ANDI LUKMAN HAKIM

ANDI LUKMAN HAKIM
BERAKHIRNYA KESALAH PAHAMAN


__ADS_3

Keluarga hakim sedang berlibur ke pantai Angsana, Firman Hakim mempunyai villa besar di dekat laut. Andi beserta keluarga, juga ayah dan orang tua angkatnya. Tidak lupa kakek dan neneknya, dan juga kakeknya Rina.


Malam itu Andi dan ayahnya memanggang jagung, yang di tunggu dengan tidak sabar oleh si kembar, tidak berapa lama terdengar bunyi klakson dan lampu mobil menyorot mereka semua, yang sedang bersantai di halaman villa. Ternyata sepupu Andi, yang penampilannya mirip dengan Severus Snape bersama seorang wanita menuruni mobil itu, BMW klasik.


"Hallo Broo" Menyapa akrab Andi, yang di balasnya dengan anggukan.


Kemudian menyapa hormat kepada Firman dan kedua kakeknya juga neneknya. Memperkenalkan wanita yang bersamanya, sebagai istrinya dan penampilannya sangat mirip dengan ibunya, berpakaian serba mahal dan make up yang terlalu menor.


Keakraban mereka terlihat sangat menyenangkan, terlihat seperti keluarga yang ceria dan tidak ada beban. Sementara Mina memakan jagungnya dengan diam dan kadang mencuri pandang, kepada wanita yang baru saja di bawa pamannya. Babang Amin yang melihat gelagat Mina mendekatinya.

__ADS_1


"Apa yang kamu lihat sekarang?" Tanyanya.


"Entahlah,,tapi perasaan Mina tidak enak melihat tante itu, apalagi ketika dia di dekat Mina" Jawab anak itu, babang Amin memandang wanita itu, bertepatan ketika wanita itu juga menatap kepadanya lalu tersenyum, babang Amin juga merasakan sesuatu, yang tidak menyenangkan terhadap wanita itu, mamahnya pun terlihat tidak nyaman berhadapan dengan orang itu.


Si Severus Snape dan istrinya pulang ketika tengah malam, mereka menginap di hotel di kota Bamban dan paginya akan terbang ke Negri Hitam. Dan waktu dini hari, Aris beserta orang tuanya, datang dengan mobil Kodok yang baru di beli Aris dengan tabungannya. Kedatangan Aris membuat si kembar senang dan mengajak pamannya itu berenang ke pantai, yang di sambut Aris dengan antusias. Mereka pergi turun ke laut di iringi oleh Andi, Villa Firman memang terletak sedikit di atas bukit di dekat pantai.


Meja makan di atur di halaman depan yang menghadap ke laut, saat sarapan sudah selesai di tata di meja, saat itu juga anak-anak datang bersama ayah dan pamannya. Tertawa riang menuju pancuran untuk membersihkan diri, Aris sekilas melihat ke arah Rina. Merasa mengenali cewek itu, lantas memandangnya sekali lagi, bingung melihat Rina berada di Villa keluarga Andi dan tanpa sengaja menabrak adiknya itu, yang sedang mengatur anak-anaknya yang serampangan membersihkan pasir di badannya.


"Sabar kenapa sih,," Omelnya.

__ADS_1


"Siapa cewek itu Ndi?" Tanya Aris.


"kenapa? naksir?" Tembak Andi sambil menyabuni Mina dan Amin, Aris hanya menampar bahu adiknya itu.


"Itu cewek yang pernah Gue ceritain dulu"


"Yang nendang mmfff" Mulut Andi di bekap Aris, karena malu kalau kedengaran si kembar, tapi perbuatannya itu membuat si kembar kompak menggelantunginya. Terpaksa Andi harus memandikan ulang si kembar, karena memeluk Aris yang tubuhnya masih berpasir.


Setelah mereka selesai membersihkan diri dan berganti pakaian, mereka langsung bergabung di meja makan. Rina yang baru saja melihat Aris, tersedak. Membuat kakeknya menepuk-nepuk punggungnya, Aris baru saja mengetahui bahwa yang dikiranya tua keladi ternyata ayahnya Rina. Dia tersenyum malu, selama beberapa tahun sudah salah paham dengan cewek itu. Dan Rina juga tidak menyangka ternyata Aris adalah kakak angkat Andi, keponakannya.

__ADS_1


__ADS_2