
Sebenarnya Andi sudah mempunyai firasat yang tidak enak dengan sepupunya itu, ketika pertama kali mereka bertemu, saat dia memasuki dan diperkenalkan kepada keluarga Hakim, dan perasaannya itu dibenarkan oleh putrinya, ketika anak itu juga pertama kali melihatnya.
"Banyak mahkluk hitam di sekelilingnya dan mahkluk itu sangat menyeramkan" Kata Mina saat itu, ketika pertama kali melihatnya, waktu mereka membakar jagung suatu malam.
"Ada seorang wanita yang selalu menggelayut di belakangnya, wajah wanita itu menempel di belakang kepala paman dan lidah panjangnya masuk ke dalam telinga paman itu" Ujar Mina, ketika di pemakaman kakeknya, Firman.
Apakah itu sebabnya, sepupu Andi itu selalu mengorek ngorek kupingnya dengan jari, atau kepalanya dengan tiba-tiba bergidik. Dan pantas saja, cara berjalan sepupunya itu, mulai sedikit membungkuk seakan sedang membawa beban, membayangkannya saja membuat Andi ngeri.
__ADS_1
Saat Furqan membicarakan kecurigaannya tentang keluarga Hakim, bayangan sepupunya itu langsung berkelebat di kepalanya. Entah kenapa kecurigaan pamannya itu langsung di arahkan oleh pikirannya kepada Fikri, sepupunya itu.
Sejak saat itu, Andi menyusupkan beberapa orangnya kedalam bar tempat sepupunya itu bekerja,ke dalam geng Cakar Burung Hantu dan juga rentenirnya. Dan dia juga mengetahui, ternyata kelompok mereka memperjualbelikan wanita, organ tubuh dan juga narkoba, mereka juga tidak segan-segan membunuh. Yang anehnya, ketika Andi menyuruh orang untuk melaporkan semua itu, si pelapor tiba-tiba menghilang dan akhirnya ditemukan sebagai mayat, sedangkan di kantor polisi tidak ada catatan laporan.
Andi hanya punya solusi, sebanyak mungkin orang yang akan meminjam uang kepada kelompok mereka, agar berpindah ke tempat penggadaian yang dia dirikan secara khusus. Ide ini dari Agung, teman yang sempat dia selamatkan dari Algojo geng mereka. Padahal Agung sudah menjual ginjalnya, tapi masih belum menutup bunga uang sepersekian persen dan mereka mengancam akan menjual anak dan istrinya. Sejak saat itu Andi dan Agung mengumpulkan informasi dan Agung melaporkannya ke kantor polisi, lalu kemudian BAMM!! Agung hilang.
Seiring bertambahnya usia, Mina sudah bisa membedakan mana yang mahkluk gaib dan mana yang bukan. Perbedaanya adalah, kalau mahkluk gaib itu tidak memiliki garis lekukan di bawah hidungnya. Gadis itu juga mulai bisa merasakan dengan jelas aura negatif maupun positif, babang Amin pun juga bisa merasakan aura positif dan negatif walaupun masih samar-samar selain instingnya yang tajam.
__ADS_1
" Ya ampun Kak, ada Genderuwo di depan" Pekik Mina pelan, mereka sedang berada di Indonesia, kuliah pertama mereka hendak menuju kampus.
" Jangan terlalu sadis dengan pengawas Kita" Ujar babang Amin santai, mendahului Mina yang menutup matanya drastis, sambil memegang ujung lengan baju kakaknya. Mina berpakaian lebih feminim sekarang walaupun masih terlihat tomboy.
Ternyat, itu adalah seorang pengawas super gendut yang berjaga di gerbang depan, saking gendutnya gadis itu tidak bisa melihat lekukan di bibirnya dari jauh dan itu membuatnya bernafas lega. Pantas saja genderuwo itu memakai baju rapi, sedangkan yang pernah dia lihat, tu mahkluk tidak memakai baju. Di Indonesia banyak sekali makhluk gaib yang Mina temui, berbeda ketika dia berada di luar negri, hanya aura positif dan negatif yang dia rasakan. Aura negatif di dalam diri seseorang berarti orang itu jahat, tidak pantas di jadikan teman.
NOTE:
__ADS_1
Terus dukung Author yang chingu, dengan memberikan komentar dan juga votenya. Doakan karya ini semoga lulus, karna saya ikutkan lomba. Aamiin,,,, eh babang amin. Ngomong-ngomong itu nama anak saya yang bungsu lho