ANDI LUKMAN HAKIM

ANDI LUKMAN HAKIM
AMEL OH AMEL


__ADS_3

"Kita udah ga ada hubungn lagi Ram, dan setelah yang Kamu lakuin ke Andi, itu membuat Ku jijik" Ujar Amel, tidak sadar dengan kehadiran Andi, yang sudah menuruni tangga dan mendengar pembicaraan mereka, ketika jarak dia semakin dekat.


"Kamu TE-GA" Lanjutnya, airmata kemarahan terbendung di matanya yang galak, membuat Andi menghentikan langkahnya, cara ngomong Amel juga berubah, menggunakan aku kamu dengan Rama.


"Toh anaknya sudah mati" Ujar Rama tersenyum sadis.


"Kamu menabraknya!!" Ujar Amel sengit, sambil mendorong Rama dan berbalik pergi, seketika itu dia menghentikan langkahnya, karena dihadapannya berdiri cowok yang sedari tadi memperhatikannya.


Cowok itu melepaskan kacamatanya, terlihat matanya yang memandang mereka berdua, dengan penuh tanda tanya. Amel yang akhirnya mengenali Andi, menatapnya kaget. Sedangkan Rama, menatapnya dengan penuh kebencian, apalagi dengan penampilan Andi yang jauh lebih keren dari pada dulu. ( beruntung dia memiliki black card, Gue bertaruh dia masih memilikinya) bisiknya dalam hati.


"Apa maksudnya, Rama yang menabrak pada kecelakaan 3 tahun yang lalu?" Tanya Andi meminta penjelasan.


"Sudah jelaskan?? dia di giring polisi waktu di sekolah, guru tidak ada yang mau ngasih penjelasan. Dan dia di penjara selama 3 tahun" Tunjuk Amel murka.


"Tapi Gue udah membayar semuanya" Bisik Rama.

__ADS_1


"Sudahkah Kamu meminta maaf kepada Andi??" Tuntut Amel.


"Aku menunggunya" Tantang Andi, yang merasa jelas sekarang, dengan apa yang terjadi, kepada temannya yang perhatian itu.


Rama hanya menatap Amel, antara jengkel dan ragu. Orang-orang di sekitar mereka, yang mendengar pembicaraan mereka mulai berhenti dan menonton.


"Ikut Gue dulu, Mel" Ajak Rama, sambil meraih tangan cewek itu dan menariknya pelan. Amel yang berpaling, karena tarikan tangan Rama, terhenti mendadak, karena Andi yang ikut meraih tangan yang satunya.


"Ikut Andi aja, Mel" Ujar Andi, menatap cewek pujaannya.


Mendadak Rama meraih kerah baju Andi, tinggi badan mereka sekarang tidak sama. Andi jauh lebih tinggi, membuat cowok itu melirik ke bawah, kearah Rama dan mendorongnya menjauh. Dengan sentakan keras, cekalan Rama terlepas. Andi menggiring Amel keluar dan menyetop taksi, Rama yang melihat itu buru-buru mengambil motornya dan mengejar taksi itu.


Seakan berlagak dan sok kepada Andi, karena dia mengendarai motor mahal dan keren, dia mengekor di belakang taksi dan memamerkan motornya, membalap taksi itu dan megendarai zig zag di depan taksi mereka. Membuat sopir taksi mengklakson jengkel, kemudian Andi menelpon kepala keamanan.


"Buat anak baru itu menjaga pintu" Perintahnya.

__ADS_1


Amel yang mendengar itu hanya menatap penasaran, penasaran dengan semua yang terjadi dengan Andi. Mereka tidak pernah bertemu selama bertahun-tahun, apalagi dia sekeluarga yang harus pindah ke Ibukota.


Taksi berhenti di depan Daiha Motor, Andi keluar dan membukakan pintu untuk Amel, membuat cewek itu tertegun sejenak.


"Selamat siang Pak" Ujar penjaga pintu, sambil membukakan pintu. Andi hanya mengangguk dan berjalan menuju lift, Amel memandang berkeliling kesetiap kendaraan yang di pajang. Mereka naik kelantai 5, restoran di gedung itu.


"Tempat apa ini" Tanya Amel, memasuki restoran dengan interior yang megah.


"Tempat makan" Ujar Andi, membimbing cewek itu kesebuah meja dan menarikkan kursi untuk di duduki Amel.


"Haha lucu" Sahut Amel pura-pura tertawa.


"Tempat kerja Andi" Ujarnya spontan.


"Andi udah kerja,,??"

__ADS_1


"Emmm bisa di bilang begitu" Jawab Andi, sambil menerima daftar menu yang di tawarkan pelayan.


Andi memesan pasta dan jus alpukat, serta es krim, Amel juga memesan menu yang sama. Cewek itu banyak mengajukan pertanyaan mengenai Andi, dan cowok itu menceritakan semuanya, bahwa dia sebenarnya anak angkat bapak Amir. Tapi dia tidak menceritakan bahwa dia pebisnis termuda di negara ini (belum saatnya) dan dia menyatakan bahwa gedung ini milik ayah kandungnya.


__ADS_2