ANTARA AKU DAN DIA

ANTARA AKU DAN DIA
Pertemuan mengejutkan


__ADS_3

Keesokannya.....


Dinda bangun lebih awal daripada Rendy, saat terbangun Dinda medapati dirinya masih dipeluk Rendy. Dinda pun langsung bangun dan pergi ke kamar mandi. Jantungnya berdegup sangat kencang dan membuatnya salting di kamar mandi. Dinda pun memutuskan mandi. Setelah mandi dan mengganti bajunya, Dinda pergi ke luar untuk memesan makanan di cafe hotel, sebelum pergi Dinda menulis surat agar Rendy tidak bingung dia ada dimana. Saat akan kembali ke kamar, tiba-tiba Dinda tidak sengaja menabrak seseorang dan meminta maaf.


"Maaf saya tidak senga-". Dinda melihat wajah orang yang dia tabrak nya, wajah Dinda dipenuhi ekspresi terkejut bercampur takut, seketika itu makanan yang dibeli Dinda terjatuh dari tangan Dinda dan tergeletak berserakan.


"Wah-wah wanita yang menyenangkan hatiku waktu itu ya". Kata lelaki itu yang mendekatkan dirinya kepada Dinda.


Dinda menelan salivanya karena rasa takut dan trauma mendalam pada lelaki itu. Jantung nya berdegup kencang, kaki dan tangannya bergetar dan tubuhnya seakan tak berdaya di depan lelaki itu. Tangan lelaki itu tiba-tiba memegang dagu Dinda dan menaikkan dagu Dinda hingga wajah Dinda dan laki-laki itu saling bertatapan. Wajah Dinda yang sangat takut itu ditambah Dinda yang hampir menangis, membuat lelaki itu tersenyum puas melihatnya.


"Sudah 11 tahun berlalu, tapi kau masih seperti dulu ya". Lelaki itu mendekatkan bibirnya ke bibir Dinda dan hampir mencium Dinda. Sebelum itu terjadi, tiba-tiba ada orang memegang pundak laki-laki itu dan menatap tajam lelaki itu.


"Melecehkan istri orang akan mendapatkan hukuman yang berat, Tuan Erik Zhou, pergi atau ku suruh orang-orang ku mengurusmu". Orang itu adalah Rendy.


"Hmmmmm..... Jadi kau sudah memiliki suami ya, apa kau mendapatkannya dari kerja menjual tubuhmu?". Bisik lelaki itu ke Dinda.


"Yahhh, baiklah aku tidak akan menganggu pekerjaanmu yang membuatmu kaya itu, tapi, aku akan membuatmu sengsara seperti berada di dalam neraka'. Ancam Erik , setelah itu Erik pergi meninggalkan Dinda, Dinda meneteskan air matanya satu demi satu. Meskipun Dinda tau Rendy sudah membereskan lelaki itu. Dinda tetap menangis karena teringat masa lalu yang sangat pahit.


*DASAR PE**CUR KAU MEMBUAT IBUKU MENINGGAL BUNUH DIRI! SELAMANYA AKAN KUBUAT KAU MERASAKAN BAGAIMANA RASANYA KEHILANGAN SESUATU YANG BERHARGA!*. Suara Erik yang dulunya membentak Dinda, tergiang di kepala Dinda membuatnya agak pusing.


"Kenapa harus bertemu kamu?! Hari itu cuma fitnahan sepupu mu! kamu tidak memberiku kesempatan menjelaskan! dan Samapi sekarang kamu masih tetap membenciku!".


Tanpa kata-kata Rendy langsung memeluk Dinda dan memegangi tangan Dinda agar kuat berdiri karena kakinya sudah lemas. Rendy mengantar Dinda ke dalam kamar, dan Dinda pun berlari ke arah kamar mandi meninggalkan Rendy.

__ADS_1


"Dinda, ada apa sebenarnya?". Tanya Rendi dalam hati.


Di dalam kamar mandi terlihat Dinda duduk di sebelah bak mandi yang besar dan tangisnya tidak bisa dibendung lagi, air matanya jatuh sangat deras dan membuat Dinda menangis sampai terisak-isak. Rendy yang mendengar istrinya menangis seperti itu hanya bisa diam menunggu di depan pintu kamar mandi. Malam pun tiba, Dinda kemudian keluar dari kamar mandi dan melihat suaminya itu tertidur duduk di sebelah pintu kamar mandi. Dinda pun berusaha membangunkan Rendy.


"Kak Ren, bangun, kenapa kamu tidur di sini?". Kata Dinda sambil menggoyangkan tubuh Rendy.


Rendy terbangun dan melihat mata istrinya membengkak karena menangis terlalu lama. Dinda dan Rendy saling bertatapan dan tidak ada yang bicara. Dinda pun bicara dulu.


"Kak Ren dilantai itu dingin sebaiknya kak ren-". Belum selesai bicara Rendy memeluk Dinda.


"Sebenarnya ada masalah apa padamu dan si Erik Zhou itu?". Tanya Rendy. Pelukannya di Dinda semakin erat. Dinda terdiam sebentar dan membalas pelukan Rendy.


"Akan ku ceritakan kejadiannya di waktu yang tepat, untuk sekarang jangan mencari tahu informasi tentang masa lalu Erik itu, meskipun kalau kamu tahu dia adalah anak laki-laki satu-satunya dari perusahaan Zhou, jangan pernah mencari masalah dengannya, aku akan memberitahumu suatu saat nanti". Perkataan Dinda membuat Rendy sedikit tenang. Rendy pun berpamitan pada Dinda untuk pergi membeli makan malam.


***


"Kamu tidak makan? Aku membeli paha ayam sangat banyak lho". Kata Rendy sambil membuka bungkus makanan, dan mengeluarkan kotak yang berisi penuh paha ayam.


Dinda langsung beranjak dari tempat duduknya dan menaruh buku yang dibacanya tadi.


"Kamu beli dimana paha ayam yang banyak ini?". Karena tidak sabar Dinda memakan 2 paha ayam dengan agak cepat. Tiba-tiba Dinda merasa mual dan menaruh paha ayam yang baru saja digigitnya. Dinda berlari menuju kamar mandi dan muntah di toilet.


"Dinda kenapa kamu muntah?". Tanya Rendy.

__ADS_1


"Sepertinya aku kena masuk angin". Jawab Dinda dengan wajah pucatnya.


"Kalau begitu aku akan menyuruh pelayan untuk membawakan bubur saja". Rendy bekata seperti itu sambil mengambil telefon layanan cafe.


"Tidak, tidak, aku mau makan paha ayamnya saja!". Kata Dinda yang menghampiri Rendy.


Rendy tidak mendengarkan perkataan istrinya dan tetap memesan bubur. Jadinya Dinda memakan bubur tapi Rendy malah memakan semua paha ayam yang dibelinya. Setelah makan Dinda mengajak rendy bermain Truth Or Dare. Rendy mengangguk, mengiyakan ajakan Dinda.


"Yes! Ronde ke lima kamu kalah, sekarang pilih, Truth Or Dare?". Dinda bertanya dengan girang.


"Truth, aku pilih Truth, apa pertanyaannya?". Kata Rendy.


"Hmmm......., Kalau kamu tahu aku hamil apa yang akan kamu lakukan?". Tanya Dinda menatap Rendy.


"?! Dinda apa maksudmu?". Rendy bertanya sambil mengerutkan keningnya.


"Hey! Ini cuma pertanyaan! Memangnya aku punya maksud apa bertanya seperti itu? Apa kamu akan memaksaku aborsi lagi?". Suasananya hening tidak ada yang bicara...., Rendy diam menunduk sambil berfikir.


"Yang akan kulakukan...........


  Penasaran? Tunggu Up nya ya!,


Sampai jumpa

__ADS_1


(Salam hangat dari AUTOR:') dadahh:')


 


__ADS_2