ANDI LUKMAN HAKIM

ANDI LUKMAN HAKIM
KECURIGAAN FURQAN


__ADS_3

Andi dan Furqan paling terakhir meninggalkan pekuburan keluarga Hakim, mereka berdua sama-sama terpukul di tinggalkan mendadak oleh orang tua mereka.


"Apakah kamu tidak merasa aneh dengan kematian orang tua kita? Aku sudah menyelidiki supir truck itu dan dia mengaku kalau di suruh seseorang" Ujar Furqan memulai pembicaraan, mereka sedang duduk di tempat duduk di taman kecil di pinggiran pekuburan itu.


"Dia mendapat perintah itu melalui telepon dan aku masih dalam proses menyelidiki dari siapa telepon itu" Lanjut Furqan, Andi mengernyitkan keningnya memproses informasi yang pamannya berikan.


"Dan mengenai ayahmu, aku yakin juga ada yang meracuni minumannya. Mungkin obat yang memicu penyakit jantungnya" Mendengar itu, Andi menatap pamannya dengan penuh tanda tanya.

__ADS_1


"Salah satu pelayan di rumah ayahmu menghilang, dan aku yakin air minum yang ayahmu minum sudah di buangnya sehingga aku tidak bisa memeriksanya" Tidak terasa air mata Andi menetes, seandainya saja mereka mengautopsi jasad ayahnya, ada kemungkinan mereka bisa mendeteksi penyebab pemicu jantung ayahnya. Tapi walaupun begitu dia tidak akan tega, merusak jasad ayahnya.


"Ingat Andi, jangan pecaya pada siapa pun. Bahkan paman sekalipun. Musuh kita ada di mana-mana, dan kamu sebagai CEO akan banyak yang iri padamu, padahal itu semua hasil jerih payah ayahmu sendiri yang membuat usaha ayahku maju. Yang ku yakin mereka meninggal dengan tidak adil" Ada kegetiran dalam suara pamannya, membuat Andi kian sedih mengenang mereka.


"Ingat Andi, terus berhati-hati dan tetap waspada" Kata Furqan sebelum pergi meninggalkan keponaknnya.


...☆☆☆☆☆...

__ADS_1


Andi memeriksa kamar pelayan itu, ruangan itu kosong. Hanya ada tempat tidur dan meja rias. Tidak ada barang satu pun milik ibu itu, semuanya bersih dan rapi. Dan juga tidak ada yang tau nama kampung beliau.


Selama seminggu Andi berada di rumah ayahnya, tidak mendapat petunjuk satu pun.


...☆☆☆☆☆...


Sementara itu di perbatasan kota, terlihat sebuah rumah yang porak poranda. Rumah Agung yang asri dengan halaman penuh berbagai bunga, hobi istrinya yang suka berkebun telah rusak. Semua pot bunganya pecah dan tanah beserta bunganya berhamburan, semetara yang empunya rumah tergeletak lesu di dapur. Agung yang baru saja di tinggalkan istri dan anaknya pergi, setelah istrinya itu mendapati rumah yang berantakan dan tubuh suaminya yang babak belur. Apalagi ketika dia mengetahui bahwa rumah mereka akan di sita bank, belum lagi dengan rentenir yang baru saja memukuli suaminya itu. Bukannya simpati malah meninggalkan suami yang tidak berdaya, setelah mengetahui suaminya jatuh miskin.

__ADS_1


Agung merasa dunianya runtuh, dia mampu menyandang hutang demi istri tercinta meski harus menjual ginjalnya. Tapi dia tidak mampu kalau harus berpisah dengan istri dan anaknya, dia terduduk lunglai di dapur rumahnya, menangis tanpa suara.


Dia baru saja menandatangani kesepakatan untuk menyerahkan satu ginjalnya untuk menebus hutang yang tidak bisa dia bayarkan, itu pun belum cukup melunasi bunganya. Sebelumnya dia di jadikan sasak tinju oleh tukang pukul rentenir itu, rupanya Rama telah angkat tangan mengenai sahabatnya, tidak sanggup memukulinya.


__ADS_2