ANDI LUKMAN HAKIM

ANDI LUKMAN HAKIM
KABAR DUKA DAN BAHAGIA


__ADS_3

Akhirnya ibu Laila di bawa pulang ke tanah air, keluarga ibu banyak yang menyambut di bandara. Dengan berderai air mata pilu, menghantarkan ibu ke tempat tinggal terakhirnya. Firman sangat sedih di tinggalkan istri tercinta, dia seperti orang linglung, di tinggalkan sang kekasih untuk selama-lamanya. Sintia kasihan melihat ayahnya, tidak sanggup marah lama kepada ayahnya dan terus barada di samping beliau. Andi sangat mengerti perasaan ayahnya itu, karena dia juga memiliki seseorang yang sangat di cintainya, yang sekarang menemaninya di sampingnya. Dengan pakaian serba hitam dan kaca mata hitam, mereka meninggalkan kuburan muslimin tempat ibunda tercinta di makamkan. Andi menggandeng istrinya yang menangis tanpa suara, membimbing jalannya yang sedikit goyah. Namun tiba-tiba istrinya itu pingsan, Sintia dan Firman dengan cepat menyusul, lalu membawanya ke rumah sakit.


...☆☆☆☆☆...


"Selamat Pak,,istri Anda sedang hamil" Ujar dokter, yang memeriksa keadaan Amel.


"Alhamdulillaaaaah,,,,," Ujar mereka bertiga serempak.

__ADS_1


"Usia kandungannya baru 2 minggu, karena kehamilan yang pertama. Harus di jaga, jangan sampai lelah apalagi stres ya, Pak. Ini Saya resepkan vitamin buat ibunya" Lanjut dokter, sambil menuliskan resep obat di secarik kertas berlogo rumah sakit.


Di tengah kabar duka ini, hadir berita bahagia. Firman Hakim akan mempunyai cucu, sayang sekali istrinya tidak sempat merasakan kebahagiaan ini, dan dia menangis sambil tersenyum mengingat sang istri.


Pantas beberapa hari ini Amel merasakan mood yang kurang menyenangkan, dia mengira akan datang bulan. Sudah 2 bulan dia tidak datang bulan, karena sudah terbiasa telat, jadi dia tidak pernah curiga dengan kehamilannya. Bila mencium aroma bawang goreng atau aroma bumbu masakan, bawaannya selalu mual pengen muntah. Daging adalah makanan pavoritnya, tapi ketika mau memakannya malah membuatnya muntah. Dia juga suka mual dan lemah lesu di pagi hari, dan akan sudah bisa keluar rumah pas waktu siang hari. Tapi ketika usia kehamilannya 3 bulan lebih, keluhan-keluhan itu menghilang. Dia tidak pernah merasakan lelah atau stres, karena Andi memanjakannya, dan suaminya itu jadi lebih sering mengajak perut istrinya ngobrol, merangsang respon janin mereka.


Tidak bisa di pungkiri, mereka sangat bahagia, karena langsung di berikan dua orang anak sekaligus, sepasang pula. Membuat iri Sintia, yang mengancam Andi, bahwa dia akan menculik satu anaknya.

__ADS_1


"Hahaha,,,anak Andi anak kakak juga,,," Kata Andi, menjawab candaan kakaknya.


Setelah berpisah dengan Ozan, wanita itu belum mempunyai keinginan menikah lagi. Dia sibuk mengurus salon dan usaha kue miliknya, dan dia juga mempunyai saham di perusahaan tekhnologi milik ayahnya. Dia juga tinggal di apartemen mewah, dengan mobil sport berwarna merah, dengan kehidupan yang glamor dan serba mewah, pria mana yang mau maju menghadapinya.


Andi sebenarnya ingin menjodohkan kakaknya dengan Aris, tapi jelas membuat cowok itu minder. Kalau usia mereka yang 2 tahun lebih tua Sintia, tidak jadi masalah. Tapi status sosial lah, yang membuat cowok itu bakal minder terhadap Sintia.


Sudah lama Andi tidak menyapa kakaknya itu, ingin memberitahukan kabar gembira, bahwa dia akan memiliki sepasang kembar dan dia ingin sekalian menjenguk orang tua angkatnya dan apartemennya, yang sekarang di kelola oleh mertuanya.

__ADS_1


__ADS_2