
"kak! aku minta maaf!" lirihnya kembali.
Diegon pun menghampiri Rachel dan duduk di dekat nya mendekap wanita yg rapuh itu kedalam pelukan nya.berharap bisa menenagkan istrinya itu.
"Rachel! sudah jangan terlalu bersedih! takut Mery juga ikut bersedih karna dirimu!"seru diegon sambil mencium kening Rachel.
"hiks...hiks...hiks...
kalau begitu kita pulang sekarang!"menarik tangan Rachel dan memangku Rachel sampai ke mobilnya.
iya sebenarnya tidak mau membawa Rachel ke pemakaman itu tapi keinginan hatinya juga tidak bisa menghianati wanita yg sudah ia cintai dengan menikah tanpa mengunjunginya terlebih dahulu.
"kak! kenapa kakak membawa ku ke sini? aku belum siap menemui kak Mery? aku belum siap kak!"dengan tangisan nya yg belum juga berhenti.
"maaf!"lirih diegon dengan wajah yg sedih melihat Rachel yg terus menangis.
"sudah jangan menagis lagi! bukan kamu saja yg terpukul dengan kepergian Mery tapi aku juga! kita sama sama terluka karna kepergiannya,jadi kita harus saling menyembuhkan diri untuk itu,"ucap diegon menyakinkan Rachel.
"tapi kita beda kak! kakak terpukul karna kepergian kak Mery,iya mmng tapi aku!"aku terpukul karna tidak bisa menjaga nya waktu itu,"ucapnya.
"aku terpukul karna telah mencelakainya!"dengan sedih.
"tidak Rachel! kamu tidak mencelakainya munkin itu memang sudah takdir dari yang di atas! jadi tidak perlu menyesali semua kehendaknya karna kita hanya manusia biasa,bisa saja kejadian yg tidak bisa kita bayangkan terjadi begitu sja dan kita lah yg ada di saat kejadian itu,"ucap diegon lagi.
"tapi kak!
"cukup Rachel!"bentaknya.
Rachel pun terdiam mendengar bentakan dari diegon,setelah beberapa bulan ia tidak mendegar bentakan itu,dan sekarang ia kembali mendegar nya.
"maaf",dengan pasrah,menghapus air matanya dan menatap lurus keluar jendela.
"sedangkan diegon,ia cukup kesal karna Rachel sehingga ia melajukan mobilnya begitu kencang membuat Rachel ketakutan.
sore hari mereka baru sampai di Mension.
diegon turun dari mobil tanpa menunggu Rachel.
ia meninggalkan Rachel yg masih berdiam diri didalam mobil miliknya.
"kak diegon benar benar marah padaku! bahkan ia tega meninggalkan aku di sini sendiri,"batin nya sambil memegan dadanya yg sesak.
ia pun juga turun dari mobil melangkah masuk dan melihat isi Mension itu tampak kosong munkin karna Oma,papi dan mami sedang membersihkan diri.karna kegiatan kelurga itu setiap sore adalah tinggal dikamar untuk istirahat juga membersihkan tubuh.
Rachel terpaksa menaiki tangga menuju kamar diegon.
tapi matanya tidak menangkap diegon disana.
"kemana perginya laki laki menyeramkan itu,"batin nya dengan mata yg masih mencari di setiap sudut kamar itu.
__ADS_1
tapi beberapa saat ia tidak menemukan diegon sehingga ia langsung masuk ke toilet untuk mndi.
si balkon kamar terlihat diegon yg tengah melamun.
entah mengapa hatinya tiba tiba berubah dengan keraguan yg ia rasakan.
"kenapa dengan diriku? apa yg slah dengan ku? kenapa aku sedih melihat ia menagis seperti itu,"batin nya.
"apa aku benar benar sudah sangat mencintainya sedalam itu?
"ya betul aku sudah mencintainya,bahkan aku marah ketika melihat ia menagis,dan juga bersedih.
aku harus menemui Rachel sekarang,aku tidak boleh membiarkan ia berpikir yg tidak tidak dnegan ku lagi,"batin nya kemudian berlari turun ke kamar nya dan menutup pintu balkon itu.
"Rachel! kamu dimana?"sambil mencari Rachel di ruang ganti.
"kemana dia pergi,apa dia marah padaku,"katanya lagi dan mampu didengar oleh rachel yg baru keluar dari WC.
"apa yg kakak katakan? kakak mengumpat ku ya!"sambil mengejek diegon.
diegon pun berbalik dan melihat Rachel yg telah selesai mandi dan sudah mengenakan piama tidur miliknya.
"siapa yg bilang! aku Hanya mencari mu ! ucap nya dengan tatapan manja.
"tadi aku dengar sendiri loh
"dengar apa?"dengan menarik mengendong tubuh mungil Rachel.
"akh....
"ini hukuman untukmu karna berani menuduhku yg tidak tidak!"sambil mengigit telinga Rachel.
"kakak,turun kan aku!"teriaknya.
"aku tidak akan menurunkan mu sebelum kamu menciumiku dulu!"
"tidak aku tidak mau
"oke Rachel,sekarang kau sudah berani menolak ku lagi! maka terima lah hukuman ini!" sambil mengendong dan melemparkan tubuh mungil Rachel ke atas ranjang dan mulai mencumbui nya dan memberikan tanda merah di leher putih Rachel.
tiba tiba saja terdengar ketukan dari luar.
"tok
"tok
"tok
mami Desi yg tidak mendegar suara dari dalam kamar langsung saja memutar gagang pintu itu sehingga terbuka lebar dan membuat nya seketika berteriak.
__ADS_1
"akh.....,teriak mami Desi yg melihat anak dan menantunya tersebut sedang berciuman.
"sedangkan Rachel langsung panik dan bangun dari ranjang tersebut,sedangkan diegon ia menatap tajam ke arah mami nya karna telah menggangu keromantisan nya bersama sang istri.
"maaf! seperti nya mami kalo ini salah masuk ke kamar kalian!"ucapnya sambil melangkah menjauh dari kamar anak dan menantunya.
"mami! teriak Rachel tapi mami seakan tuli sehingga tidak berhenti sedikit pun.
"akh....,kakak sih! aku jadi malu sama mami!"serunya dengan wajah memerah.
"itu bukan salah ku,tapi salah kamu yg tidak mengunci pintu terlebih dahulu!"ucap kasar diegon.
"aku lupa ngunci tadi karna mencari cari keberadaan kakak sehingga aku lupa!",ucapnya sambil memperbaiki piyama tidurnya.
"sudah! buat apa malu!"dengan datar.
"tentu sja aku malu,karna melakukan adegan se intim tadi! apalagi mami melihatnya!",wajah cemberut.
"kakak sih aman aman saja,sedangkan aku,nanti mami mengira aku se liar wanita diluar sana!"
"hehehehe,tidak perlu malu! itu wajar untuk pasangan muda zaman sekarang.
"sini! sekarang kita kebawa,karna munkin mami datang tadi mau memanggil kita untuk makam malam!"ucap diegon sambil memeluk rachel.
mereka pun turun dnegan diegon yg terlihat mengegam tangan Rachel.
pandangan mata diegon tampak seperti biasa,tatapan tajam dan menyeramkan itu selalu ditunjukan nya setiap saat.berbeda dengan Rachel,tatapan menunduk itulah yg terlihat sekarang karna malu pada mami Desi.
"kemarilah nak!"seru Desi.
"iya mi,"ucap gugup Rachel.
sementara diegon iya tidak bisa menhan ketawa melihat Rachel yg wajahnya memerah.
"apa mami tahu! menantu mami tuh malu karna menerobos kamar kami tadi!"ucap diegon dan membuat Rachel menatap tajam ke arahnya.
"astaga,apa kamu benar malu nak? jangan malu! itu hal yg wajar untuk pasangan muda seperti kalian, dan itu tadi tuh mami yg bersalah karna masuk ke kamar kalian tanpa kalian iyakan.
"memang nya apa yg membuat menantuku malu syang?"kata papi Iskandar yg datang tiba tiba.
"ih...,papi kepo! urusan anak muda ma Ndak perlu di tanyakan lagi Pi! kayak nggak pernah ngalamin saja!"dengan ketawa yg keluar dari bibirnya.
"oh papi ngerti sekarang!"sambil duduk dan ikut tertawa bersama istrinya.
Oma yg melihat keramaian itu pun bingung.entah apa.yg terjadi dengan anak anak nya tersebut.
"kenapa ribut ribut begini? "tanya Oma sambil melangkah mendekati mereka dimeja makan.
"tidak apa kok Oma,cuma bercanda sja,"ucap Desi.
__ADS_1
mereka pun makan bersama dan setelah makan mereka pun berbincang sedikit sampai larut malam.