tidak, dia tidak pernah membayangkan akan perkawinan anaknya yang seperti ini. Dia merasa di rampas, karena dia tidak bisa berkata tidak, tidak bisa menolak, kalau dia memaksa, anak gadisnya memang bisa kembali kepadanya, tapi dalam keadaan sudah menjadi mayat.

__ADS_1


Kesedihan kembali menghinggapi Andi, putri kecilnya sedari dulu memang harum atau begitu memikat, bagi orang Halus atau gaib. waktu kecil, beberapa kali anak itu selalu hilang, di sembunyikan orang, kesana kemari di cari orangtuanya, tidak pernah ketemu, sekali dia muncul, ternyata sedari tadi dia berada di kolong meja, atau bahkan berada di dapur, di dekat ibunya memanggang kue. Karena niat hati anak itu, terus ingin kembali kepada saudara kembarnya, jadi dia akan muncul dengan sendirinya. Tapi sekarang berbeda, anak itu telah jatuh cinta kepada pangeran negri Banjar, dia resmi menyeberang ke alam roh halus. Kita manusia tidak bisa berbuat apa-apa, hanya dua pilihan yang tersedia, merelakannya atau bawa pulang tapi kemudian dia akan meninggal.


...☆☆☆☆☆...

__ADS_1


Amin tumbuh menjadi pria yang dingin, karena dia orang yang tidak mudah bergaul, selalu berteman dengan buku. Perawakan dan sikapnya, Amin lebih mirip dengan Furqan, tapi wajahnya lebih mirip Andi.


...☆☆☆☆☆...

__ADS_1


Babang Amin tanpa sengaja menyenggol seseorang, ketika sedang berjalan di pusat perbelanjaan, sehingga tas kresek yang di bawa orang itu terjatuh, dan isi di dalamnya berhamburan. Orang itu diam saja, ketika Amin meminta maaf, refleks Amin memunguti barang yang berserakan. Sepertinya orang ini akan membuat sayur sop, pikir babang Amin. Setelah dia menyerahkan bungkusannya, dan membungkuk meminta maaf, dia langsung berlalu. Orang itu adalah Rama, yang terpaku melihat Amin, yang begitu mirip dengan Andi waktu muda, orang yang selalu di bully dan di pukulinya. Tiba-tiba dia tersenyum, mengingat bagaimana dia bisa sebenci itu kepada orang, yang tidak berbuat salah sedikit pun, bahkan Andi seorang teman yang baik. Tapi, sampai sekarang pun dia tidak sanggup menyapa anak itu, harga dirinya masih terlalu tinggi.


__ADS_2