ANDI LUKMAN HAKIM

ANDI LUKMAN HAKIM
DI PENJARA


__ADS_3

Firman Hakim sudah mendengar kabar, bahwa Andi ingin menikah, kemudian dia beserta istrinya langsung terbang ke tanah air, dan membicarakan ini langsung dengan Andi. Mereka percaya dengan pilihan anaknya dan merestuinya, meski sebagian keluarga Hakim kurang mendukung, karena menikahi wanita sederhana.


Kakek dan nenek Andi pun, ikut mendukung pernikahannya, karena menurut mereka, usianya yang sudah cukup untuk menikah, dan menyarankan resepsinya diadakan di rumah keluarga, yang bagi Andi seperti kastil itu. Karena kakek dan nenek sudah berkehendak, yang lain tidak berani bersuara. Setidaknya tidak di hadapan mereka.


"Ternyata selera mereka sama, berawal dari kakek, kemudian ayahnya, dan sekarang anaknya" Bisik salah satu sepupu Andi, yang berusia sama, yang tampangnya mirip Severus Snape, ketika mereka berkumpul bersama di sebuah restaurant keluarga, untuk membahas pernikahan Andi yang akan di adakan bulan depan.


"Selera mereka memang rendahan" Sahut ayahnya, menyeruput kopinya.


"Sesukses apapun mereka, sangat di sayangkan kalau harus mendapatkan perempuan kampungan" Ibunya ikut menyahut dengan nada iri, yang berpakaian modis dan serba mahal.

__ADS_1


"Cinderela di keluarga Kita akan bertambah" Mendadak Sintia duduk di antara mereka dan memakan buah anggur di meja. Sontak mereka bertiga kaget, dengan kemunculan mendadak kakaknya Andi itu.


"Bagaimana kabar suami mu, Ozan" Cibir sepupunya.


"Orang gak guna, sudah Ku tendang ke laut" jawabnya angkuh, sembari berdiri meninggalkan keluarga itu yang tersenyum meremehkan. Kemudian bergabung dengan orang tuanya, yang duduk bersama kakek dan nenek.


Tidak menunggu lama, orang tua Andi akan mengunjungi orang tua Amel, bersama dengan bapak Amir dan mama Sala, sekaligus memperkenalkan diri. Sedangkan Andi dan Amel memilih berjalan-jalan ke pantai Angsana, dua jam perjalanan menggunakan mobil dari kota mereka, itupun kalau tidak ada kemacetan.


Sebenarnya Amel sangat malu bertemu dengan Andi, apalagi ketika bapaknya memberitahukan, bahwa orangtua Andi akan mengunjungi mereka. Mendengar itu, membuat cewek itu gugup dan menebak-nebak apa yang sedang terjadi, apakah mereka akan meminangnya??. Tidak pernah terlintas dalam benaknya akan pernikahan, dan dia tidak mempunyai bekal sedikit pun tentang berumah tangga, apalagi memasak dan dia teringat dengan apa yang dilakukan Rian terhadapnya, membuat dia tertegun, bahwa dia sudah tidak perawan lagi dan bagaimana dengan Andi??. Saat Andi menjemputnya pun, dia tidak ingin menemui cowok itu, kemudian dengan menyesal ayahnya menunjukkan jemarinya yang terluka, karena memukul Andi.

__ADS_1


"Bukan Andi yang melakukan ini semua Paaak,," Rengeknya, terkejut dengan pengakuan bapaknya.


"Ya mana Bapak tau, Kamu kan gak ngomong. Cuma sebut nama Andiiiii terus" Ujar bapaknya membela diri.


"Dan karena Andi juga, orang yang melakukan itu sekarang di penjara" Amel mengangkat kepalanya, menatap bapak saat beliau mengatakan kenyataan ini.


"Di hukum maksimal, seumur hidupnya" Lanjut bapaknya lagi.


Ternyata banyak catatan kriminal Rian, dari kecil hingga remaja, dia sering keluar masuk rehabilitasi dan dia juga pemakai narkoba. Orangtuanya juga sering menutupi kesalahan anaknya dengan sogokan dan mentransfer anaknya ke kota lain, kemudian melakukan kesalahan yang sama, tutupi lagi sogok lagi pindah lagi.

__ADS_1


__ADS_2