ANDI LUKMAN HAKIM

ANDI LUKMAN HAKIM
CAKAR BURUNG HANTU


__ADS_3

Andi menatap Agung, yang sedang melakukan presentasi produk baru, yang akan di buat untuk produk perusahaannya, dia menatap setiap pergerakan pemuda itu. Caranya berbicara yang sangat sopan, gerakan-gerakan yang di buat oleh tangannya, membuat gambar yang sedang di jelaskan lebih mudah di mengerti. Mereka sedang melakukan rapat, untuk membahas produk baru yang akan di lounching kan tiga bulan lagi, bertepatan dengan ulang tahun perusahaan. Dia tidak menyangka, bahwa sahabat Rama itu menjadi pegawai di perusahaannya dan termasuk pegawai yang teladan dan inspiratif. Sepertinya Agung tidak mengenali Andi, anak yang dulu sering di bully.


Agung mendapat apresiasi sebagian besar yang berhadir di rapat itu. Andi sebagai pimpinan pun merasa idenya brilian dan dia tanpa banyak komentar, langsung menyetujuinya, kemudian berlalu keluar ruangan mengakhiri rapat, terdengar sorakan selamat dari dalam ruangan, ketika Andi keluar di iringi sekretarisnya. Tidak ada rasa dendam di hatinya dan bersyukur karna sekarang preman sekolah itu, telah menjadi seorang yang sukses, dan dia menjadi penasaran bagaimana keadaan sahabatnya yang satunya, Rio.


...☆☆☆☆☆...


Tiga tahun yang lalu...

__ADS_1


Rama merokok di pojok pasar yang sudah sepi, hari sudah gelap dan hanya sebagian orang yang terlihat di tempat itu. Di jadikan tempat tongkrongan oleh orang-orang yang mabuk, atau hanya sekedar berteduh dari hujan di tengah malam. Akhirnya yang di tunggu pun tiba, seorang pria dengan pakaian rapi, dengan beberapa orang yang menemaninya.


"Bagaimana kabar Lo Ram" Tanya orang itu, menerima rokok yang di tawarkan Rama dan menyalakannya.


"Gak terlalu bagus" Jawabnya, sambil membuang rokok yang tinggal separo lalu manginjaknya.


"Yakin,,Gue bisa langsung gabung, Yoo?" Tanya Rama. Orang itu, yang ternyata adalah Rio, berbalik menatap Rama kemudian tersenyum jenaka.

__ADS_1


"Tenaaaaang... Gue gitu loh" Ujarnya, sembari memimpin jalan keluar dari pasar dan memasuki sebuah mobil jep, di ikuti oleh Rama.


Perkelahian terjadi di dalam pabrik kosong, dua kelompok geng yang sedang berseteru. Dengan menggunakan tongkat besi, mereka saling pukul dan saling serang tanpa ampun.


Kelompok mereka sama-sama memakai pakaian necis, yang membedakannya adalah, salah satu geng memakai tatto di sekeliling lehernya, sehingga leher mereka seperti sedang memakai syal berwarna hitam. Kemenangan berada pada pihak yang tidak memakai tatto, dan salah satu yang berteriak senang di antara mereka adalah Rama.


Dia di tunjuk sebagai ketua geng, karena keberanian dan kenekatannya, tidak ada yang berani melawannya, karena sifatnya yang tidak mau mengalah, membuatnya melakukan apapun untuk membalas dendam. Seperti sekarang, karena salah satu geng melanggar peraturan dan melangkahi wilayah mereka, padahal ketua mereka sudah saling berdamai. Tanpa sepengetahuan ketua dan Rio, yang telah memasukkannya ke dalam geng, Rama menyerang geng lawan. Pengikutnya adalah orang-orang yang seperti Rama, yang memiliki ego tinggi dan yang utama suka berantem.

__ADS_1


Geng Cakar Burung Hantu, adalah nama geng yang di ikuti Rama, pendiri mereka mengelola sebuah bar terbesar di Negri Hitam. Selain itu mereka juga memasok narkoba terbesar dan rentenir sadis, menjual organ tubuh manusia. Rama sebagai pengawal, penagih hutang dan menjadi penjagal di dalam organisasi itu. Kebrutalannya terkenal di antara geng, dengan waktu singkat dia sudah menjadi kaki tangan ketua organisasi.


__ADS_2