
Daiha Motor, adalah dealer mobil dan motor terbesar di Bamban, merangkap hotel dan restoran ternama di lantai atasnya, kebanyakan mobil di sini, adalah mobil mewah dan import. Kepemimpinannya di gantikan oleh Andi, sedangkan kakak iparnya di lempar Firman ke ujung pulau, mengatasi pabrik mesin yang hampir gulung tikar, membuat Sintia marah kepada ayahnya, kenapa harus di lempar ke ujung pulau. Mereka sempat berdebat, apalagi saat wanita itu melihat video yang terekam di rumah sakit. Mati-matian membela suami tercinta, padahal bukti sudah di depan mata, sebenarnya Sintia sudah tau sebrengsek apa suaminya dan dia juga tau kalau suaminya itu mempunyai selingkuhan, tapi dia tetap percaya kepada suaminya dan menganggap itu semua tidak benar.
"Kalau dia bukan menantu Ayah, kalau dia bukan suamimu, sudah Ayah jebloskan dia ke penjara. Ceraikan saja suamimu yang licik itu" Ujar ayah dingin, kalau sudah begitu, Sintia sudah tidak akan bisa membalas perdebatannya dan pergi meninggalkan ayahnya.
...☆☆☆☆☆...
Rama mendatangi perusahaan itu, dan menanyakan lowongan untuk satpam, kepada sales wanita yang menjaga pintu, sales itu tersenyum ramah, meski melihat penampilannya yang lusuh. Rama memandang berkeliling, terdapat beberapa mobil mewah yang tersusun di gedung, di lantai dasar itu, semuanya mobil yang mahal, dan di pojokan tersusun motor-motor mewah dan gede.
"Maaf Pak, untuk satpam sudah terisi" Ujar nya sopan, Rama memandang ke arah satpam, yang duduk di pos jaganya. Kemudian Rama mengeluarkan kartu nama, yang di serahkan Andi tadi. Setelah menerima kartu itu, sales itu menuju kasir dan berbicara berdua, Rama menunggu dengan setia. Entah apa yang mereka bicarakan, karena kemudian sales itu mempersilahakn Rama masuk ke ruangan staf.
Di ruangan itu, Rama dihadapkan dengan kepala keamanan yang menjelaskan pekerjaannya.
"Apa kamu bisa nyetir??"
"Belum Pak" Jawab Rama singkat.
__ADS_1
"Oke,,,kalau begitu pekerjaan Mu, memarkirkan kendaraan tamu kita, pos jaga Mu ada di bawah, Jangan sampai salah" Ujar beliau dengan tegas.
"Apakah Saya langsung di terima bekerja Pak?" Tanya Rama bingung, yang di jawab kepala keamanan itu, dengan isyarat supaya mengikutinya. Seberpengaruh apa sih, orang yang memberinya kartu nama tadi, pikirnya.
Meski perusahaan itu berfokus pada motor, tapi lantai atasnya berfungsi sebagai hotel dan restoran. Sebagian tamu hotel adalah kerabat, teman, atau rekan kerja Firman Hakim.
Kemudian mengajak Rama ke parkiran bawah tanah, menuju ruangan jaganya. di dalam ruangan itu komplit berisi kulkas serta isinya, dan layar monitor yang merekam cctv di area itu, serta ranjang tempat tidur. Di dalam situ sudah ada seorang lelaki yang memainkan hpnya.
Kemudian terdengar pelan bunyi alarm di ruangan itu, membuat lelaki itu, memperhatikan pos jaga di pintu masuk dan keluar parkir.
"I,,iya" Ujar Rama kaget.
"Cepat!! Cepat!! Lari!! Lari!!" Serunya, sambil menepukkan tangan di setiap kata yang dia ucapakn.
"Kamu ini, Aku kan belum selesai kasih penjelasan" Omel kepala keamanan marah.
__ADS_1
"Nanti Saya yang jelasin Pak, tenang saja" Ujar lelaki itu kembali memainkan hpnya, kepala keamanan kembali, sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
Kemudian pria yang seharusnya jaga pos pintu masuk, datang menghampiri Rama, dan meminta maaf karena tadi dia kebelet.
"Lain kali harus di tahan atau masukin dalam botol, harusnya ijin dulu kan, ada talki walki di situ" Protesnya sok ngebos. Menyuruh orang itu pipis di dalam botol.
"Maaf" Ujar pria itu menundukkan badannya hormat. Rama ngeloyor pergi meninggalkan pria itu, yang menggaruk kepalanya, yang tidak gatal.
Rama kembali keruangan tadi, lelaki yang di dalam masih memainkan HPnya ketika dia berbicara.
" Kita kerja di sini 12 jam, piket siang dan malam masing-masing 2 orang. Kau berpasangan denganku jadi turuti perintahku"
"Baik Pak" Jawab Rama singkat, membuat lelaki itu berpaling dan menatap Rama.
"Kenapa Kau tidak membungkukkan badan, seperti orang yang Kau omeli tadi?" Tunjuk lelaki itu ke monitor, dengan menggunakan hentakan kepalanya, membuat Rama tersipu malu. Rupanya dari tadi, dia memperhatikan lewat monitor yang di rekam cctv.
__ADS_1
"Baik Pak" Ujarnya lagi, kali ini dengan membungkukkan badanya, membuat lelaki itu tersenyum puas.