Another World

Another World
Episode 38


__ADS_3

"Tidak ada kata benci dalam sebuah keluarga karena darah kita sama. Sama-sama merasakan kebahagiaan juga rasa sakit"


 


"Alvi, yang mulia Carey Mulligan akan mengadakan perjamuan makan siang sebelum kalian semua kembali ke Belanda. Sampaikan hal ini pada Kania dan yang lainnya," terang Ares.


"Baik, akan saya sampaikan," balasku berlalu pergi.


Yap, rencananya hari ini kami semua akan kembali ke Belanda, dan aku juga akan menetap di sana demi menjaga Kania dari berbagai macam bahaya yang akan mengancam.


"Kania, sampaikan pada Yuna dan Radith bahwasanya raja Carey akan mengadakan perjamuan makan siang sebelum kalian kembali pulang ke Belanda," ucapku menghampiri Kania yang tengah duduk di bangku taman.


"Pulang ke Belanda? Serius kamu Vin?" tanya Kania dengan semangat.


"Iya, jangan lupa untuk menghadiri perjamuan makan siang itu," ingatku lagi.


"Siap bos," balas Kania singkat.


"Kania, bagaimana perasaan kamu karena sebentar lagi kamu akan segera pulang?" tanya raja Carey saat di meja makan.


"Senang sekali yang mulia. Akhirnya setelah semua masalah ini, saya bisa pulang dan hidup tenang juga," balas Kania sedikit tertawa.


"Baguslah jika kamu senang. Tapi, Alvi juga akan menetap di Belanda," terang raja Carey lagi.


"Vino? Ada tugas yang harus dikerjakannya di Belanda?" tanya Kania penasaran.


"Iya, dia akan mengawasi dan melindungi kamu dari berbagai macam bahaya," jelas raja Carey.


"Maaf yang mulia, tapi saya tidak membutuhkan perlindungan apapun. Karena di Belanda, tidak ada yang akan mengincar dan mau membahayakan saya," tolak Kania.

__ADS_1


"Saya tau akan hal itu. Tapi yang saya khawatirkan adalah, jika Skandinavia atau negara lain tau akan jati diri kamu yang sebenarnya, mereka akan berusaha untuk mencelakakan kamu lagi," ucap raja Carey khawatir.


"Baiklah, jika itu yang mulia khawatirkan saya tidak akan menolak," setuju Kania.


"Saya memiliki satu pengumuman penting lagi yaitu Revanza Adinata akan menjadi prajurit pelindung kerajaan," ucap raja Carey.


"Wahh..selamat ya Van," ucap Yuna gembira.


"Maaf menyela yang mulia. Saya tidak bisa menerima hak itu karena saya bukanlah orang baik karena sebelumnya saya telah membuat kekacauan bagi Skandinavia," terang Revan menolak.


"Masalah itu bukanlah kesalahan kamu. Saya tau jika kamu adalah orang yang baik karena kamu telah berusaha keras untuk menyelamatkan Skandinavia dan juga Kania," jelas raja Carey lagi.


"Tapi yang mulia...," sela Revan.


"Revan, jangan menyela. Semua hal ini sudah berakhir, jadi tak ada salahnya jika menerima tawaran dari yang mulia Carey Mulligan," tambah raja Pierre membuka suara.


"Jika yang mulia menginginkan hal itu. Saya tidak akan berani menolak," ucap Revan menerima.


"Baik yang mulia," ucap kami serempak.


"Revan, selamat ya karena kamu telah menjadi prajurit pelindung kerajaan," ucap Kania senang pada Revan berjalan meninggalkan ruang makan kerajaan.


"Hahh...iya, tapi sebenarnya aku gak terlalu senang," balas Revan yang tampak lesu.


"Guys, gue sama Radith duluan ya. Kita pengen menghabiskan waktu berdua dulu. Hehehe," ucap Yuna cengengesan sambil menarik Radith.


"Yee...masih sempat-sempatnya pacaran," ucap Kania.


"Biarin, wleekk...," balas Yuna meledek dan langsung pergi.

__ADS_1


"Huhh....ngeselin banget si Yuna," kesal Kania.


"Aku duluan ya, sepertinya ada hal yang harus kalian bicarakan," ucapku membuka suara.


"Ehh...kamu mau kemana Vin?" tanya Kania.


"Jalan-jalan sebentar," ucapku berlalu pergi.


"Van, aku boleh tanya satu hal sama kamu gak?" tanya Kania.


"Tanya apa?"


"Aku penasaran banget gimana caranya kok kamu bisa tinggal di kastil Serilya dan bermusuhan dengan Vino?"


"Hmm.."


"Ehh...kalo kamu gak mau cerita juga gak papa, aku pengen tau aja sebelum aku pulang ke Belanda. Soalnya kamu misterius banget sih"


"Gitu ya? Pada awalnya, hubunganku dengan keluarga berserta kak Alvi baik-baik saja. Sampai akhirnya, rasa itu yang ada di diriku kian menggema hingga membuatku lupa diri. Kamu tau, kak Alvi adalah orang yang sangat sempurna dan merupakan sosok yang paling aku kagumi. Semua hal bisa dilakukannya mulai dari hal yang sederhana sampai hal yang bahkan tidak bisa aku lakukan. Satu lagi, kak Alvi juga memiliki tubuh yang sehat tidak seperti aku yang lemah ini, sering sakit-sakitan dan sering menyusahkan. Sebenarnya, semua itu tak pernah membuatku lupa diri tapi ada satu impianku yang direbut oleh kak Alvi. Kamu tau apa? Dia mengambil posisi yang selama ini aku impikan, yaitu sebagai prajurit sekaligus pelindung pribadi dari orang-orang penting yang ada di istana. Sebenarnya aku tak masalah jika dia melakukan itu, tapi yang jadi permasalahannya adalah sebelumnya ia tak pernah menginginkan posisi sebagai prajurit bahkan pengawal pribadi bagi putri Camilla itu. Orang tua kami yang berharap hal itu pada kak Alvi karena menjadi bagian dan melindungi istana bahkan negara adalah hal yang sangat membanggakan. Padahal, aku sangat menginginkan posisi yang sudah ku impikan itu, alasannya cuma satu karena aku terlalu lemah untuk menjadi seorang prajurit atau bahkan pelindung orang-orang penting yang ada di istana," jelas Revan dengan detail.


"Lemah? Kamu tidak terlihat seperti itu," heran Kania.


"Ya, mungkin ini adalah hasil didikan dari ayah Louis. Bagaimana pun juga, aku bisa menjadi orang yang tegar begini karena dia. Saat itu, di umurku yang 15, kak Alvi berhasil menjadi prajurit istana bahkan prajurit terbaik yang berhasil lolos seleksi ketat yang diadakan oleh pihak istana. Saat itu, aku sangat sedih dan pergi meninggalkan rumah. Aku berjalan tanpa tau arah tujuan sampai akhirnya aku ditemukan oleh ayah Louis pingsan tergeletak di hutan yang aku lupa namanya saat itu, aku hampir kehilangan nyawa dan ayah Louis langsung membawaku ke kastilnya. Memberiku makan, minum, memberi tempat tinggal, mengajari aku banyak hal tentang kehidupan, cara berperang dan berpedang juga diajarkannya. Saat itu aku sangat bahagia, dan berniat untuk membalas dendam pada orangtuaku dan juga kak Alvi. Ayah Louis memang sangat berharga bagiku, meskipun dia telah memanfaatkanku tapi aku tak bisa untuk membencinya lebih dari itu," terang Revan lagi.


"Setelah mendengar cerita dari kamu, aku ikut merasakan kesedihan yang kamu alami. Tapi satu hal yang pasti, Vino dan orangtuanya kamu tak akan pernah membenci kamu setelah apa yang kamu lakukan pada mereka, seperti kamu juga yang tidak bisa membenci Alexander Louis," ucap Kania menyemangati.


"Iya, makasih ya Kan. Sekali lagi aku minta maaf karena telah menjebak kamu," ucap Revan dengan sopan.


"Iya tak apa," balas Kania singkat.

__ADS_1


Itulah percakapan antara Revan dan Kania yang tak sengaja kudengar. Awalnya, aku memang pergi untuk melihat keadaan istana, tapi aku melupakan barang yang tertinggal di dalam istana hingga aku kembali untuk mengambilnya. Tanpa sengaja, aku mendengar semua percakapan antara Revan dan Kania tentang masa lalu Revan.


"Kamu benar Kan, sejahat dan sesalah apapun Revan, dia tetaplah adikku. Dan aku takkan bisa untuk membencinya," ungkapku dalam hati.


__ADS_2