Another World

Another World
Episode 6


__ADS_3

"Seperti benang panjang yang saling terhubung, semua hal ini masih membuatku bingung"



"Arghhhhh.....," teriakku.


"Kania, kamu kenapa?" tanya seorang wanita yang terdengar familiar.


"Hahh... Mama kok ada disini?" tanyaku tak percaya.


"Loh, Mama kan emang selalu di sini jagain kamu. Alhamdulillah, akhirnya kamu bangun juga," ucap Mama.


"Bangun apa?, Kita dimana ini Ma?".


"Kita di rumah sakit, kamu tuh udah koma selama 3 bulan lo, Mama dan Papa hampir putus asa karena takut kamu gak bangun lagi".


"Hahh...jangan bercanda deh Ma, Kania gak koma kok cuma kemaren Kania sempat ke kota Petra".


"Kota Petra?" tanya Mama bingung.


"Iya Ma, entah kenapa Kania bisa ada di sana, maafin Kania yang udah buat Mama sama Papa khawatir karena udah lama gak pulang".


"Kamu ini ngomong apa sih, kan udah Mama bilang kalo kamu itu koma karena kecelakaan".


"Kecelakaan?, Iya Kania juga kecelakaan saat di kota Petra setelah berantem sama Revan".


"Kamu ngelindur ya?, Selama ini kamu gak pernah pergi kemanapun, Papa sama Mama yang jagain kamu di sini dalam keadaan koma selama 3 bulan," jelas Papa lagi.


"Tapi pa..."


"Udah jangan di pikirin, palingan juga kamu mimpi, kamu laper kan?, Ini makan dulu buburnya," ucap Mama sambil menyuapiku sesendok bubur.


"Hahh... apa-apaan ini, apa aku cuma bermimpi? Tapi semua itu terlihat begitu nyata untuk dibilang sebuah mimpi. Aneh, kenapa tiba-tiba aku pulang dan terbaring di rumah sakit. Gimana dengan kota Petra, Revan dan Bu Mega apakah mereka akan mengingatku?" batinku.


Semua masih begitu membingungkan, saat di kota Petra adalah hal paling tak masuk akal yang pernah aku alami selama 19 tahun hidupku. Sekarang malah aku kembali pulang dengan keadaan koma di rumah sakit, sebenarnya apa penyebab semua ini?


"Wihh...bangun juga lo akhirnya, gue kira lo udah lewat," celetuk Radith yang notabenya sepupuku.

__ADS_1


"Apa sih, jadi kamu berharap aku gak bangun bangun lagi gitu?".


"Ya gak gitu juga sih Kan, cuma lo itu udah lama koma gue kira lo udah lewat," tambah Radith lagi dengan santainya.


"Yee...enak aja, kalo aku gak bangun nanti kamu kesepian lagi".


"Iya sepi banget, gak ada yang bisa gue jahilin lagi".


"Ngeselin banget kamu Dith," kesalku.


"Lo hari ini udah bisa pulang ke rumah?".


"Iya, aku udah bisa pulang. Ohh iya kamu tau Revan ada dimana?".


"Revan siapa? Setau gue lo gak pernah punya temen yang namanya Revan deh".


"Revan lo Dith, nama panjangnya Revanza Adinata".


"Gak ada, apa karena kelamaan koma ya otak lo jadi geser gini".


"Serius gak ada?".


Tak ada yang tau akan Revan ataupun kota Petra. Apa selama ini aku sedang bermimpi atau berkhayal di alam bawah sadar selama koma? Entahlah, kepalaku terasa sangat berat udah memikirkan itu semua.


"Alhamdulillah, akhirnya kamu bisa pulang dan berkumpul lagi sama kita," ucap Mama.


"Iya Ma, Kania juga senang akhirnya bisa pulang ke rumah".


"Lo harus cepat sembuh Kan biar kita bisa jalan-jalan lagi," celetuk Radith tiba-tiba.


"Iya Dith, oh iya si Yuna kemana?".


"Lahh, dia sibuk kuliah di Belanda lah, lo nya aja yang cuti selama 3 bulan".


"Iya ya, sekarang Yuna udah semester 3, dan sekarang aku di semester 2 aja".


"Yaudah sih gak usah dipikirin, fokus aja sama kesehatan lo setelah itu baru balik ke Belanda setidaknya 3 bulan dari sekarang".

__ADS_1


"Iya Kan, kamu di sini aja dulu, Mama sama Papa kangen sama kebersamaan keluarga kita," tambah Mama yang akhirnya membuka suara.


"Oh iya Ma, emang Kania kenapa kok bisa sampe kecelakaan gitu ya?".


"Kemaren kan kamu pulang kesini untuk liburan bareng Yuna, kamu tuh tertabrak truk karena kegirangan dapat diskon buku yang gede banget sampe akhirnya kamu gak sadar ada truk yang datang dengan kecepatan tinggi, ya setelah itu kamu koma," jelas Mama panjang lebar.


"Serius, cuma gara-gara hal itu? Kok kecelakaan Kania gak keren banget sih Ma," kesalku.


"Emang ada orang kecelakaan dalam keadaan keren?" tanya Papa.


"Ya enggak sih Pa, cuma masalahnya sepele banget".


"Nah tu tau, makanya lain kali kamu harus hati-hati dan tetap waspada dengan keadaan sekitar, jangan sampe hal ini terulang lagi baik di sini atau saat kamu berada di Belanda," nasihat Papa.


"Siap bos, Kania janji gak bakal kaya gitu lagi," balasku disertai dengan cengiran.


Revan, Bu Mega, kalian sebenarnya nyata gak sih? Aku pengen banget ketemu sama kalian, ditambah lagi aku marahan sama Revan, aku merasa sangat bersalah. Pokoknya, selama di sini aku harus mencari kalian, siapa tau kalian memang berada di sekitarku meskipun aku tau bertemu kalian adalah hal yang mustahil.


"Kania, sarapan dulu," ucap Mama.


"Iya Ma," balasku sembari menuruni anak tangga.


"Kamu udah telepon Yuna belum?".


"Hahh..belum Ma, selama Kania koma, Yuna ada jengukin?".


"Ngomong apa sih, jelaslah dia nungguin kamu sejak dari kecelakaan itu sampe beberapa hari sebelum akhirnya libur semester selesai".


"Serius Yuna nemenin aku terus?, Jadi waktu di sini dia gak kemana-mana?".


"Keliatannya sih iya, mama sih udah bilang kalo Yuna mau pergi jalan-jalan gak papa, akhirnya dia pergi juga sama Radith meskipun dengan berat hati".


"Oke, nanti aku bakalan telepon Yuna," kataku lagi sambil menyantap sebuah roti.


Yuna, kamu emang sahabat terbaik aku.


Selalu ada nemenin aku disaat senang ataupun susah. Udah lama juga kita gak ketemu, tiga bulan lagi kita ketemuan ya saat aku balik ke Belanda.

__ADS_1


Kalo kalian, punya sahabat baik seperti Yuna juga gak??


Dukung terus novel ini agar terbit sampai selesai ya 😊


__ADS_2