
Aris memiting kepala adiknya dan membawanya mengelilingi kamarnya, Andi berteriak dan tangannya menggapai-gapai. Dia baru saja mmemberitahu kakaknya, bahwa bulan depan dia akan menikah, dan kakaknya tidak terima karena dia sudah di langkahi.
"Siapa wanita beruntung itu" Tanyanya kemudian, setelah menyiksa Andi.
"Amel,,anaknya bapak Saleh" Jawab Andi.
"Amel tetangga kita?? Teman main Lo?" Tanya Aris lagi, yang di jawab Andi dengan anggukan.
Mereka sekarang berada di rumah kontarakan Aris, setelah lulus kuliah, dia kerja honoran sebagai guru olahraga di SMP terdekat. Rencananya, dia juga akan pindah agar dekat dengan orangtuanya, ke SMP Dwi Warna.
"Kenapa mendadak sih, seharusnya Kakak dong yang duluan" Mereka duduk di teras di temani soda dan donat.
"Siapa yang mengharuskan Kakak yang harus duluan nikah? ketinggalan jaman banget sih" Ledek Andi, membuat Aris mengerucutkan bibirnya.
__ADS_1
"Namanya udah jodoh, gak boleh di tunda laaah,,emangnya Kakak sudah ada calon?" Lanjutnya dan sang kakak hanya cengengesan.
"Ceweknya jutek banget, cantik alami gak kayak gadis sekarang, cantiknya buatan" Jawab Aris senyum-senyum.
"Jutek tapi suka?? Segitunyaaa" Ledek Andi, mencomot donat di meja .
"Dia menendang ************ Gue" Aris sumringah, Andi tersedak.
"Gara-gara di tendang ************, Kakak jatuh cinta? Kalau Andi yang nendang gimana?!" Tanya Andi penasaran.
"Jangan-jangan dia gak tau keberadaan kakak" Mendengar pernyataan Andi, membuat Aris tersenyum kosong.
"Itu masalahnya, kayaknya dia suka uang. Makanya Gue harus cari uang yang banyak, baru nembak dia" Ujar Aris mantap dan menangkis tangan Andi, yang akan mengambil donat terakhir dan mengambilnya, Andi terkekeh.
__ADS_1
"Pakai tuh mobil sport Andi, yakin jadi belo matanya"
"Haiyyyss,,,dia bukan cewek matre" Tolak Aris.
"Hellleh"
...♡♡♡♡♡...
Amel dan Andi jarang bertemu, selain karena kesibukan mereka dengan tugas kuliah, Andi juga sibuk menyiapkan pernikahannya, di bantu oleh saudarinya, Sintia. Dia pulang dan pergi ke Negri Hitam, memakai helikopter pribadi, sesuai saran saudarinya dulu, untuk boros terhadap uang, dengan membeli pesawat, yang sebenarnya saudarinya itu sedang bercanda.
Amel yang perasaannya turun naik, kadang drop, menangis sendiri, tidak konsentrasi, dan suka menyendiri. Sering di tegur dosen, karena tidak tanggap kalau di panggil, apalagi sekarang dia jarang bertemu dengan Andi. Lebih sering teringat pengalamannya yang menyakitkan. Pada akhirnya, keinginannya untuk mendengar pernyataan cinta oleh Andi terkabul, tapi dengan cara yang sangat dia sesali.
Pernikahan mereka berlangsung dengan mewah, setelah akad nikah, dilanjutkan dengan pesta perkawinan. Seluruh keluarga besar Hakim berkumpul dan keluarga pihak ibu juga tidak ketinggalan, orangtua angkat Andi mengobrol seru dengan orangtua kandung Andi, beserta besan mereka, juga kakek dan nenek, mereka terlihat akrab. Aris sibuk menyalami tamu, apalagi tamu cewek yang cantik-cantik, yang menurut dia kemarin, cantiknya karena cantik buatan. Penampilannya sangat keren, dengan setelan jas berwarna putih. Pakaian yang di berikan Andi, senada dengan pakaian orangtuanya.
__ADS_1
Teman-teman mereka juga berhadir di acara perkawinan mereka, Andi sudah menyiapkan beberapa tiket untuk teman-teman yang bersedia hadir. Pesta itu berlangsung sampai malam dan di tutup dengan dansa berpasangan.
Di sela kesibukannya, mendadak Aris melihat cewek yang di taksirnya, sedang berdansa dengan pria tua. Wajah mereka berdua menyiratkan kebahagiaan, dengan sesekali tertawa mendengar bisikkan pria tua itu, Aris tertegun. Benarkah cewek itu cewek matre?? sampai rela di peluk pria tua kaya raya??