ANDI LUKMAN HAKIM

ANDI LUKMAN HAKIM
BADBOY PSIKOPAT


__ADS_3

Rama terikat dengan posisi duduk ke tiang dinding, di sebuah gedung yang terbengkalai pembangunannya, setelah sebelumnya adu jotos dengan Rian. Rama yang bertarung penuh emosi, karena mendengar sesuatu yang sangat membuatnya marah dan jijik, sesuatu tentang kesucian Amel yang telah direnggut oleh Rian. Membuatnya lepas kontrol, sehingga dengan mudah di kalahkan oleh Rian, yang bergerak dengan gesit, walau wajahnya juga babak belur.


Sedangkan Amel juga terikat dengan posisi berdiri di tiang sebelahnya, wajah manisnya biru akibat tonjokan Rian dan bibirnya robek di tampar cowok itu beberapa kali. Dia hampir pingsan, akibat tendangan-tendangan di perutnya.


Dan anak-anaknya terisak-isak kelelahan di dalam ruangan yang di kunci, setelah lama berteriak histeris memanggil mamahnya, yang juga berteriak kesakitan, akibat di tendangi sekujur tubuhnya oleh cowok itu, sambil memaki sebelum, akhirnya Rama datang menghentikan perbuatannya. Tapi cewek itu sudah pingsan tak sadarkan diri.


...♡♡♡♡♡...

__ADS_1


Gedung yang akan di bangun untuk puskesmas itu, terlantar lantaran pimpinan yang bersangkutan tertangkap karena korupsi, pimpinan itu adalah ayahnya Rian. Gedung berlantai tiga, terkesan menyeramkan dan mereka berada di lantai paling atas.


Hari sudah mulai gelap, Rian tertawa senang melihat hasil perbuatannya. Rama yang tidak berdaya terus meronta dalam ikatannya, melihat Amel yang masih belum sadar dan berdiri lunglai, karena ikatan di tubuhnya yang menempel ke dinding.


Rian mendekati cewek itu dan meraba wajahnya, membuat Rama berteriak menyumpah. Cowok itu tidak terpengaruh dengan bacot Rama yang kasar, dan tersenyum saat kelopak mata Amel mulai bergerak. Anak-anak kembali memanggil-manggil mamahnya, ketika mendengar teriakan Rama, mengintip di lobang kunci.


...♡♡♡♡♡...

__ADS_1


Birahi Rian memuncak, ketika melihat Amel yang siuman dan mulai ketakutan dan berteriak histeris, membuat anak-anaknya ikutan berteriak memanggil mamahnya. Rian tertawa terbahak-bahak dan mulai merobek pakaian Amel, dan mengulum gunung kembar yang terpampang di hadapannya, setelah menyingkirkan pelindung terakhirnya. Amel meronta sekuat tenaga, berusaha melepaskan kepala Rian yang nangkring di hadapannya.


"BA**SAAAAAT!!" Teriak Rama melihat adegan itu, sambil meronta ingin melepaskan diri.


Dengan sekejap, datang Tiga orang pria berjas hitam, salah satunya melepaskan ikatan Rama. Yang lain menarik Rian dan memukulinya tanpa ampun, Rama menghampiri Amel yang menangis pilu dan melepaskan ikatannya, menyampirkan jas anak buahnya yang sempat di pintanya tadi, ke tubuh Amel yang setengah telanjang. Membimbing cewek itu keruangan anak-anaknya dan menendang pintu itu, mereka berpelukan haru, cowok itu terharu melihat pemandangan itu.


Rian yang sudah terkulai kehabisan tenaga, tertelungkup di lantai. Rama membimbing Amel kearah tangga, akan mengantarkannya pulang. Rian yang melihat itu di sela matanya yang bengkak, dengan sisa kekuatannya menerjang ke arah mereka. Rama yang terlambat menyadarinya, menarik anak-anak yang berada dekat di belakangnya, sementara anak buah Rama luput menangkap cowok itu, sementara Amel yang terkejut, karena dengan cepat dia terjun bebas kebawah, di bawa oleh Rian yang nekat menerjangnya. Rian jatuh kebawah dengan kepala lebih dulu, sedangkan Amel muntah darah di pelukan Rian. Babang Amin tertegun di tempat, karena pegangan tangan mamahnya yang terlepas darinya dan Mina ingin menyusul mamahnya, tapi di tangkap oleh Rama.

__ADS_1


Andi yang datang terlambat bersama polisi, berhasil melacak keberadaan istrinya, melihat pemandangan tragis di hadapannya. Terasa dunianya runtuh, langsung terduduk lesu tidak percaya dengan apa yang di lihatnya. Dan kemudian teringat dengan anak-anaknya, berusaha berdiri dengan kaki yang lesu bagai tanpa tulang. Berdiri sempoyongan, menyongsong anak-anaknya, yang berlari ingin menyusul tubuh mamahnya yang terbaring diam. Andi memeluk erat kedua anaknya, dan menatap diam kearah Rama.


__ADS_2