ANDI LUKMAN HAKIM

ANDI LUKMAN HAKIM
SUKU DAYAK


__ADS_3

"Apa yang Kakak pikirkan! Kalau butuh uang Kakak tinggal bilang sama Andi" Bentak Andi kepada Aris, mereka sedang berada di apartemennya di Kandangan. Andi baru saja mengetahui, bahwa Aris termasuk di dalam daftar orang-orang yang akan meminjam uang di rentenir.


"Ssstt,, jangan ribut, ntar Rina bisa dengar" Mendadak menjitak kepala adiknya, padahal saat itu Andi belum melihat keberadaan kakak iparnya itu.


"Uang sebanyak itu buat apa Kak, penghasilan dari apartemen ini bagi Tiga, buat Kakak dan juga kakek si kembar. sebaiknya cari pelanggan yang mau beli, bukan hanya menyewa" Tutur Andi, karena kakaknya itu terus mentransfer uang sewa bagiannya, para penghuni apartemen.


"Kakak nggak makan Zenit lagi kan" Selidik Andi, Aris melotot dan langsung memaki adiknya, lalu memiting kepalanya seperti waktu muda dulu, Andi kelabakn mendapat serangan tak terduga. Aris terus berkelit jika di tanya alasannya membutuh uang.


"Kalau untuk tabungan persalinan tidak sebanyak itu, apakah Kak Rina ingin melahirkan normal, tapi tidak sakit?" Tanya Andi lagi, Aris tertawa mendengar banyolan adiknya.

__ADS_1


"Apakah Kakak belum tau?" Tanya Andi kaget, kemudian dia tertawa melihat tampang Aris yang bengong. Kebetulan saat itu pula Rina datang, sedikit basah karena di luar sedang hujan, ternyata dari tadi dia pergi membeli keperluan dapur, kedua cowok itu menatapnya penasaran.


"Apa?" Tanya Rina bingung, menghentikan aktivitasnya memilah-milah barang yang akan di masukkan ke dalam lemari dan kulkas.


"Benarkah kamu hamil?" Tanya Aris langsung kepada istrinya.


"Benarkah?" Reaksi Aris berlebihan "Kok gak bilang" Lanjutnya menghampiri istrinya, kemudian membantunya menyusun bumbu dapur, Rina takjub melihat perubahan suaminya yang tidak pernah membantu kalau tidak di minta.


"Belum periksa sih, baru telat haid Dua Minggu" Ujar Rina santai, "Tapi kok nanyanya gitu?" Tanya Rina lagi, padahal dia ingin membuat kejutan, karena dia sudah curiga mendapati perubahan pada tubuhnya. Aris hanya menunjuk Andi dengan dagunya, tangannya sambil mengelupas sedikit kulit bawang merah, Rina menatap Andi yang sumringah sambil mengangkat ke dua belah bahunya, karena sudah membocorkan rahasia kakak iparnya.

__ADS_1


Malam itu Aris dan Rina kontrol ke dokter kandungan, dan benar saja ternyata Rina sedang hamil Empat minggu, sementara Andi kembali ke Negri Hitam.


"Sebenarnya Mina sih yang kasih tau, waktu kalian menjenguknya di kampus. Katanya dia mendengar detak jantung di perut tante Rina" Terang Andi ketika kakaknya itu menelponnya, minta penjelasan adiknya, yang tau kehamilan itu sebelum mereka memeriksanya.


"Ooh, gadis itu bisa jadi cenayang" Ujar Aris ngaco, Andi ngomel kalau kakaknya itu jangan sembarangan.


" Dan dia mempunyai teman dari suku Dayak" Lanjut Aris, ketika mendengar adiknya itu berdecak kesal di ujung sambungan telepon.


Suku Dayak di kenal hebat dalam berkomunikasi dengan alam gaib, maupun melakukan hal yang gaib, dan Andi mendapat kabar dari Mina, yang memang mempunyai teman dari suku Dayak, yang mempunyai kemampuan seperti yang dimiliki putrinya. Gadis itu tidak pernah mempunyai rahasia kepada papahnya, dan Andi selalu mendengarkan anak itu, sesibuk apapun dirinya. Berbeda dengan putranya, yang lebih suka diam, tapi walau begitu Andi tetap memahami putranya itu, karena anak itu lebih mirip dirinya.

__ADS_1


__ADS_2