ANDI LUKMAN HAKIM

ANDI LUKMAN HAKIM
BADBOY MUNCUL LAGI


__ADS_3

Amel dan kedua anaknya, sedang pergi ke kondangan perkawinan temannya sewaktu kuliah dulu. Mereka hanya pergi bertiga dengan mobil metic, yang di setir sendiri oleh cewek itu, karena Andi ada rapat penting jadi tidak bisa menemani mereka. Tidak di sangka Rian juga ada di sana dan melihat Amel yang makan bersama dengan anak-anak, bertanya-tanya apakah anak itu adalah anaknya. Si badboy di bebaskan bersyarat karena berperilaku baik, saat melihat Amel birahinya muncul sesaat dan ketika mamandang lama kedua anak kecil yang bersama Amel, yang seusia dengan kejadian Enam tahun silam, senyum senang terbit di bibirnya yang tipis.


"Lama gak jumpa" Kata Rian, ikutan duduk di tempat Amel dan anaknya, yang sedang makan, membuat Amel kaget dan tersedak. Rian tertawa senang sambil akan menepuk punggungnya, tapi babang Amin menepis tangan pria itu, lalu anak itu menepuk punggung mamahnya. Mina memberi isyarat kepada abangnya, bahwa pria yang duduk bersama mereka adalah orang jahat, karena anak itu merasakan aura yang tidak menyenangkan. Rian menatap babang Amin dengan senyum ramah dan berpikir bahwa anak itu ganteng seperti dirinya, sedangkan babang Amin memasang wajah sangar.


Rama juga berhadir di acara perkawinan itu dan melihat Amel, yang terlihat jijik dan terganggu dengan kehadiran Rian, dia mengenal Rian saat di penjara remaja.


"Yow brooo" Ujar Rama menepuk bahu Rian, kemudian ikut bergabung dengan mereka sambil membawa makanannya, Rian terlihat tidak suka.

__ADS_1


"Apa kabar Mel,," Lanjutnya, yang ditanya hanya tersenyum terpaksa.


"Kalian saling kenal?" Tanya Rian antusias, Rama hanya tersenyum dan Amel membuang muka, sudah tidak napsu memakan makanannya.


"Sudah sukses sekarang kamu Rama" Ujar Rian melihat penampilan Rama yang rapi sambil mengambil kerupuk di piring Rama.


"Gak terjun ke dunia hitam kan?" lanjutnya, membuat Amel melirik Rama dan rama juga melirik cewek itu.

__ADS_1


"Turut berduka Mel, atas apa yang menimpa kakeknya anak-anakmu" Ujar Rama mengalihkan pembicaraan, Amel mengangguk dan tersenyum kaku. Rian menatapnya dan tersenyum geli, mengambil lagi kerupuk di piring Rama.


"Ambil makanan Lo sendiri" Menepis tangan Rian dengan jengkel, membuat Rian makin geli tertawanya.


"Kalian terlihat canggung, apa ada sesuatu?" Tanya Rian di sela tawanya.


"Eh Mel, apa Lo tau Kita kenalnya dimana,,,di PEN JA RA hi hi hi, dan waktu itu sih Gue kepergok makai narkoba, di sekolah lagi, bukan karna yang baru-baru ini, masuk penjara gara-gara cowok itu" Kalimat terakhir dia ucapkan dengan tajam, sambil menatap Amel, membuat cewek itu melotot hampir menangis, mengingat perlakuan cowok itu terhadapnya dan takut anak-anaknya mendengar nama papahnya di sebut. Rama pun menatap Rian dan curiga yang dia maksud adalah Andi.

__ADS_1


Amel beranjak berdiri, karena melihat anak-anaknya sudah selesai dan berpamitan kepada dua cowok itu, ingin cepat-cepat menjauh dari keduanya dan langsung pulang, setelah menyerahkan kado kepada pengantin.


Tatapan Rian tidak lepas dari Amel dan anak-anaknya, setelah mereka keluar dari gedung pernikahan, barulah cowok itu berdiri tanpa menyapa Rama lagi. Rama sedari tadi juga memperhatikannya dan melihat wajah Rian yang bernafsu, ketika melihat mantannya itu, dia cepat-cepat mengikuti Rian tanpa menghabiskan makanannya. Firasatnya mengatakan akan ada hal buruk yang akan menimpa Amel dan anak-anaknya.


__ADS_2