ANTARA AKU DAN DIA

ANTARA AKU DAN DIA
Curahan Hati


__ADS_3

Rendy tetap diam,


"Kalau begitu... aku tidur dulu.....". Dinda meletakkan syalnya dan berbaring di ranjangnya. Rendy berdiri, dan pergi meninggalkan Dinda. Dinda bergumam.


"Selamat malam kak Ren...."


Di sisi lain.


"Malam, Dinda...". Rendy berada di rooftop. Dan bersandar melihat cantiknya bintang. Rendy berfikir apakah Dinda mencintainya atau tidak.


"Apa Dinda mencintaiku? Untuk apa aku memikirkan ini? Aku kan mencintai Miran".


Rendy memutuskan turun dari rooftop dan kembali ke kamar Dinda, Rendy melihat istrinya yang tidur, tapi tetap dengan wajah tidak nyaman dan tidak nyenyak, seperti biasanya Dinda juga bergumam 'anakku' ketika tidur. Rendy hanya memandangi Dinda kemudian mencium kening Dinda,


"Maaf...". Sambil meminta maaf Rendy perlahan-lahan tertidur di sebelah Dinda.


Esoknya Dinda terbangun dan melihat suaminya yang tertidur sangat pulas.


"Pagi... Kak Ren....". Dinda mendudukkan tubuhnya,kemudian beranjak dari ranjangnya. Dinda menuju jendela dan melihat ke luar jendela.


"Sinar matahari musim semi yang menghangatkan..... Membuatku teringat seseorang...". Dinda memejamkan matanya memikirkan seseorang.


*Di pikiran Dinda*


''Dulu waktu aku kecil.....''


Waktu Dinda berumur 6 tahun.


"*Hei Dinda lihat, aku membawa sesuatu!". Suara seorang anak laki-laki memanggil Dinda.

__ADS_1


"Apa yang kamu bawa?". Dinda menatap sebuah kandang yang dipegang anak lelaki itu.


"Lihat! Aku membeli seekor kucing!". Anak lelaki itu membuka tutup kandangnya.


"Wah kucing yang lucu!". Dinda menggendong kucing itu.


"Ini hadiah untukmu". Anak itu mentap Dinda.


"Eh? Untukku? Kenapa?". Dinda meletakkan kucingnya dipangkuannya.


"Kamu lupa ya? Kemarin lusa kan kamu menyelamatkan aku dari tabrakan yang direncanakan itu, orang tuaku sangat bersyukur karena ada kamu yang menolongku lho!". Anak itu tersenyum sangat lebar kepada Dinda*.


.


..


...


....


"*DINDA! AWAS MOBIL!". Suara teriakan orang yang tidak asing membuat Dinda menolehnya.


"Haru.....". Nama anak itu adalah Haru.


Dia adalah anak yang diselamatkan Dinda Waktu itu. Haru yang melihat mobil melaju ke arah Dinda mendorong Dinda sampai Dinda terpental jauh dari Haru. Dinda menyaksikan dengan mata kepalanya Haru teman pertamanya tertabrak mobil dengan sangat mengerikan.... Setelahnya.....


Tok,tok,tok suara kamar Dinda diketok oleh ibunya.


"Nak..... Haru akan di makamkan sebentar lagi.... Ayo kita melihatnya**......".

__ADS_1


"Dinda jangan melamun....". Ada tangan yang dilambaikan di depan mata Dinda sekarang.


"Ah- kak Ren.....". Dinda menatap Rendy dan melihat Rendy dengan seksama.


"Apa ini hanya perasaanku? Kenapa kak Rendy mirip Haru....". Dinda mengepalkan tangannya.


"Din, ayo kita sarapan, kamu belum makan pagi ini". Rendy menarik tangan Dinda.


"Ada apa dengan kak Rendy? Sikapnya sangat aneh..... Dari kemarin, yang aku rasakan kak Rendy selalu memperhatikanku....". Dinda hanya menatap tangannya yang digandeng menuju ranjang.


"Kamu tunggu di sini, aku akan memesankan sarapannya". Rendy bergegas memesan sarapan dan meninggalkan Dinda. Dinda mengangguk mengiyakan kata Rendy. Beberapa menit berlalu Rendy kembali bersama beberapa perawat.


"Apa kamu lapar nak? Dari tadi perut mama bersuara lo, hahaha". Kata Dinda dalam hati yang tertawa kecil dengan memegangi perutnya. Rendy yang melihat itu menjadi khawatir.


"Ada apa dengan Dinda?! Kenapa tertawa sambil memegangi perutnya?". Rendy berfikir sebentar lalu bertanya pada Dinda.


"Dinda... Apa kamu masih memikirkan anak kita?". Dinda terkejut mendengar perkataan suaminya.


"A-apa maksud kak Ren? Aku tidak kepikiran sama sekali kok...". Muka Dinda menampakkan ekspresi sedih.


Rendy yang melihat istrinya seperti itu menyuruh para perawat untuk keluar. Rendy tak tahan lagi, dia mencurahkan semua kata yang ada di dalam hatinya.


"Ayo kita memulai hidup baru, berdua bersama, tertawa bersama, sedih bersama, cemas bersama, ayo kita memulai hidup yang baru..... Aku tak kuasa melihat tangisanmu yang melibatkan anakmu, aku ingin melihatmu bahagia bersama seorang anak yang kau cintai... Andai..... Andai saja aku tidak memaksamu dulu..... Mungkin kamu akan bahagia sekarang..... Aku salah, benar-benar salah. Aku tidak ingin harapanmu hancur karena masa lalu tentang anak kita, sudah cukup untukmu bersedih selalu. Aku berharap, sungguh berharap.... Jangan pernah menampakkan ekspresi sedih jika bersamaku, aku tahu.... Kalau kau memang menyukai anak kecil dari dulu....... Tapi... Tapi....". Rendy menangis sambil mengatakan itu... untuk pertama kalinya Dinda melihat suaminya menangis. Dinda hanya diam setelah mendengar ucapan Rendy barusan. Setelah beberapa saat berlalu hanya ada keheningan Dinda memutuskan berbicara dulu.


"Kak Ren, kenapa kamu menangis? Sarapannya bisa dingin, ayo dimakan". Kata yang baru Dinda ucapkan seperti tidak pernah mendengar curahan kata hati Rendy. Rendy memutuskan pergi meninggalkan Dinda.


''Aku pergi dulu".... Rendy meninggalkan Dinda. Dinda hanya melihat punggung suaminya yang menjauh. Air mata Dinda mulai mengalir deras. Dinda menangis menahan suara isakannya.


"Kenapa? rasanya hatiku seperti ini?". Tiba-tiba ada yang datang mengetok pintu. Dinda mengusap air matanya lalu mempersilahkan orang itu masuk. Orang yang datang adalah Lucas, bersama anak kecil?

__ADS_1


~TBC~


__ADS_2