Another World

Another World
Episode 7


__ADS_3

"Kebersamaan bersama keluarga adalah hal yang paling menyenangkan dan tak dapat digantikan"


 ***


"Lo nyariin apa sih Kan, dari tadi celingak-celinguk gak jelas," celetuk Radith.


"Enggak kok Dith, cuma liat-liat sekitar aja".


"Aneh banget deh lo, kita kesini tuh buat piknik. Apapun yang ada di pikiran lo itu sebaiknya dibuang dulu deh nikmatin waktu yang berharga ini".


"Iya maaf," balasku sedih.


Yap, hari ini aku dan keluarga pergi liburan ke villa milik keluarga Darmono yang ada di kepulauan seribu. Seluruh keluarga besar ada di sini mulai dari kakek sampai cucu.


"Kania senang banget karena hari ini semua keluarga bisa ikutan pergi liburan".


"Iya, udah lama juga kita gak barengan kaya gini, habis semua pada sibuk sih," balas Bibi Devi.


"Kamu sih Dev seringan ke luar kota, jadinya jarang ketemu kita," kata Mama.


"Ya Mbak Mil namanya juga urusan kerjaan," kata Bibi Devi lagi


"Sebaiknya kita istirahat aja dulu, terus nanti malam kita bakar-bakar," ucap Papa.


"Iya, semua yang dibutuhkan juga udah ada, ayo lah semuanya pada istirahat," timpal Bibi Devi lagi.


Sejenak, aku melupakan semua hal tentang kota Petra beserta Revan. Seperti kata Radith tadi, ini adalah waktu paling berharga. Jadi lupakan semua yang menjadi beban pikiran, dan nikmati liburan ini.


"Kak Kania, Chika senang karena kakak udah bangun," kata adik sepupuku dengan lembutnya.


"Iya, ini semua berkat doa Chika yang selalu doain kakak," balasku disertai dengan senyuman.


"Hehe, kakak nanti pergi ke tempat yang banyak kincir anginnya itu?".

__ADS_1


"Iya, kakak harus balik kesana sekitar satu bulan lagi. Chika gimana sekolahnya?".


"Chika sekarang udah kelas 2 SD kak, teman Chika juga udah banyak, semuanya baik-baik. Tapi ada beberapa anak laki-laki yang suka bikin keributan, Chika kesal jadinya," cemberut Chika.


"Tapi Chika senang kan karena teman Chika pada baik semua".


"Iya sih kak, walau mereka bandel tapi gak pernah berantem".


"Dengar ya, Chika harus berteman dan berbuat baik pada siapapun, karena kebaikan itu suatu saat nanti pasti balik ke Chika sendiri".


"Jadi Chika gak boleh marah-marah?".


"Kalo mereka udah kelewatan, Chika boleh kok marahin mereka".


"Oke kak, Chika bakal berteman baik sama teman-teman".


Tak terasa, sudah 2 bulan sejak aku bangun dari koma. Sesuai jadwal, bulan depan aku akan balik ke Belanda melanjutkan kuliah yang sempat terhenti. Yuna sangat senang dan sudah tak sabar menunggu kedatanganku di sana.


"Akhirnya bisa rebahan juga, capek juga duduk di mobil seharian," keluhku sambil berbaring.


Kasur adalah tempat paling berbahaya yang memiliki daya magnet begitu besar. Saat jatuh kesana, kau akan langsung terbenam dalam khayalan-khayalan manis semu layaknya bunga-bunga tidur yang berwarna indah. Dan sekarang, aku terjebak dalam hal itu.


"Kania bangun, ini udah Maghrib. Kamu mandi sana," ucap Mama sembari menggoyangkan tubuhku.


"Nghh..., emang udah Maghrib ya? Perasaan tadi masih siang," balasku dengan mata berat.


"Sekarang udah Maghrib lo, sana kamu mandi terus kita shalat berjamaah. Cepetan kamu mandi, yang lain udah nungguin".


"Oke siap," kataku langsung merampas handuk dan melesat ke kamar mandi.


"Uhuuyy... bakar-bakar makanan enak," kata Radith kegirangan.


"Kaya bocah kamu Dith. Chika, Andy, sama Edo santai aja tuh, malah kamu yang kegirangan".

__ADS_1


"Biarin lah, gue kan senang karena banyak makanan yang bisa disantap, hehehehe".


"Hadeeuhh...kok mau sih Yuna sama orang kaya kamu," ucapku tak habis pikir.


"Mau dong, gue kan cowok romantis," balas Radith dengan pedenya.


"Pede banget, paling Yuna diguna-guna supaya mau jadi pacar kamu kan?".


"Enak aja, gak pernah tu gue kaya gitu," cemberut Radith.


Hangat, satu perasaan yang kurasa saat berkumpul dengan keluarga tercinta. Bercanda, tertawa, bahkan keakraban yang ada saat ini membuatku ingin menghentikan waktu barang sedetik saja. Kebersamaan seperti ini jarang kami dapatkan karena semua pada sibuk dengan kerjaan masing-masing.


"Oh iya Kania, kamu jadi balik ke Belanda bulan depan?" tanya kakek Darmono yang tengah menyantap sate kambing.


"Iya kek, Kania bakal balik untuk lanjutin kuliah Kania yang kemaren sempat terhenti".


"Bagus, satu pesan kakek kamu harus hati-hati agar kejadian kemaren gak terulang lagi. Kakek dan semua yang ada di sini khawatir sama kamu".


"Iya kek, dari sekarang Kania pasti lebih berhati-hati lagi".


"Baguslah kalo kamu paham".


"Ayo semua dimakanin ini ada sate ayam, kambing, ikan bakar juga ada, jagung bakar paling enak, ada juga tuh pisang bakar, ayo habisin semuanya," tambah kakek lagi dengan semangat.


"Kakek jangan banyak-banyak makan sate kambing, nanti kakek bisa masuk rumah sakit kaya kak Kania," celetuk Andy dengan polosnya.


"Iya, Andy tenang aja kakek gak akan masuk rumah sakit kok," balas kakek sembari mengelus kepala Andy dengan lembut.


Anak kecil emang gak pernah bohong ya, sifat polos dan kata-kata yang keluar dari mulutnya begitu jujur dan tanpa beban. Hal-hal kecil itulah yang membuatku selalu tersenyum dengan sumringah.


"Ngapain lo senyam-senyum sendiri, kesambet yak? tanya Radith yang membuatku sedikit jengkel.


"Iya kesambet, kesambet setan tukang kepo dan pembuat onar yang namanya Radith Al Farezi," balasku dengan kesal dan langsung pergi meninggalkan Radith.

__ADS_1


Radith si tukang pengacau, kesal gak sih kalo ada orang seperti Radith gini?


__ADS_2