ANDI LUKMAN HAKIM

ANDI LUKMAN HAKIM
KESALAHAN YANG TAK DI RASA


__ADS_3

Mina terlihat masih menjauhi neneknya, mamanya Aris. Sedangkan babang Amin asyik main tebak-tebakan, dengan neneknya itu di teras samping. Andi menghampiri anak perempuannya itu, yang sedang bermain lego sendirian di ruang depan, dan menanyakan ketidaknyamanannya.


"Papah liat ada sesuatu yang mengganggumu, apa ada yang Kamu lihat?" Tanya nya,, anak itu melirik kearah neneknya, Andi mengikuti arah pandangan anaknya.


"Apakah ada mahkluk gaib di samping nenek?" Tanya Andi, Mina menggeleng.


"Roh?" Mina masih menggeleng.


"Hantu" Bisik Mina memandang takut kepada Andi.

__ADS_1


"Dari mana Kamu tau, kalau itu hantu?" Balas Andi berbisik.


"Soalnya serem, seorang wanita bergelayut di kaki nenek dan menancapkan giginya ke paha nenek" Kata Mina sambil berusaha fokus dengan mainan legonya.


"Sejak kapan Mina melihatnya"


"Mina lupa Pah, sudah dari dulu. Wanita itu sudah ada di sana, gak pernah pindah" Ujar anak itu, setelah sebelumnya berpikir lama.


Terlihat Aris dan Rina dengan akrab sedang memasuki Villa, seperti baru saja datang dari pantai, Andi memandangnya dengan tatapan bertanya, tapi di balas Aris dengan senyuman misterius.

__ADS_1


...☆☆☆☆☆...


Setelah dua hari berlibur bersama, akhirnya mereka pulang. Rina pulang lebih dulu ke Kandangan dengan motornya, sedangkan Andi dan yang lain mampir ke Habib yang berada di Bamban.


Mampir ke tempat Habib, untuk memeriksakan keadaan mama Sala, saat di ceritakan Andi tentang rahasia Mina dan apa yang telah di lihatnya selama ini, kepada kedua orangtuanya dan Aris, membuat mereka sulit mempercayainya.


"Saya memang tidak bisa melihat mahkluk itu, tapi saya bisa merasakan aura jahatnya" Ujar Habib itu, Setelah mereka sampai ke tempat tujuan mereka.


Mama Sala di haruskan tinggal sementara di tempat Habib, agar bisa di Ruqiah dan di haruskan memakan makanan tertentu yang telah di bacakan doa-doa. Menurut beliau, mama Sala telah di kirimi orang guna-guna. Karena menurut beliau, guna-guna itu di tujukan kepada mama Sala, agar suami mama alias bapak Amir meninggalkannya, guna-guna itu memang supaya mama Sala lumpuh dan tidak bisa melayani suami beliau dan tidak di sangka ternyata bapak Amir adalah pria yang setia.

__ADS_1


Mama Sala lumpuh ketika Andi masih Sekolah Dasar, waktu dia berusia Sepuluh tahun dan sekarang dia sudah berusia Dua Puluh Sembilan tahun. Lebih dari separoh hidup nya, mama angkatnya itu menyandang sakit yang di kirim orang, yang di duga memang menyukai bapak Amir, teman sekantor beliau yang bahkan saat ini orang itu sudah meninggal.


Bapak Amir yang baru mengetahui fakta itu sangat syok, padahal beliau sering membawa mama Sala berobat bahkan ke tukang urut ahli saraf dan ternyata penyakit yang di derita istrinya bukan penyakit biasa. Bahkan itu semua gara-gara dirinya, dia sangat mencintai istrinya, apalagi bila mengenang masa kebersamaan mereka. Dan mereka yang sangat menginginkan seorang anak lagi, seorang adik bagi Aris dan kemudian menemukan Andi yang tersesat. Mama Sala yang tidak bisa lagi melayaninya lahir batin, sempat ada rasa ingin meninggalkannya karena merasa pusing dengan keadaannya. Beliau menangis di pangkuan istrinya yang terus duduk di kursi roda dan meminta maaf, minta halal dan ridha, atas segala kesalahannya. Kedua orangtua itu saling menangis dan berbagi beban bersama.


__ADS_2