
setelah sarapan mereka pun berkumpul diruang tamu dan mengobrol bersama.
"diegon aku dengar bahwa kau demam semalam nak?",tanya papi Iskandar.
"iya benar Pi,aku semalam demam mata Rachel,"jawab diegon.
"apa kau masih sakit?"tanya papi lagi.
"sekarang aku sudah sembuh,tapi aku masih merasa letih sehingga tidak pergi kerja dulu!"seru diegon
"kalau begitu istirahat aja dulu nak! kan ada Rachel yg jaga,"kata mami Desi.
"aku istirahat nya sebentar lagi,lagi pula aku masih belum capek kok mi! jawab diegon.
"ya sudah kalau nanti kamu merasa capek langsung naik ke atas dan istirahat tidak perlu sungkan pada papi dan mami,"kata mami lagi.
"iya mi,"jawab singkat diegon,sementara Rachel ia hanya diam saja sampai akhirnya papi Iskandar membuatnya terkejut.
"nak Rachel!"seru papi.
"iya Pi,"jawab Rachel
"kapan kau dan diegon memberikan cucu untuk kami?" tanya papi dan membuat Rachel diam kaku sehingga diegon yg mengangkat bicara.
"aku masih merencanakan nya dulu Pi,lepas Rachel menyesuaikan ujian terakhirnya kami akan memberikan kalian cucu!" kata diegon
"kapan baru selesai ujian terakhirnya?"tanya papi lagi.
"munkin beberapa bulan lagi!
"apa kau dan Rachel sudah pernah melakukan nya?"tanya mami Desi dan membuat Rachel tersedak teh yg diminum nya.
"khem...,suara batuk Rachel.
"kau kenapa nak? tanya mami.
"tidak kok mi,aku hanya tersedak teh saja!
"apa kau pernah melakukan nya?"tanya mami lagi pada diegon
dan diegon pun menjawab dan membuat mami dan papi merasa lega.
"ya aku dan Rachel tentu saja sering melakukan nya lagi pula Kitakan sah untuk hal itu!"kata diegon dingin dan arogan.
__ADS_1
"Alhamdulillah,semoga saja kalian segera memberikan cucu pada papi dan mami,karna kami sudah cukup tua tapi belum menimang cucu sama sekali!"kata mami sambil cemberut.
"iya mi, akan diegon usahakan secepatnya dan kita tunggu dulu Sampai ujian terakhir Rachel selesai,baru bisa kita program anak,"kata diegon lagi.
"ya sudah kalau begitu aku dan Rachel ke atas dulu ya mi,Pi, soalnya aku ingin istirahat dulu! seru diegon lagi.
"iya nak,pergi dan istirahat lah,"jawab papi.
dan mami juga hanya tersenyum saja pada anak dan menantunya tersebut,sudah merasa bahagia karna ank nya mau menerima Rachel sebagai istrinya.
Rachel dan diegon menaiki tangga satu persatu sampai akhirnya didepan pintu kamar milik diegon. Rachel segera membuka pintu tersebut dan masuk bersama diegon.
diegon masuk dan duduk sambil bersandar di tepi ranjang nya,sedangkan Rachel ia mengerjakan dulu mata pelajaran nya,ia meminjam laptop milik diegon dan mulai mengerjakan pekerjaan yg dosen nya berikan padanya lewat online.
sedangkan diegon ia bersandar sambil memperhatikan Rachel yg dengan teliti mengerjakan pekerjaan nya.
beberapa menit akhirnya Rachel mengerjakan secepat itu.munkin karna mata pelajaran nya tidak terlalu banyak dan menyusahkan.
ia kemudian menghampiri diegon yg tengah bersandar memperhatikan nya.
"apa tuan membutuhkan sesuatu?
"tidak Rachel,kau cukup bersandar di punggung ku sja dan aku akan menayakan sesuatu padamu!"
bagaimana kau bisa berjalan dipinggir jalan waktu Mery menemukan mu!
"oh itu,waktu itu aku hanya mencari tempat tinggal saja tuan karna aku sudah lama hanya berkeliling dan berjalan tampah arah waktu itu!
"terus kemana orang tuamu sehingga kau berjalan sendirian?
"orang tua ku kecelakaan waktu aku masih berumur sekitar 12 atau sekitar 13 tahun tuan,dan waktu itu mereka membawa ku dalam kecelakaan itu dan waktu itu mereka sudah tidak sadar kan diri tapi aku yakin kalau mereka masih bisa ditolong dan aku mencari ponsel milik ibu ku dan menelfon paman dan bibi hanya untuk menolong kami,tapi iya mereka memang datang tapi mereka hanya membawa kedua orang tua ku dalam mobilnya dan malah meninggalkan aku ditempat kejadian,hingga tengah malam mereka tidak datang menjemputmu.
"terus kau tinggal dimana waktu itu?
"aku waktu itu hanya bermalam ditempat itu saja dan ke esoknya paginya ku kelaparan sehingga meninggalkan tempat itu dan mencari sebuah rumah tapi aku tidak menemukan orang yg mau menolongku sama sekali bahkan 2 tahun aku kerja di sebuah warung makan tanpa digaji demi memiiki tempat tinggal dan juga dikasih makan!"seru Rachel.
dan waktu kak Mery menemukan aku dipinggir jalan itu karna aku di usir oleh pedagang warung itu karna aku kerja nya tidak becus karna masih terlalu muda sehingga aku belum tau caranya mencuci piring yg bersih, dan waktu itu aku berumur 15 tahun.
"apa paman dan bibiku itu adalah orang tua Hana?
"ya dia adalah orang tua kak Hana dan paman Omar adalah saudara dari ayah ku!
"apa kau tahu alamat rumah ku dulu Rachel?
__ADS_1
"tidak aku melupakan nya karna waktu itu aku maiah sangat muda,tapi aku bisa menemukan alamat rumah ku karna aku dulu memiliki sahabat dan juga aku bertetangga dengan nya dan sekarang ia satu kampus dengan ku nama nya adalah Serly!
"oh ya,kapan kapan kita kunjungi rumah mu Rachel,siapa tau kita bisa menemukan keberadaan orang tua mu walaupun itu hanya makam nya saja!"kata diegon sambil mengusap kepala Rachel.
"apa tuan benar mau mencari tahu tentang orang tua ku dan juga alamat rumah ku!"seru Rachel.
"ya aku akan membantu mu karna kau adalah istriku dan sekarang kau tanggung jawab ku Rachel!"seru diegon sambil mencium dahi rachel.
"terimah kasih tuan,"
"hem,sama sama Rachel
walaupun aku belum bisa mencintainya tapi aku harus bertanggung jawab dengan nya karna bagaiamna pun dia adalah istriku meski aku menikahinya hanya sah secara siri saja tapi itu tetap sama saja,dan aku akan meyuruh Doni mencari tahu mengenai asal usul Rachel dan aku akan membuat keluarga Hana memberitahukan mengenai keluarga Rachel,aku merasa ada yg tidak beres dengan keluarga Rachel yg meninggal itu,"batin diegon sambil memeluk rachel.
tanpa ia sadari ternyata Rachel tertidur di dadanya munkin karna terbuai oleh kelembutan dan kehangatan yg diegon berikan padanya,selain ayahnya tidak ada laki laki yg pernah membuat nya senyaman ini.
diegon pun membaringkan tubuh Rachel dan ia juga ikut tertidur di samping rachel ia memeluk tubuh Rachel dengan erat membuat Rachel merasa nyaman dengan kehangatan tubuhnya.
pukul 12.00 Rachel terbangun karna mendegar suara adzan yg berkumandang.
iya melihat diegon yg tengah tertidur disampingnya sambil memeluk dirinya.rachel tersenyum dan me nyium kening diegon kemudian bangkit dan masuk untuk berwudhu kemudian pergi kekamar nya untuk sholat.
setelah sholat ia pergi membangunkan diegon untuk turun makan siang,
"tuan! bangun! sekarang ini sudah siang! nanti kalau tuan telah makan bisa bisa tuan tambah sakit nanti!"seru Rachel.
diegon pun bangun dan langsung mengecup pipi Rachel kemudian pergi ke WC untuk mencuci muka,dan setelah selesai ia mendegar suara mami Desi yg mengetuk pintu kamar diegon.
"rachel! diegon!
"sekarang bangun nak dan turun makan siang!"panggil mami Desi
Rachel pun menjawab.
"iya mi tunggu,kak diegon baru saja bangun dan sebentar lagi aku dan kak diegon akan menyusul kebawa!
jawaban rachel membuat mami Desi mengirimkan naif untuk masuk kedalam kamar diegon,takut ia melihat kemesraan Anak dan menantunya tersebut.
"mi,di mana anak ana? kenapa tidak turun!
"ih papi santai aja donk,papi kayak tidak pernah muda sja!"Seru mami sambil meledek papi
papi Iskandar yg mendegar itu pun langsung mengerti dengan ledekan istrinya tersebut,berapa menit akhirnya Rachel dan diegon pun turun dan mereka duduk berdampingan dimeja makan,mereka pun makan bersama dan pergi ke taman untuk mengobrol menghabiskan waktu sampai sore.
__ADS_1
stelah selesai makan malam mereka pun pada istirahat dikamar nya.