Another World

Another World
Episode 24


__ADS_3

"Seberbahaya apapun, akan ku lakukan apa saja demi menyelamatkan tanah air tercinta"



"Kira-kira kapan raja pulang?" tanya Radith.


"Hal itu belum bisa dipastikan, mungkin akan memakan waktu yang lama," jelas penjaga itu lagi.


"Apa gak bisa disuruh pulang lebih cepat? Ini hal yang sangat mendesak," tegas Radith.


"Dith, seenaknya aja kamu merintah kaya gitu. Ingat, kita di sini cuma pendatang, dan yang kamu suruh pulang cepat itu seorang raja yang punya kedudukan paling tinggi," ingat Kania pada Radith.


"Sorry, sorry, gue gak maksud gitu. Maaf saya ngomong lancang pak," ucap Radith dengan sedikit lembut.


"Iya, tak apa. Jika kalian masih bersikeras sampaikan saja pesan itu pada orang kepercayaan raja," jelas pengawal itu lagi.


"Gimana? Kita bilang saja pada tangan kanannya Baginda raja?" tanyaku meminta persetujuan.


"Mau gimana lagi, sebaiknya kita kasi tau hal ini pada orang kepercayaan raja. Jika menunggu, kita tak tau kapan raja akan pulang," balas Kania setuju.


"Iya, aku juga setuju. Kalo kita menunggu raja pulang maka akan memakan waktu yang lama. Setidaknya pihak kerajaan sudah mengetahui hal ini," tambah Revan lagi.


Sebenarnya, memberi tahu hal semacam ini pada tangan kanan Baginda raja bukan hal yang paling tepat. Tapi setidaknya, hal ini akan disampaikan secara langsung oleh orang kepercayaan raja.


"Silahkan menunggu, tangan kanan banginda raja, Alrescha Xavier akan segera datang," sopan seorang wanita yang biasa bekerja di istana.


"Tak usah terlalu sungkan," balasku pada wanita tersebut.



"Maaf menunggu lama," ucap seorang pria menghampiri kami.

__ADS_1


"Anda Alrescha Xavier?" tanyaku memastikan.


"Iya, saya Alrescha Xavier, ada apa pengawal pribadi Putri Camilla datang menemui saya?" tanyanya dengan sopan.


"Saya dan teman-teman saya datang untuk memberitahukan hal penting. Sepertinya pihak istana sudah mengetahui hal ini, tapi saya akan menjelaskan dengan detail," ucapku.


"Ya, saya akan mendengarkan apa yang akan anda sampaikan," balasnya.


"Seperti yang kita ketahui bahwa pasukan Manuela telah bangkit kembali dan sedang mengacaukan seluruh Skandinavia. Pasukan kerajaan juga tengah bertarung bersama mereka. Hal yang paling penting adalah yang membangkitkan pasukan Manuela, yaitu Alexander Louis yang tinggal di kastil Serilya. Kita juga tau jelas bahwa membangkitkan pasukan Manuela adalah hal terlarang dan mantra untuk membangkitkannya juga terlarang. Jadi, kami harap agar paduka raja dapat mengambil tindakan untuk mengatasi kekacauan ini," paparku dengan jelas pada Alrescha Xavier.


"Merupakan hal yang cukup serius. Berani-beraninya orang yang bernama Alexander Louis itu menggunakan mantra terlarang dan membangkitkan pasukan Manuela," balasnya dengan geram.


"Tak hanya itu saja, dia juga berniat membangkitkan jenderal Banderas yang dikenal paling keji di sejarah Skandinavia tempo dulu," tambahku lagi.


"Tak bisa dibiarkan, dia merupakan seorang pengkhianat. Sudah sepantasnya dihukum mati," geram Alrescha Xavier lagi.


"Tidak bisa, dia merupakan manusia abadi," ucap Revan tiba-tiba.


"Maksud lo dia gak bisa mati?" tanya Yuna memastikan.


"Ntahlah, aku juga gak tau," balas Revan sambil mengangkat bahu.


"Serius kamu Van? Gak mungkin ada manusia yang hidup selamanya. Ia pasti akan mati juga," ucap Kania yang membuka suara.


"Iya sih aku percaya bahwa setiap orang bakal mati. Untuk Alexander Louis sang manusia abadi ini aku gak tau gimana cara membunuhnya," seru Revan lagi.


"Halah, manusia abadi apaan. Kita serang dia terus-menerus dan pasti dia akan lelah dan mati juga!" teriak Radith dengan kesal.


"Masalahnya gak segampang itu. Meskipun diserang seberapa banyak, manusia abadi akan tetap bertahan tanpa pernah merasakan sakit atas serangan yang di terima," jelas Alrescha Xavier.


"Sia-sia dong kita datang jauh-jauh kesini," lemas Yuna.

__ADS_1


"Gak ada yang sia-sia, kalo kalian gak datang kesini, mungkin Kania gak akan bisa pulang," jawab Revan.


"Bukan cuma Kania, sekarang gue dan Radith belum tentu bisa pulang," ucap Yuna sedikit panik.


"Jangan panik Yun, kita akan menemukan cara untuk mengalahkan Alexander Louis itu," ucapku memenangkan Yuna.


"Kamu biang dia manusia abadi kan Van? Kalo gak salah ingat, aku pernah baca sebuah buku yang menceritakan tentang manusia abadi. Satu-satunya cara untuk mengalahkannya adalah menusukkan tanduk naga beracun yang berada di sumur api perbukitan Ghanem kerajaan Mestre tepat di jantung Alexander Louis," jelasku pada Revan dan yang lain.


"Jangan bercanda deh kak, Skandinavia dan Mestre adalah musuh bebuyutan. Bagaimana mungkin kita bisa mengambil tanduk naga beracun itu untuk mengalahkan Alexander Louis," balas Revan.


"Tapi ini adalah satu-satunya cara untuk menyelamatkan Skandinavia," tambahku lagi.


"Anda yakin akan hal ini? Kerajaan Mestre tak akan membiarkan kita memasuki wilayahnya bagaimana kita mengambil tanduk itu?" tanya Alrescha Xavier.


"Biar saya yang pergi kesana. Apapun akan saya lakukan untuk menyelamatkan Skandinavia," tegasku lagi.


"Jangan bercanda deh kak, emang kakak bisa menghadapi Mestre sendirian? Aku akan ikut nemenin kakak," ucap Revan.


"Oke, kamu akan ikut aku. Kalian semua sebaiknya tinggal saja di sini, aku akan carikan tempat untuk kalian," ucapku lagi.


"Jangan gegabah, sebaiknya Baginda raja mengetahui hal ini terlebih dahulu. Karena hal ini terlalu berbahaya bagi kalian untuk pergi ke Mestre," jelas Alrescha Xavier.


"Tapi kita tak bisa menunggu lagi, harus segera pergi menuju Mestre," tambah Revan.


"Baginda raja akan segera pulang, kalian boleh menetap di sini sembari menunggu kedatangan raja Carey Mulligan," saran Alrescha Xavier.


"Bukan bermaksud menolak, tapi kami tak pantas untuk menetap di istana," ucap Kania menolak.


"Tak apa, kalian harus berada di sini karena kalian adalah saksi mata yang sesungguhnya. Jangan menolak, karena ini adalah untuk kepentingan Skandinavia," paksa Alrescha Xavier.


"Baiklah, jika memang untuk kepentingan bersama," timpal Kania lagi.

__ADS_1


Ya, tempat yang paling aman saat ini adalah di istana. Setidaknya, setelah aku pergi menuju kerajaan Mestre, Kania dan yang lain akan aman dari bala tentara Manuela yang akan memburu mereka.


__ADS_2