ANDI LUKMAN HAKIM

ANDI LUKMAN HAKIM
PANGERAN KAMPUS


__ADS_3

Seperti biasa, babang Amin sedang berada di perpustakaan, menghabiskan waktunya. Dan seperti biasa pula, di sekelilingnya akan banyak cewek yang pura-pura membaca di perpustakaan, hanya untuk memandang dirinya. Hanya ada satu cewek, yang mencuri perhatiannya, cewek yang tomboy, pintar, dan cuek. Cewek yang tanpa dia sadari, membuatnya melupakan kegelisahan di hatinya, membuatnya mempunyai semangat baru untuk melalui hari-harinya. Membuatnya mangikuti kemana pun gadis itu, menyelidiki kehidupan cewek itu, awal hati karena ingin mengisi kekosongan di hatinya, karena di tinggalkan oleh Mina, tapi ternyata, rutinitas itu menjadi sebuah kewajiban, tanpa dia sadari.


...☆☆☆☆☆...


Cewek itu bernama Aulia, cewek miskin sebatang kara, yang hidupnya hanya untuk membayar hutang almarhum ayahnya. Dia kuliah sambil bekerja, di kampus mengambil upah membuat proposal, makalah maupun skripsi. Di luar kampus, dia akan bekerja serabutan, apapun itu, asal menghasilkan uang. Belakangan ini, dia merasa terganggu dengan kehadiran pangeran kampus, Muhammad Amin. Bagaimana tidak, begitu cowok itu muncul, segerombolan kupu-kupu akan mengiringinya, dan bagai tawon yang mengincar mangsanya, akan mendengung dengan berisik, membuat gatal telinganya. Cowok itu memang tampan dan kaya, pikir Aulia, tapi dimana menariknya kalau cowok itu sedingin es?


...☆☆☆☆☆...


Amin sedang terpojok di gang sempit, dua orang preman sedang mencegatnya, ingin merampas apapun yang dimilikinya, setelah mereka mengejar Amin yang berlari kencang. Amin yang kehilangan jejak cewek itu, tersesat di pasar tradisional. Dia yang berpakaian mewah, yang diketahui bukan warga setempat, jadi incaran preman pasar.

__ADS_1


"Jam tangan mahal tuh, serahkan semua yang Lo miliki, atau nyawa taruhannya" Ancam salah satu preman itu, sambil memutar-mutar pisau di tangannya.


Meski babang Amin tidak bisa beladiri, tapi dia bisa bersikap tenang dan memandang santai ke arah mereka. Melepaskan jam tangannya dan mengeluarkan HP, juga dompetnya, lalu menyerahkan semuanya, itu semua dia lakukan sambil menatap kosong, kearah mereka. Semua itu tidak ada artinya, pikirnya, hanya cukup membelinya lagi saja.


Tapi, preman itu merasa masih belum cukup, babang Amin ingin di sandra dan meminta tebusan kepada orangtuanya.


"Anak mami" Ejek mereka, kemudian tertawa terbahak-bahak. Babang Amin tanpa ekspresi menurut saja apa mau mereka, dengan tangan di ikat ke arah belakang punggungnya, dengan seutas tali dan di giring ke gudang kosong. Di tengah jalan menuju gudang itu, mereka berpapasan dengan Rama. Kedua preman itu menyapa sopan dan hormat kepadanya, sebelum melanjutkan perjalanan mereka, Rama menghentikannya dan bertanya apa yang terjadi.


"Kenapa?" Tanya salah satunya.

__ADS_1


"Jangan banyak tanya, bukankah kalian sudah mendapatkan yang kalian mau" Jawab Rama. Akhirnya babang Amin di serahkankan, di dorong dengan kasar oleh preman itu, lalu mereka berlalu pergi.


"Terima kasih Pak" Ujar babang Amin, setelah ikatannya di lepaskan.


"Kenapa kamu ada disini" Tanya Rama.


"Saya tersesat" Jawab babang Amin, sambil mengelus bekas ikatan tali di tangannya.


"Lebih baik kamu pulang, biar Ku antar mencari taksi" Mereka berjalan melewati pasar, dan berhenti di sebuah warung kecil.

__ADS_1


"Tungu disini" Ujar Rama.


Babang Amin melihat Rama menghampiri seorang cewek, menyerahkan bungkusan kecil yang di bawanya dari tadi. Cewek itu adalah Aulia, cewek yang di carinya, cewek yang di ikutinya sehingga kehilangan jejak dan tersesat. Apakah yang menolongnya tadi adalah ayahnya, pria yang berpakaian seperti bos preman itu, adalah ayahnya?


__ADS_2