ANDI LUKMAN HAKIM

ANDI LUKMAN HAKIM
KEMBALI BERSAMA


__ADS_3

Ketika mereka selesai makan dan kembali ke lantai dasar, mereka melihat Rama memakai seragam dan menjaga pintu depan, untuk membukakan tamu yang akan masuk gedung ini. Pekerjaannya tidak hanya membukakan pintu, tapi juga yang lainnya menyangkut kenyamanan tamu, atau juga mengangkatkan bawaan tamu. Dan yang paling penting, memarkirkan kendaraan ke parkiran bawah, ini pekerjaan yang perlu pengawasan ekstra dan penjaga keamanan sudah di amanahi Andi.


Ketika melihat Rama, seketika membuat Amel berhenti. Bingung kenapa cowok itu juga ada di sini, Andi menggenggam tangan Amel dan membimbingnya menuju pintu keluar. Saat mencapai pintu, Rama malah bergeming tidak bergerak sedikit pun, geram melihat Andi dan Amel bergandengan tangan. Radio di telinganya berbunyi, sudah di pastikan bahwa dia mendapat teguran dari atasannya. Kemudian dengan canggung Rama membukakan pintu, melirik sekilas terhadap Amel, yang melangkah keluar mengiringi Andi, menuju mobilnya yang sudah menunggu di depan.


Sopirnya sudah membukakan pintu untuk Amel dan andi, kemudian mobil sedah mewah itu melaju mulus, meninggalkan Rama yang marah, merasa kalah.


Mengantarkan Amel ke rumahnya, yang ternyata cukup jauh dan memasuki sebuah gang, yang tidak cukup di lalui oleh mobil.


"Sampai sini aja Ndi, lagian ini sudah sore" Andi hanya mengangguk, kemudian menyerahkan HPnya kepada Amel, yang kebingungan.


"Masukin nomernya Amel" Pinta Andi.


"Oh iya,,," Ujar Amel, tersenyum malu.

__ADS_1


Kemudian Andi memanggil nomer yang di masukkan olehAmel, tidak berapa lama terdengar bunyi dering HP di dalam tas Amel.


"Simpen ya.." Ujar Andi.


Amel membuka sandi HPnya, dan tersenyum.


"Bukan,,,sms dari mama" Kata Amel salah tingkah, kemudian Andi menelponnya lagi, baru panggilan tanpa nama masuk, kemudian langsung di berinya nama 'Andi'


...♡♡♡♡♡...


"Berani sekali Kau memakai motor pelanggan VIP Kita, kalau ketahuan bukan hanya Kau yang mampus, Aku juga kena TAUK !!"


"Maaf,,,itu gak akan terulang lagi"

__ADS_1


"Tentu saja, dan entah mengapa kepala keamanan memindahkanmu tanpa alasan" Selidiknya.


"Pejerjaan Kau menuntut lebih tanggung jawab sekarang dan Kau tidak boleh plin-plan dengan kendaraan tamu" Lanjutnya.


"Beres Pak" Jawab Rama singkat.


"Sebenarnya, Kau sudah menguasai dasar-dasarnya, sekarang Kita fokuskan belajar memarkir mobil ini" Ujar Tegar.


Andi seharian ini berada di kamar hotelnya, di Daiha Motor, belajar online dengan gurunya, kemudian dengan sekretaris ayahnya. Ayahnya menginginkan Andi kuliah di luar negri, jurusan bisnis. Tapi Andi menginginkan kuliah di sini saja, di Bamban. Nilai Andi semuanya sempurna, kecerdasannya masih nomor satu.


Amel juga akan melanjutkan kuliah di Bamban, jurusan hukum. Andi memilih kuliah yang sama dengan cewek itu, dan dia sudah menyiapkan segala sesuatunya dengan cewek itu. Setelah pertemuan itu, mereka jadi lebih sering bertemu, walau hanya sekedar minum kopi.


Amel lulus dengan nilai sempurna, dan dia mendapatkan beasiswa untuk kuliah karena prestasinya itu. Andi merayakan keberhasilan mereka dengan makan malam di puncak gedung Daiha Motor dan dia mengantarkan Amel, dengan mengendarai mobilnya sendiri.

__ADS_1


Rama tidak menyaksikan momen ini, karena bukan gilirannyaa kerja saat itu, setelah sekian lama, dia tidak pernah terpikir untuk menemui orangtuanya. Tidak ada penyesalan dalam dirinya, tidak mau menjadikan kesalahan dalam hidupnya, sebagai pelajaran yang akan datang. Dirinya begitu tenggelam dengan rasa iri dengki kepada Andi, membuatnya tidak fokus bekerja, bila melihat anak itu muncul di hadapannya, dengan pakaian yang keren dan mahal, penampilan bak orang kaya dengan mobil mewah. Sering kena tegur saat dia memandang benci kepada Andi, sampai saat ini dia masih belum mengetahui, bahwa orang yang dia benci adalah pemimpin perusahaan ini. Dugaannya adalah, Andi yang berfoya-foya dan berlagak jadi orang kaya, menggunakan Black Card Magic.


__ADS_2