
Aulia sejatinya adalah anak yang periang, santun dan suka menolong. Tapi, karena keadaannya yang tidak diharapkan, dia menjadi anak yang tidak peduli dengan sekitarnya, menjadi anak yang murung dan sesuka hatinya. Dia sangat tidak menyukai keberadaan Rama, karena menurutnya, semua kesalahan dalam hidupnya, semua itu karena pria itu. Mungkin dirinya, hanyalah mencari pelampiasan, mencari alasan untuk membenci seseorang. Karena, tempat Rama bekerja, adalah tempat orang-orang yang membunuh ayahnya, dan membuat ibunya menelantarkannya, karena ayahnya itu meninggalkan hutang yang banyak, di tempat rentenir yang di dukung oleh Rama. Itulah Aulia, dia adalah anaknya Agung, sahabat karib Rama. Setiap hari Rama mengunjungi anak itu, memberikan makanan yang tidak pernah dimakannya, membantunya membayar hutang dengan diam-diam, karena Rama tau, gadis itu tidak akan sudi dibantu, apalagi oleh Rama. Andi memang melunasi hutang Agung, tapi tanpa dia ketahui, sebenarnya Agung mengambil Dua rangkap hutang, dan dia tidak mengetahui keberadaan putri karyawannya itu, sebelum dia mendapat laporan dari salah satu pengawal anaknya. Dan mencari tahu, siapa gadis yang mencuri perhatian putranya itu.
...☆☆☆☆☆...
Andi mendatangi kediaman Rama, menunggunya di luar pintu kontrakannya. Dia mendengar kehadiran penghuni rumah itu, sepertinya Rama sedang mandi.
__ADS_1
Rama terkejut, mendapati Andi yang berada di depan rumahnya. Andi yang menatapnya dingin, dengan isyarat, mengajaknya mengikuti ke dalam mobilnya.
"Apa ini?" Tanya Rama, ketika Andi memberikan amplop coklat tebal, ketika di bukanya, isinya berupa uang yang banyak.
"Hutang Agung, lunasilah semuanya"Jawab Andi tanpa ekspresi. Rama menatapnya bingung, kenapa Andi bersikap seperti ini.
__ADS_1
"Lupakan masa lalu, dan Aku ingin putri Agung hidup dengan nyaman" Pinta Andi lagi, lalu dia mengutarakan maksudnya, untuk memberikan rumah kepada gadis itu, tapi dengan terselubung, sebagai bedah rumah yang di berikan oleh desa setempat, dan tanahnya di anggap milik Agung dari dulu.
"Dan arahkan dia, supaya bekerja di perusahaanku, Ku dengar dia anak yang cakap" Andi menyerahkan kartu namanya, CEO perusahaan ternama, Andi Lukman Hakim. Rama menerima kartu itu, dan memasukkan ke saku kemejanya setelah menatap sebentar kartu itu.
"Kunjungilah ayahmu, dia pasti merindukan anak semata wayangnya, dan bantulah dia mengelola Daia Motor" Pinta Andi, sebelum Rama keluar dari mobil. Rama diam saja mendengarnya, lalu beranjak keluar.
__ADS_1
"Aku minta maaf kepada Mu, Andi. Atas segala yang Ku lakukan dimasa lalu" Ujar Rama, menutup pintu mobil, setelah dengan susah payah menanggalkan egonya. Andi membuka kaca jendela mobilnya, lalu tersenyum ke arah Rama, sambil mengangguk sekilas. Rama membalas senyum itu, perasaan tenang merayapi hati dan pikirannya, memandang mobil itu menjauh, hingga menghilang. Mengenang ayahnya, yang sudah lama tidak bertemu, berpikir apakah sudah saatnya, dia berhenti dan keluar dari dunia hitam? bagaimana dengan misinya, yang ingin menghancurkan geng itu dan ketuanya, yang tidak dapat di sentuh, karena petinggi kepolisian mendukung mereka. Jalan satu-satunya adalah, berperang langsung melawan mereka, apakah dia sanggup dan rela, mengorbankan hidupnya yang berharga, karena keegoisan dan kedengkiannya lah, dia sampai memasuki dunianya yang kejam dan hina itu.