
Amel dan Andi akhirnya menyelesaikan kuliahnya, dan Andi ingin melanjutkan S2 nya nanti, sedangkan Amel ingin beristirahat dahulu, karena kehamilannya sudah memasuki 9 bulan. Gerakan cewek itu semakin melambat, ingin kemana-mana sulit dan keadaan ini membuatnya sangat kewalahan, karena ada 2 janin di dalam perutnya, berapa kilo beban yang di emban perut serta pinggulnya.
Sintia banyak berbelanja keperluan bayi, dia senang memilih pakaian bayi yang imut dan lucu. Warna biru dan pink yang di pilihnya, sesuai pesananan Amel, karena dia tidak bisa ikut berbelanja. Sedangkan Andi sibuk membantu ayahnya di perusahaan inti, di Negri Hitam.
Setelah ibunya Andi meninggal, ayahnya merasa hampa dan tidak konsentrasi dalam bekerja, jadi Andi lebih sering membantu ayahnya. Ternyata Andi belajar cepat cara perusahaan ayahnya bekerja dan banyak rekan ayahnya mengira, dia adalah Firman karena wajah mereka yang mirip dan aura jutek di sekitarnya.
__ADS_1
Andi sedang berada di Indonesia saat Amel merasakan kram di perutnya, padahal jadwal operasi caesar seminggu lagi, tapi ternyata si kembar sudah tak sabar menyapa dunia. Andi yang mengurus S2 nya di sana, terpaksa menundanya dan terbang menemui sang kekasih.
Operasinya berjalan lancar, kedua bayi sehat dan montok. Setelah selesai operasi, Amel dan bayi-bayinya di bawa ke ruangan yang sudah di sediakan. Di sana sudah menunggu Sintia dan Firman, yang sudah tidak sabar menggendong cucu. Sintia dengan antusias, juga ingin menggendong keponakannya, Amel tersenyum melihat mereka yang masing-masing menggendong anak-anaknnya, sementara dia belum bisa menggerakkan kakinya, karena obat bius yang belum hilang. Andi masih belum tiba dan belum sempat melihat anaknya, kemudian tiba-tiba bayi yang ada di gendongan Sintia menangis dan tidak berapa lama kemudian, bayi yang ada di gendongan Firman ikut menangis, membuat mereka kalang kabut memanggil perawat. Ternyata mereka berdua sedang buang air besar, kotoran pertama mereka berwarna hitam pekat, kayak aspal.
"Euuuch,,,Dede e'e" Timang Sintia, memperhatikan perawat, yang dengan gesit membersihkan dan mengganti popok bayi.
__ADS_1
Esok harinya Amel mulai belajar duduk dan belajar menyusui anak-anaknya, ada perasaan bahagia saat melihat anak itu mengisap pay*dar*nya. Walau belum sempurna keluar asinya, p*tingnya sampai lecet, karena isapan kedua bayi yang kuat. Akhirnya setelah 3 hari berada di rumah sakit, mereka di perbolehkan pulang. Dengan di bantu orangtua Amel, mereka membesarkan si kembar yang di beri nama Muhammad Amin dan Siti Aminah. Kehidupan yang sempurna, untuk mereka yang di karuniai sepasang anak kembar, nikmat manakah yang kamu dustakan???
Note:
Untuk mendukung author, tolong berikan like atau vote juga boleh, bahkan tipsnya ^,^
__ADS_1
Biar semangaaaat nulisnya,,,
Maaf ya teman-teman kalau up nya sedikit lambat karena saya punya dede bayi dan punya balita yang sedang lincah-lincahnya, jadi ngetik cerita nunggu mereka tidur.