ANTARA AKU DAN DIA

ANTARA AKU DAN DIA
eps 50


__ADS_3

keluarga besar Iskandar pun berkumpul lagi setelah makan malam dan Doni juga hadir di Mension itu.


"bagaimana dengan mu reybon,apa sudah siap menikah!"tanya papi Iskandar.


"loh kok jadi aku sih Pi,untuk apa aku nikah muda,lagi pula aku belum menemukan perempuan yg aku suka dan juga aku masih mau menikmati masa muda ku dulu!"seru reybon


"kalau kamu Doni,apa kamu sudah mau menikah!"tanya papi pada Doni. dan membuat Doni menelan ludah kasar tentang pertanyaan om nya tersebut.


ya Iskandar adalah om nya karna mama Doni bersaudara kandung dengan Iskandar.


"aku!"sambil menunjuk ke arah nya sendiri.


"ya,


"oh masalah itu sih om aku juga belum tahu,lagi pula benar kata reybon tadi kami juga belum menemukan wanita yg pas untuk menikah Dan juga aku belum siap menjadi imam takutnya nanti malah membuat kekacau dan malah membuat anak orang menderita,"jawab asal Doni karna ia tidak mau didesak juga sama om nya tersebut.


"ya udah apa kalian akan menunggu aku mati dulu baru pada menikah!"


"loh kata papi apa sih kan kak diegon udah nikah,lagi pula buat apa sih papi menyuruh kami menikah secepatnya?


"aku ingin kalian memberiku cucuku,karna diegon sama sekali belum memberikan itu padaku!"seru papi dan membuat mami Desi hanya diam sja,karna kedua orang tua itu sudah lama menginginkan seorang cucu tapi ya dulu hampir memiliki nya tapi karna Mery meninggal akhirnya impian mereka kandas untuk memiliki cucu karna bayi didalam perut Mery tidak bisa diselamatkan.


sedangkan diegon ia hanya diam dan menatap tajam ke arah mereka semua,ia tidak mengeluarkan suara apa pun.


mami Desi yg melihat itu pun menghampiri anak nya ia mengelus punggung anak nya sambil menenangkan nya.

__ADS_1


"nak,sabar tidak perlu memikirkan hal yg lain! aku tahu pasti kamu memikirkan Mery lagi kan atau kamu ada masalah dengan Rachel?"tanya mami


"tidak mi,aku tidak memiliki masalah apa pun,lagi pula buat apa memikirkan Mery dia itu sudah bahagia di alam nya sendiri,"jawab diegon bohong.


"ya udah terus Rachel kemana? kenapa ia dari tadi tidak muncul muncul juga,setelah makan tadi ia langsung naik ke kamar dan tidak berbicara sedikit pun!"


"munkin Rachel lagi istirahat munkin karna ia capek!"jawab dingin diegon


"kalau begitu kamu naik dan temani istri mu dulu nak! siapa tahu dia tuh membutuhkan seseorang di samping nya.


"Hem,"kemudian bangkit dan melangkah menaiki tangga menuju arah kamar Rachel,ia tidak bisa berlama lama dengan papi nya karna papi selalu menuntunnya memberikan cucu secepat nya tapi bukan nya rachel yg tidak siap tapi dirinya lah yg belum siap memiliki anak dari orang yg tidak ia cintai dan tidak ada artinya sama sekali di hidupnya.sehingga ia menyuruh Rachel untuk mengunakan kontrasepsi agar tidak hamil


diegon pun masuk tanpa mengetuk pintu,tapi matanya tidak melihat sosok Rachel yg berada dikamar nya,ia diam sejenak kemudian ia mendegar suara Rachel dari arah balkon kamar itu sedang menagis sambil berbicara sendiri.


diegon pun melangkah dan mendegar semua yg dibicarakan Rachel dibalik dinding balkon.


tapi sekarang aku menyerah aku menyerah...,


aku tidak bisa menambah luka lagi pada diriku sendiri,aku akan pergi dari tempat ini dan meninggalkan semua kenangan duka yg ku alami,aku akan mencari kehidupan ku sendiri,dan aku akan berjuang sendiri!"katanya sambil terisak.


diegon yg mendegar keluh kesah Rachel pun menjadi merasa bersalah karna dia,tega nya ia mengikat gadis itu dnegan pernikahan padahal ia tidak bisa mencintainya.


Rachel pun mengelap air matanya dan melangkah untuk turun kebawah tapi ia terkejut kalah melihat diegon yg berdiri di tangga sambil menatap tajam padanya.rachel perlahan mundur karna diegon yg mendekatinya.


"tuan mau apa? kenapa tuan mendekatiku?

__ADS_1


tapi tidak ada jawaban dari diegon iya pun hanya melangkah dan mendekati Rachel dnegan tatapan bencinya.


Rachel yg mendapatkan serangan dari diegon hanya diam sjaa menatap mata tajam milik suaminya,ia takut dan badan nya seketika merinding tangan dan kaki nya tidak bisa digerakkan lagi sehingga ia tanpa sadar terjatuh dan terduduk.


diegon mampu melihat tingkah syok Rachel kemudian ia pun duduk dan memegan rahang Rachel.


"kau kenapa Rachel? kenapa kamu begitu takut padaku? apa kau merasa bersalah padaku karna sudah membunuh istriku? atau ada hal lain yang kau takuti dariku!"kata diegon sambil membentak.


"Rachel,kau adalah wanita yg terlihat lembut anggung dan baik juga sopan tapi bagiku kau tidak memiliki itu SMA sekali,melainkan kau hanya seorang pembunuh,pembunuh dari istri dan anak ku..., teriak diegon.


Rachel hanya diam sjaa mendengarka semua hinaan yg keluar dari mulut orang yg di cintanya.


karna tiba tiba ia merasa lemah dan tidak berdaya untuk melawan perkataan diegon.


"kau sudah merusak semua nya Rachel,aku sudah berusaha untuk menerima mu tapi apa yg ku dapatkan,aku tidak bisa Rachel,"kata diegon sambil menempel kan dahinya pada Rachel.


kau terlihat seperti istriku tapi tingkah dan sifat mu banyak yg berbeda,dan kau memiliki banyak kekurangan untuk menjadi nyonya muda dari diegon Iskandar!"


tapi Rachel hanya mengerakkan tangan sja hendak memegan wajah ganteng milik suaminya tapi ia tidak bisa ia malah pingsang munkin karna lagi banyak pikiran dan juga beban yg ia tanggung.


Diegon kaget karna Rachel tiba tiba pingsang ini batu pertama kalinya ia melihat Rachel se sedih itu sampai pingsang.


diegon pun langsung mengendong Rachel menuju ke kamar nya dan memanggil mami dan juga papi nya kemudian menelfon dokter pribadi keluarga nya.


dokter. pun datang dan memeriksa kondisi Rachel kata nya ia tidak papa hanya kecapean juga dan banyak pikiran sehingga membuat nya kelelahan dan hidang kendali.

__ADS_1


dokter pun menyarankan agar rutin meminum vitamin yg ia berikan pada diegon.kemduian ia pulang dan semua penghuni Mension pun istirahat dan Diegon menemani Rachel yg tengah berbaring kemah dikasur.


__ADS_2