ANTARA AKU DAN DIA

ANTARA AKU DAN DIA
PROLOG


__ADS_3

Malam itu,seorang wanita terbangun dari tidurnya karena haus. Wanita itu adalah Dinda,wanita cantik yang berusia 21 tahun dan dia seorang yang sangat penutup akan dunia luar. Saat Dinda akan kembali ke kamar dari dapur,dia tak sengaja mendengar namanya disebutkan oleh ibunya. Kebetulan,kamar Dinda berada di samping kamar ibunya. Mengira ibunya sedang mimpi buruk dan mengigau,Dinda mengintip ke dalam kamar ibunya,dan melihat ibunya yang sedang bertelfonan dengan seseorang. Meskipun Dinda tau kalau ibunya sedang bertelefon,Dinda tetap menguping pembicaraan ibunya itu karena penasaran.


"Aku tidak yakin Dinda akan menyetujui perjodohan ini...." kata ibu Dinda.


Dinda sempat membelalakkan matanya karena mendengar namanya dan sebuah perjodohan. Namun tak berapa lama kemudian Dinda kembali ke ekspresi datarnya.


Masih penasaran dengan apa yang ibunya bicarakan dia bertekad tetap menguping pembicaraan ibunya itu.


"Jika anakmu bersedia maka telfon aku ya!" kata ibu Dinda berharap besar.


".......baik-baik kalau begitu besok aku akan membicarakan ini dengan putriku..."Kata Ibu Dinda menjawab orang yang ditelfonnya.


Lalu ibu Dinda mengakhiri panggilannya dan kembali tidur.


Dinda kembali ke kamarnya dengan perlahan-lahan sehingga tidak menimbulkan suara. Setibanya di kamar, Dinda mendudukkan dirinya di sebelah jedela yang terbuka,angin berhembus menerpa rambut pirang Dinda dan matanya yang berwarna biru mengkilap-kilap karena terkena pantulan cahaya bulan yang ditatapnya. Membuat Dinda sangat menawan waktu itu. Matanya terpejam dan sedang berpikir....


"Jika aku menikah...semoga saja suamiku adalah orang baik...."kata Dinda dalam hati.


.


..


...


"Ahh!,apa sih yang aku pikirkan!,aku akan tetap menolak perjodohannya!"teriak Dinda dalam hati,sambil mengacak-acak rambutnya.


Keesokan harinya,Dinda dan ibunya sedang duduk di sofa melihat TV bersama, keheningan terpecah setelah ibunya berbicara.


"Nak ibu ingin membicarakan sesuatu...."Kata ibu Dinda sambil menatap Dinda.


Mungkin Dinda sudah tau topik apa yang akan dibicarakan dengan ibunya.


"Ingin bicara apa Bu?"jawab Dinda dengan fokos melihat TV.


Ibunya menatap Dinda, berpikir sejenak dan menarik nafas dalam-dalam,ibunya pun berbicara sambil menggenggam tangan Dinda.


"Nak ibu ingin men- "Sebelum selesai berbicara Dinda memotong cakap ibunya.

__ADS_1


"Bu Dinda tau apa yang akan ibu bicarakan,ibu ingin menjodohkan ku dengan seseorang,iya kan".Jawab Dinda dengan masih tetap fokus melihat TV.


Ibunya terkejut dan bingung,seolah Dinda tau semua yang dipikirkannya. Masih tetap dengan tatapan bingung ibunya ke Dinda. Dinda pun berkata.


"Bu maafkan kelancangan Dinda,karena semalam Dinda menguping pembicaraan ibu dengan seseorang,Dinda tau kalau ibu ingin Dinda segera menikah,tapi Dinda masih ingin bersama ibu disini". Kata Dinda dengan mata berkaca-kaca.


"Nak,apa kamu menyayangi ibu?".Tanya ibu Dinda.


Dinda kaget dengan pertanyaan ibunya dan menolehkan wajahnya ke arah ibunya yang sedari tadi masih menonton TV.


"K-kenapa ibu bertanya seperti itu?".Tanya Dinda sambil menatap serius ibunya.


"Jika kamu menyayangi ibu,maka....menikahlah dengan calon yang ibu pilih!". Kata ibu Dinda dengan mempererat genggaman tangannya di Dinda.


Tatapan Dinda semakin serius kepada ibunya namun Dinda berkata...


"Aku......,ibu,aku bersedia". kata Dinda sambil memasang senyum tipis.


Ibunya terlihat sangat senang dan berdiri dari duduknya.


"Nak,ibu telfon calon mertuamu dulu ya!".Kata ibu Dinda sambil berlari kecil menjauhi Dinda.


"Aku tidak menyangka kalau ibu akan segirang itu...". Gumamnya dalam hati.


Karena merasa agak lapar Dinda pergi ke dapur untuk mencari cemilan. Tiba-tiba ibu Dinda berteriak.


"DINDA!,KEMARILAH NAK!"Teriak ibunya.


Dinda terkejut dan berlari menghampiri ibunya yang berteriak sangat kencang!.


"Ibu ada apa?!,kenapa teriak-teriak?!". Tanya Dinda sambil mengkhawatirkan ibunya.


Dinda bingung karena mengira terjadi sesuatu kepada ibunya namun nihil,yang dilihatnya hanya senyuman sangat lebar dari ibunya, Dinda sangat bingung kenapa ibunya tersenyum sangat lebar, tidak seperti biasanya.


"Kenapa ibu teriak-teriak tadi-_-?!". Tanya Dinda,dengan wajah agak kesal.


Ibunya malah tersenyum lebih lebar dari tadi dan membuat Dinda kesal karena pertanyaannya tidak dijawab.

__ADS_1


"Aku mau lanjut mencari camilan di dapur,kalau ibu tidak mau memberitahuku!". Cakap Dinda sambil mentap ibunya itu.


Ibunya pun sedikit tertawa karena melihat Dinda agak kesal karena ibunya menggodanya.


"Besok dandan yang cantik ya!,calon suami sama mertuamu akan datang!". Cakap ibunya sambil mengajukkan jempolnya ke arah Dinda. Namun!,Dinda mematung dan malah bicara....


"Aku ke dapur dulu,camilannya nanti dimakan tikus!, ibu bicara tentang calon-calon itu nanti saja!,". Cakap Dinda sambil pergi meninggalkan ibunya.


Di dapur.


Dinda terlihat merasa sedikit kenyang karena memakan camilan yang tersimpan di dalam rak lemari dapur yang dari tadi ribet di carinya. Dinda melihat ibunya yang sedang membersihkan ruang tamu karena besok calon besan dan menantunya akan datang,Dinda berpamitan kepada ibunya karena ingin ke kamar dan memandang langit biru dari jendela kamarnya itu,tiba-tiba Dinda terkejut karena ada kerikil yang dilemparkan ke arahnya dari bawah,Dinda melihat dari asal batu itu dilemparkan dan melihat sepupunya berdiri di depan rumahnya.


"Excel!". Cakap Dinda dengan perubahan ekspresi yang tadinya serius mentap langit dan sekarang menjadi senyum lebar di wajahnya.


Dinda turun dari kamarnya menuju ke halaman rumahnya untuk menemui sepupunya itu.


Dinda mendatangi Excel lalu bertanya


"Tumben kemari pasti ada yang mau dibicarakan ya!". Tanya Dinda dengan girangnya.


"Wah-wah-wah kakak sepupuku ini ternyata pintar ya!". Jawabnya yang meledek Dinda karena suka isengin kakaknya itu.


"Hei kakak itu dari lahir sudah pintar tau!". Jawab Dinda dengan sangat percaya diri.


Dinda mengajak masuk Excel,lalu berbincang hingga sore hari. Excel pun berpamitan pulang dan Dinda pun menghampiri ibunya yang duduk di sofa dengan melihat TV.


"Ibu mau makan apa malam ini?". Tanya Dinda.


"Terserah kamu nak!". Jawab ibunya yang masih fokus dengan TV.


Makan malam pun tiba. Dinda duduk berhadapan dengan ibunya di meja makan dan makan bersama, saat mereka makan tidak ada seorang pun yang berbicara karena itu waktu makan,setelah makan malam,ibu Dinda berkata...


"Nak jangan lupa besok,kamu harus dandan yang cantik ya!". Cakap ibunya sambil tersenyum.


Dinda hanya menganggukkan kepalanya mengiyakan perintah ibunya itu. Malam itu sungguh ribet Dinda harus mendengarkan ocehan ibunya karena hari esok.


Esoknya Dinda dipanggil ibunya karena calon mertua dan suaminya sudah datang,Dinda pun mengaca sekali lagi memastikan penampilannya sempurna karena tidak ingin membuat ibunya malu. Dinda turun ke ruang tamu untuk melihat calon mertua dan suaminya itu tak disangka ternyata yang menjadi suaminya adalah Rendy teman semasa SMP Dinda. Dan hari pernikahan pun ditetapkan........

__ADS_1


 


__ADS_2