ANDI LUKMAN HAKIM

ANDI LUKMAN HAKIM
KEGELISAHAN SANG PEMIMPIN


__ADS_3

"Rama? apakah Kamu bertemu dengan orang itu" Tanya Andi, ketika putranya menanyakan tentang ayahnya Aulia. Mereka sedang di kantor Andi, anaknya itu mengunjunginya, setelah selesai di kampus.


"Tidak, bukan, ayahnya sudah lama meninggal, dan ibunya menelantarkannya di panti asuhan" Jawab Andi.


"Jangan kembali lagi kesitu, mengerti?!" Ujar Andi tegas, anaknya itu hanya mengangguk.


"Lihatlah meja resepsionis ketika kamu pulang" Lanjut Andi lagi, " Dan sudah saatnya Kamu belajar bisnis, mengenai perusahaan ini"


"Papah tidak ingin, Kamu melakukan sesuatu yang akan Kamu sesali, seperti Papah dulu" Ujar Andi dalam hati, ketika putranya itu keluar ruangannya.

__ADS_1


...☆☆☆☆☆...


Babang Amin tidak mengerti maksud papahnya, dia tidak suka dengan maksud yang bertele-tele, dia benci dengan perasaan penasaran. Setelah berada di bawah, dia memandang ke meja resepsionis seperti perintah papahnya. Hanya ada telepon dan komputer di meja, dia bingung dengan maksud papahnya, sebelum dia mendengar suara seseorang, yang menyapa tamu, yang menghampiri meja itu. Melihat seorang cewek yang berdiri, yang sedari tadi terlindungi oleh komputer. Cewek itu adalah Aulia.


"Ooohh,," Babang Amin memonyongkan mulutnya, manggut-manggut dan tersenyum. Paham maksud papahnya, bahwa cewek itu bekerja di perusahaan itu, kenapa juga kemarin dia kepasar. Bodoh, pikirnya.


...☆☆☆☆☆...


Masih terlihat jelas di matanya, visual adiknya yang menghampirinya, dalam tidurnya yang hanya sebentar. Adiknya itu terlihat lebih berisi dan wajahnya bersinar, memancarkan kebahagiaan.

__ADS_1


"Mina tidak bisa mengunjungi Kakak, apabila Kakak berubah, tidak seperti dahulu, maka Kita tidak akan satu, karena Kita adalah kembar" Terngiang jelas di telinganya, suara adiknya terdengar menyesal. Lama dia termenung, mengingat mimpinya, dan baru di sadarinya, perut adiknya yang bulat, apakah Mina telah mengandung?


Memang, belakangan ini dia seperti kehilangan arah. Kehilangan belahan jiwanya, ditinggalkan saudari kembarnya, tidak bisa menerima bahwa dia telah di campakkan adiknya, yang tidak pernah terpisahkan dari kecil. Sekarang dia telah menyadarinya, adiknya sudah menemukan kebahagiaannya, dia telah memilih kehidupannya sendiri, adiknya itu tidak pernah melakukan sesuatu tanpa pertimbangan yang matang, dia percaya pada adiknya itu, sekarang dia telah ikhlas, merelakan adiknya itu. Diam-diam dia tersenyum, kemudian melanjutkan pekerjaannya. Dia akan menuntut ilmu setinggi tingginya, hingga bergelar Doktor, dan dia akan menemani papahnya mengelola peeusahaan, dia akan menjadi kebanggaan papahnya, tidak ingin memikirkan hal lain seperti pacaran.


Sementara Andi, paham betul apa yang di rasakan putranya, karena babang Amin lebih mirip dirinya, dan dia juga memahami, perasaan putranya terhadap Aulia, karena dia juga merasakannya. Dalam beberapa alasan, cewek itu mirip dengan putrinya, mungkin putranya itu juga merasakan hal yang sama, menemukan adiknya yang hilang. Dia ingin, putranya itu menjadi anak yang tangguh, melebihi dirinya. Karena, firasatnya mengatakan, sepupunya yang mengelola sebuah organisasi hitam, bergerak terang-terangan ingin menghancurkan keluarga Hakim. Dan yang ditakutkannya, itu terjadi saat Amin menjadi pemimpin perusahaan, saat dia sudah tidak ada di samping anak itu. Keresahan itu semua, dia curhatkan kepada putrinya. Yang selalu rutin mengunjunginya, anaknya yang sedang mengandung cucunya. Ketenangan dan kebijakan Mina, sangat mirip dengan Amel, membuat dia merasa nyaman mencurahkan semua keresahannya kepada putrinya itu. Mina sangat pandai menenangkan hati papahnya.


"Jangan khawatir Pah, Mina selalu ada di samping Kakak, walaupun kalian tidak melihat Mina. Kami kan kembar"


...THE END...

__ADS_1


Note: Yaaaah sudah tamat,,,tapi tenang, nanti akan ada sekuelnya, menceritakan tentang babang ganteng yang hebat. Untuk Andi Lukman Hakim, selesai di sini dulu, karena nanti ceritanya jadi bertele-tele, lebih baik membuat cerita baru tentang Amin dan masalah yang akan di hadapinya. Oke chingu,,,,^,^


terima kasih kepada teman-teman yang sudah mendukung saya, yang memberikan like, komentar dan dukungannya, walau kadang telat mengetiknya karena kesibukan saya yang mengurus 3 krucil yang super aktif serta kewajiban rumah tangga. Nantikan karya rajaby selanjutnya ya,,,jangan sungkan mengkritik dan saya nantikan sarannya, bantu karya ini jadi terdepan wakk!


__ADS_2