
Mina sedang piknik ke pegunungan Meratus, daerah tempat tinggal temannya yang juga bernama Mina, Minatul Jannah. Teman yang juga memiliki indera ke Enam sepertinya, mampu berkomunikasi dengan mahkluk tak kasat mata, dan juga memiliki sahabat dari dunia lain. Mereka pergi mengunjungi air terjun yang mempunyai mitos, setiap tahun akan ada korban di air terjun itu, orang yang berkunjung di tempat wisata itu, akan tenggelam dan hilang, sebelum di temukan sebagai mayat. Padahal sebenarnya, menurut Minatul karena orang itu melanggar sesuatu yang membuat penjaga pegunungan itu marah, misalnya seperti berbicara yang tidak sopan, tidak menghormati lingkungannya, dan yang lebih penting, tidak menjaga adab dan tidak permisi dengan mahkluk gaib yang sudah pasti ada di pegunungan. Oleh sebab itu, yang menjadi korban selalu orang-orang dari luar daerah itu, karena meremehkan hal-hal sepele, dan tidak percaya akan mahkluk halus, menganggap itu semua omong kosong.
Dari Minatul, Mina juga mengetahui bahwa mahkluk halus itu juga mempunyai kehidupan sendiri, seperti manusia pada umumnya,ada yang jahat dan ada yang baik, bahkan ada yang alim. Kadang mereka menampakkan wujudnya kepada manusia, berbicara kepada mereka.
Pernah ada cerita, bahwa ada orang yang membeli mobil paling mahal di kota besar, dan mobil itu di kirimkan ke alamat yang tepat, kepada rumah yang sangat besar dan megah. Tapi setelah itu,saat si pengirim memandang kembali rumah megah itu, dalam sekejap pemandangan itu menghilang, mungkin mobil itu sudah beralih ke alam lain. Cerita lain lagi, ada seseorang yang membantu nenek tua, dan nenek itu memberikannya sepotong kunyit besar sebagai ucapan terima kasih, dan ternyata pada saat orang itu tiba di rumah, kunyit tersebut berubah jadi sekeping besar Emas. Banyak cerita menarik dan pengalaman Minatul, yang di dengar Mina. Mereka menjadi teman akrab, berbagi berbagai pengalaman. Dan sekarang, Mina tertarik dengan cerita mengenai santet. Kemampuan yang mampu mengutuk orang dari jauh, di daerah Minatul banyak orang yang seperti itu, dan dia penasaran dengannya.
__ADS_1
...☆☆☆☆☆...
Andi merasakan firasat yang tidak enak, entah kenapa dia mengkhawatirkan anaknya. Terakhir saat dia menelpon, babang Amin mengatakan bahwa mereka baik-baik saja, bahkan Mina sedang berlibur ke tempat temannya. Di situ lah letak kekhawatirannya, anak itu tidak bisa di hubungi, mungkin karena di pegunungan tidak ada sinyal, tapi ini sudah Tiga hari, membuatnya sangat cemas, ingin mencari sendiri putrinya.
Andi terbang ke Indonesia, ke pulau Kalimantan, tempat si kembar kuliah. Mengunjungi putranya yang juga mencemaskan adiknya, karena anak itu baru saja merasakan hal yang aneh, dia merasa sesuatu telah terjadi dengan adiknya. Kemudian, mereka di bantu oleh anak buah suaminya Sintia, mulai menyelidiki teman baru Mina. Yang ternyata, anak itu tidak memiliki jejak, babang Amin yang pernah melihat anak itu, tidak merasakan hal yang istimewa terhadap gadis itu.
__ADS_1
...☆☆☆☆☆...
"Tempat ini sangat indah Kak, Mina sangat senang sampai melupakan Mu" Ujar Mina kepada kakaknya, mereka sedang berada di sebuah gazebo, yang berada dekat dengan air terjun berpelangi, sangat indah, bahkan babangbAmin terpesona, adiknya itu juga sangat cantik karena berdandan bak putri raja, dengan pakaian dari Sutra yang sangat bagus.
"Mina akan di persunting Pangeran berkuda putih" Lanjutnya, membuat babang Amin membuka matanya dengan mendadak, terkejut karena ternyata itu adalah mimpi, dan seakan dia mendengar kalimat selanjutnya "Mina di ijinkan bertemu denganmu, walau hanya dalam mimpi" .
__ADS_1
Mimpi itu terasa sangat nyata, bahkan dia mengingat aroma air terjun yang sejuk, dan keadaannya saat itu setengah basah, karena terkena embun dari air terjun itu. Babang Amin menatap tubuhnya yang benar-benar basah, terkesima.