
~PEMBERITAHUAN!~
Maafkan Author yang baru nge-Up novelnya! Pekerjaan rumah autor sangat banyak sehingga hanya sempat menyelesaikan satu novel, Mohon maaf sebesar-besarnya dari author! Dan jadwal liris mungkin 1 Minggu sekali.
~SELAMAT MEMBACA~
"Kenapa kak Ren minum banyak-banyak.......".
Beberapa jam berlalu, Rendy terbangun dan melihat dirinya tidur dipaha Dinda. Dinda tertidur seperti biasanya, Tidak nyenyak, selalu melindur. Membuat Rendy selalu merasa bersalah. Rendy duduk lalu menggendong Dinda menuju ranjang dan menidurkannya. Rendy mengecup kening Dinda, Dinda terbangun dan melihat suaminya yang mengecupnya itu langsung mendorong Rendy.
"Dinda?!". Rendy terkejut.
"Ah! Maaf aku..... Itu....". Dinda kebingungan mencari alasan.
"Kak Ren, aku merasa sudah sehat, besok kita bisa kembali ke hotel". Kata Dinda sambil memalingkan wajahnya.
Rendy diam, dia menjawab.
"Ah, iya, besok ayo pulang". Wajah Rendy masam.
__ADS_1
Suasananya canggung. Rendy memecah itu dengan berkata
"Maaf..". Kata Rendy sambil menundukkan kepala.
"Eh? Maksu-".
Belum selesai bicara Rendy langsung mencium Dinda. Dinda awalnya memberontak tapi lama-lama Dinda hanya bisa diam. Dinda mengira bahwa Rendy hanya ingin menciumnya tapi lama-lama Rendy bernafsu melakukan hal itu dengan Dinda. Rendy berganti posisi menjadi memeluk Dinda dari belakang dan mulai meremas dada Dinda.
"Ah... Kak Ren berhentih ah....". Dinda yang mendesah membuat Rendy semakin bernafsu. Rendy mencium leher Dinda dari belakang dan meninggalkan beberapa tanda ciuman di leher Dinda. Tangan Rendy mulai masuk ke dalam celana Dinda dan menyentuh bagian sensitif Dinda. Dinda segera memberontak dari pelukan Rendy, tapi Rendy semakin mempererat pelukannya. Tepat di bagian perut Dinda Rendy menekannya dan membuat perut Dinda sakit.
"KAK REN, PERUTKU SAKIT!". Dinda berteriak membuat Rendy melepaskan pelukannya. Dinda memegang perutnya dan menahan rasa sakit. Rendy terkejut dan perlahan mendekati Dinda.
"PERGI, KELUAR!". Bentakan Dinda membuat Rendy diam lalu beranjak pergi.
Dinda melamun memikirkan apa yang dilakukan suaminya tadi membuatnya agak shock. Dinda sedikit menyesal menyuruh suaminya pergi lalu menyusul suaminya. Dinda mencari ke mana-mana tapi tidak menemukan suaminya di rumah sakit. Dia memutuskan untuk pergi mencari ke luar rumah sakit tapi tidak menemukan suaminya di sekitar rumah sakit,
Dinda memutuskan mencari Rendy di satu tempat yang belum di carinya. Tibanya disana Dinda melihat suaminya terlentang berbaring memandang langit di rooftop. Perlahan Dinda mendekati suaminya lalu duduk di sebelahnya. Rendy yang tahu istrinya mendekat bangun dan duduk wajahnya tertunduk menyesal. Dinda yang sudah duduk di sebelah suaminya memulai pembicaraan.
"Soal tadi..... Aku benar-benar minta maaf..... Aku salah karen-". Rendy menyela pembicaraan Dinda.
__ADS_1
"Tidak perlu minta maaf! Aku yang salah karena memaksamu untuk memuaskanku.... Yang minta maaf seharusnya aku...". Rendy tersenyum masam.
DindaPOV
Entah karena apa, aku merasa ingin memeluk kak Rendy.... Rasanya tidak bisa dibendung kuberanikan diriku memeluk kak Rendy sangat erat, erat sekali..... Rasanya sangat hangat..... Berada di pelukan kak Rendy membuat hatiku agak tenang......
"Maaf... Tapi untuk kali ini..... Biarkan aku memeluk kak Rendy...". Kataku bertanya, tapi kak Rendy tidak menjawab kak Rendy membalas pelukanku sangat erat.
DindaPOV.End
RendyPOV
Rasanya ingin sekali aku menangis karenamu..... Kenapa kau begitu menderita..... Mulai hari ini, takkan kubiarkan kau menderita... Aku mendorong Dinda perlahan dan bertanya.
"Apakah boleh..... sekali lagi aku menciummu.....". Aku memalingkan wajah karena malu. Aku melirik Istriku yang hanya menatapku dengan mata berbinar yah... kuanggap dia setuju kucium saja dia. Untuk kali ini istriku tidak memberontak..... kusudahi ciuman itu dengannya lalu kuantar dia kembali ke kamar.
"Tidurlah besok pulang....". Aku menunggu istri mungilku tertidur..... Setelah dia benar-benar terlihat tidur aku mengecup keningnya dan tidur di sofa...
Rendy POV.End
__ADS_1
~TBC~