ANDI LUKMAN HAKIM

ANDI LUKMAN HAKIM
BERKABUNG


__ADS_3

Amel teringat masa lalunya bersama Rama, dan bersyukur karena sepertinya cowok itu telah berubah. Hal ini di ceritakannya kepada Andi, dan suaminya itu pura-pura terkejut.


"Benarkah??"


Padahal sebenarnya, Andi sudah mengetahuinya dari orang yang telah dia suruh mengawasi anak dan istrinya, atas saran Furqan, agar Andi menempatkan pengawal di sekitar keluarganya, karena pamannya itu telah menempatkan mata-mata ke dalam geng Cakar Burung Hantu. Dan mempunyai firasat bahwa keluarga mereka sedang tidak aman, dan merasa semua itu ada hubungannya dengan Ketua organisasi mereka. Biasanya firasat pamannya itu tidak main-main, dia pun telah mengetahui mengenai Rama yang menjadi kaki tangan Ketua geng itu, menurut informasi yang pamannya dapatkan, Ketua itu sulit di jangkau dan tidak ada yang mengetahui bagaimana wajahnya, kecuali oleh orang kepercayaannya. Andi tidak ingin membuat istrinya cemas, jadi dia dengan diam-diam menyuruh orang mengawasinya.

__ADS_1


...☆☆☆☆☆...


Tiba-tiba terdengar kabar bahwa Firman Hakim masuk rumah sakit, tengah malam buta Andi beserta keluarganya langsung terbang menemui ayahnya di rumah sakit di Negri Hitam. Si kembar yang masih mengantuk di gendongan orangtuanya, karena tidak mungkin mereka di tinggalkan berdua saja di rumah. Karena mereka tidak pernah memperkerjakan seorang pengasuh, membesarkan anak dengan tangan mereka sendiri.


Firman setengah sadar di tempat tidur, dia terkena serangan jantung mendadak saat sedang ke dapur mengambil air minum. Sintia sudah ada di situ, wajahnya bersimbah air mata. Lama kedua adik dan kakak itu tidak bertemu, terakhir kabar kakaknya itu membuka cabang usaha di Indonesia. Si kembar langsung memeluk tantenya, dan Mina berbisik pelan kepada Sintia, yang membuat cewek itu mengatupkan tangannya ke mulut. Terkejut mengetahui bahwa Mina bisa melihat neneknya di depan pintu, dan memandang ke arah yang di tunjuk Mina. Andi dan Amel tidak memperhatikan mereka, Andi sedang fokus kepada ayahnya yang sedang berbisik pelan kepadanya. Mempercayakan perusahaan kepada putranya itu, membuatnya menangis karena gelagat ayahnya yang tidak biasa. Ibu Laila menghampiri tempat tidur Firman, kemudian Firman bangun dan menggandeng tangan istrinya, berjalan menjauhi mereka yang masih hidup, menangisi jasad Firman. Firman dan Laila menghentikan langkahnya kemudian berbalik, menatap Mina lalu melambaikan tangannya dan berkata tanpa suara sambil tersenyum ' bay bay'.

__ADS_1


"Selamat jalan Kakek dan Nenek" Mina meniru perbuatan kakek dan neneknya, tidak ada yang memperhatikan anak itu, karena masing-masing sibuk menangisi jasad Firman, kecuali babang Amin, babang Amin sedari tadi memperhatikan adiknya itu. Tidak berapa lama Furqan dan kakeknya Rina datang, sedangkan orangtua Firman masih berada di perjalanan.


Naas ternyata mobil yang di kendarai orangtua Firman mengalami kecelakaan, mobil mereka di hantam truck oleng. Sopir truck yang sedang mabuk, membuat mobil mereka hancur di lindas truck yang meluncur dengan kecepatan tinggi.


Tidak menyangka akan ada tiga jasad yang akan di kuburkan, keluarga Hakim sedang berkabung. Membuat Andi syok, terasa beban di pundaknya kian berat.

__ADS_1


__ADS_2