ANTARA AKU DAN DIA

ANTARA AKU DAN DIA
Perasaan 2


__ADS_3

"Yah.... Aku mengerti, permisi aku mau ke toilet mengganti baju". Hati Dinda bagaikan tertusuk pisau yang tajam. Bagaimana bisa Miran melakukan ini pada Dinda? Dengan segenap hati Dinda menahan tangisannya di dalam kamar mandi.


"Jangan khawatir! Miran pasti punya alasan melakukan ini, ayo semangat!". Dinda mengepalkan tangan menguatkan diri. Dinda memakai baju yang sudah dibelinya.


"Ya ampun ini agak menekan perutku, sepertinya perutku agak besar, akan ku longgarkan talinya saja". Dinda mengikat tali di pinggangnya agak lebar.


Saat Dinda keluar dia tidak melihat suaminya ada di dalam kamar. Dinda hanya mendengar suara angin yang berhembus dari jendela terbuka. Sepi sekali rasanya. Dinda memutuskan pergi ke lantai bawah lewat lift. Setibanya di lantai bawah Dinda melihat kerumunan orang yang sampai-sampai memblokir jalan keluar utama


, Dinda berpikir dia bisa untuk menembus kerumunan itu, tapi dia sedang hamil, dia tidak mau ambil resiko untuk kandungannya itu. .........Beberapa menit berlalu terlihat kerumuman masih sangat ramai. Dinda yang agak kesal itu memikirkan sebuah cara yang mungkin akan membuat beberapa orang jengkel pada Dinda, tapi mau bagaimana lagi, Dinda mengambil mikrofon dan mendekatkan speaker handphonenya ke mikrofon.


'DOR!' Terdengar suara tembakan dan membuat orang yang berkerumun itu terkejut.


"Angkat tangan kalian dan berjongkok! Atau aku akan menembak!". Dinda berteriak dan orang yang berkerumun ramai tadi langsung berjongkok mengangkat tangan, ini kesempatan bagi Dinda, Dinda berlari sedikit dan berhasil melewati kerumunan itu.


'Siapa sih wanita itu?, Ah menyebalkan ku kira ada polisi di sini, wanita itu model ya? Cantik sekali, hei mbak kapan-kapan jangan mengulangi itu!'. Beberapa orang kesal pada Dinda, tapi Dinda tidak pedul.


"Rendy?! Ada apa ini?". Dinda terkejut melihat Rendy yang menduduki mobil sport mewah. Dan dibelakangnya masih ada beberapa mobil dan penjaga. Dinda mendekati Rendy,


"Hei pak Rendy, bisa jelaskan ada apa ini?".


"Aku sengaja menyiapkan ini untukmu". Jawaban Rendy membuat Dinda diam, yang ada dipikiran Dinda sekarang ini adalah....


"Kau hanya melakukan ini demi membuatku senang saja, aku juga tidak peduli dengan apa akan terjadi ke depannya, aku akan fokus untuk merawat anakku saja".

__ADS_1


"Hey kita akan ke taman hiburan lebih baik kita pergi dengan satu mobil saja, tidak perlu membawa orang orang besar itu". Kata Dinda sambil masuk ke mobil. Rendy patuh dan menyuruh bodyguard nya meninggalkan dia dan Dinda.


Selama perjalanan Dinda dan Rendy hanya diam dan tidak bicara. Rendy fokus menyetir sedangkan Dinda melihat kaca sebelah sambil memegangi perutnya.


"Apa kamu sakit perut?". Rendy bertanya, namun Dinda diam melamun.


"Dinda? Apa perutmu sakit?". Rendy bertanya lagi, kali ini Dinda sadar dari lamunannya,


"Ah, tidak kok, perutku baik-baik saja". Rendy menatap Dinda, wajahnya khawatir.


"Apa kamu memikirkan anak kita yang sudah tiada itu?". Terdapat pertanyaan dalam batin Rendy. Dia merasa sangat bersalah.


Dinda dan Rendy sampai di taman bermain malam. Sangat ramai sekali pengunjungnya, Dinda mengajak Rendy bermain lempar bola,


Beberapa jam berlalu


"Sudah malam, ayo pulang". Rendy mengajak pulang Dinda dan beranjak dari tempat duduk.


"Tunggu! Ada satu yang belum kita lakukan!". Dinda menggenggam tangan Rendy.


"Apa?". Rendy berbalik badan dan menatap Dinda yang sedang duduk.


"B-i-a-n-g-l-a-l-a, kita belum naik itu! Ayo naik itu! pemandangan malam ini pasti bagus, karena itu ayo naik bianglala!". Rendy menyetujui ajakan dinda.

__ADS_1


Dinda dan Rendy duduk di bianglala bersama. Dinda melihat ke luar jendela dan memandangi pemandangan yang indah. Tapi Rendy, dia hanya memperhatikan Dinda dari lirikannya.


"Dinda,....". Rendy memanggil dinda. Tapi sepertinya lagi-lagi Dinda melamun. untuk beberapa waktu di hari ini, sepertinya Dinda tidak bisa fokus karena memikirkan sesuatu yang mengganggunya.


"Dinda kamu dengar tidak?". Untuk kedua kalinya Dinda tidak merespon, Rendy pun memegang bahu Dinda. Dinda terkejut dan menoleh ke arah Rendy.


"Ada apa kak?". Mereka saling bertatapan.


"Apa kau kecewa? Apa kau kecewa padaku?". Rendy bertanya dengan mendekatkan dirinya ke Dinda.


"Ti-tidak, kenapa aku harus kecewa?". Dinda agak memundurkan tubuhnya. Jantungnya berdegup kencang tak beraturan.


"Ini memang salahku....... Aku minta maaf". Rendy semakin mendekatkan tubuhnya ke Dinda.


"kak Ren, ada apa denganmu? kak Ren tolong jangan begini!". Tangan Dinda mendorong Rendy sedikit menjauh, tapi Rendy memegang tangan Dinda dan menghentikan Dinda yang berusaha menjauhkannya. Rendy memegang dagu Dinda, dan menaikkan wajah Dinda, hingga wajah mereka saling bertatapan. Rendy menatap Dinda penuh kasih sayang di matanya. Dinda yang melihat ekspresi Rendy sangat bingung dan tidak tau harus apa. Seketika itu Rendy mencium Dinda. Awalnya Dinda mendorong Rendy karena ingin menolak, tapi akhirnya Dinda hanya bisa diam, dia tidak bisa menjauhkan Rendy, darinya. Dinda merasakan hangatnya bibir Rendy dan seketika itu menangis. Rendy semakin mendalam kan ciumannya.


"Mmm.....". Dinda memegang tangan Rendy sangat erat. Dan Dinda pun teringat akan kata kata Rendy.....


"Aku melakukan ini demi Miran"....


 


~TBC~

__ADS_1


 


__ADS_2