Another World

Another World
Episode 4


__ADS_3

"Aku tak akan berdiam diri, akan kucari jalan untuk kembali, perlahan-lahan namun pasti"


 ***


"Kania, kenapa bengong gitu?" tanya Bu Mega mengagetkanku.


"Kania gak bengong kok Bu".


"Kamu kangen keluarga ya?".


"Ehh...iya sih Bu, akhir-akhir ini Kania emang kangen sama Mama dan Papa".


"Andai aja ibu bisa bantu kamu".


"Gak papa kok Bu, rencananya juga Kania mau cari cara supaya bisa keluar dari sini".


"Semangat ya Kania, ibu doain supaya kamu bisa cepat pulang ke rumah".


"Iya, makasih ya Bu atas semua kebalikan ibu sama Kania".


"Gak masalah, ibu senang kok karena ada kamu di sini".


"Iya, Kania juga senang bisa ketemu sama ibu".


"Kamu minta bantuan sama Revan aja".


"Gak usah Bu, Kania udah banyak ngerepotin ibu sama Revan".


"Enggak kok, nanti ibu yang bilangin ke Revan".


Sebenarnya, aku merasa tak enak hati karena melihat senyuman Revan kemarin malam. Tapi Bu Mega sudah memberitahu Revan agar ia mau membantuku.


"Van, jadi hari ini kita mau kemana dulu?".


"Maaf Kan, hari ini aku gak bisa karena harus buka toko".


"Ohh..gitu, yaudah deh gak papa," balasku sedih.


"Kamu udah ada gambaran mau ke tempat yang seperti apa?".

__ADS_1


"Belum kepikiran sama sekali, aku mau keliling dulu siapa tau bisa menemukan petunjuk".


"Iya, tapi hari ini aku gak bisa besok mungkin bisa kalo cuma sebentar".


"Ohh..iya, gimana kalo kamu anter aku ke gerbang utama kota Petra yang ada di ibukota," kataku semangat.


"Bisa aja sih, mungkin emang bisa kalo kesana".


"Iya, aku langsung ingat sama cerita kamu soal kata Petra ini, besok pagi kamu bisa antar aku?".


"Bisa, berangkatnya jam 9 aja, biar nyampenya gak kesorean".


"Jauh banget ya kesana?".


"Sekitar 5 jam-an lah".


"Serius kamu Van?, kalo 5 jam kamu bisa-bisa gak buka toko besok".


"Yaudah deh gak apa, biar besok aku libur satu hari".


"Serius kamu Van? Makasih ya, kamu emang yang paling baik," ucapku dengan sangat gembira.


"Jangan sedih terus Kan, aku bakal bantuin kamu cari cara lain agar bisa keluar dari kota Petra ini," kata Revan sembari mengelus lembut punggungku.


"Tapi Van, kayanya aku gak bakal bisa pulang. Aku kaya terkurung disini, kamu tau kan aku gak bisa melewati gerbang utama itu," ucapku dengan sedih.


"Mungkin emang bukan itu jalan keluarnya, tenang aja aku bakal bantuin kamu kok".


"Makasih ya Van," balasku dengan senyum tipis.


"Yuk kita pulang, besok kita ke taman tulip aja gimana?".


"Enggak deh Van, kamu kan harus buka toko juga. Sepulang dari toko, kamu mau nemenin aku sebentar ke danau kura-kura gak?".


"Iya, aku temenin kamu besok," katanya lagi sambil mengelus rambutku.


Kacau, itulah perasaanku saat ini. Jika sebelumnya aku merasakan kebahagiaan yang tiada duanya, kali ini aku merasakan kesedihan yang cukup membuatku begitu kacau. Bagaimana tidak, kemungkinan besar aku tak dapat pulang ke rumahku yang ada di Jakarta, entah bagaimana keadaan keluarga yang ada di sana. Perlahan, air mata jatuh membasahi pipi.


"Kania, makan dulu yuk," ucap Bu Mega masuk ke dalam kamarku.

__ADS_1


"Gak ah Bu, Kania gak lapar," balasku dengan wajah sendu.


"Nanti kamu sakit dan gak bisa cari pintu keluar dari kota Petra ini. Emang kamu mau tinggal di sini selamanya meninggalkan keluarga yang ada di rumah?".


"Enggak Bu, tapi kan gerbang utama di ibukota aja Kania gak bisa lewat, emang pintu mana yang bisa Kania lewati?".


"Ibu tau kamu pasti sedih, tapi kamu harus tetap semangat. Coba bayangin gimana perasaan keluarga kamu ngeliat kamu sedih dan putus asa gini, mereka juga gak kalah sedihnya ngeliat kamu hilang entah kemana".


"Iya ya Bu, Kania gak boleh sedih dan harus semangat agar bisa keluar dari sini" ucapku dengan semangat membara.


"Nah gitu dong" balas Bu Mega senang.


Aku merasa sangat beruntung bisa bertemu dengan Revan dan Bu Mega yang mendukungku dalam keadaan apapun.


"Jadi gimana, masih semangat?".


"Masih dong, aku malah tambah semangat".


"Maaf ya Kan, sepertinya aku gak bisa nemenin kamu soalnya toko lagi rame-rame nya".


"Gak papa kok Van, aku rencananya mau ke taman tulip besok".


"Iya bener tuh, mungkin aja bisa ketemu satu atau dua petunjuk agar kamu bisa keluar dari sini".


"Iya, makanya aku mau santai sejenak di danau kura-kura ini".


"Semangat Kania, aku yakin pasti banyak jalan menuju Roma".


"Aku gak mau ke Roma Van, aku maunya pulang ke Jakarta," ucapku disertai dengan tawa kecil.


"Aku tau, itu kan hanya ungkapan aja," balas Revan malas.


Sudah diputuskan, besok aku akan mengunjungi taman tulip lagi. Siapa tau aku bisa menemukan jawaban atas pertanyaan ku. Minimal, menemukan petunjuk atas apa yang terjadi padaku hingga aku sampai di kota Petra ini.


Jika tak ada apapun di sana, aku tak tau lagi harus bagaimana. Mungkin aku akan ikhlas dan tinggal bersama dengan Bu Mega. Papa, Mama, Kania harap kalian jangan menghawatirkan Kania, karena Kania baik-baik aja di sini. Doakan juga agar Kania tetap optimis demi menemukan jalan pulang untuk kembali ke rumah.


Mengapa Kania tak bisa melewati gerbang utama ibukota? Akankah Kania terjebak di kota Petra selamanya?


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys 🤗

__ADS_1


__ADS_2