ANTARA AKU DAN DIA

ANTARA AKU DAN DIA
Ciuman Suami 2


__ADS_3

RendyPOV


Rasanya ingin sekali aku menangis karenamu..... Kenapa kau begitu menderita..... Mulai hari ini, takkan kubiarkan kau menderita... Aku mendorong Dinda perlahan dan bertanya.


"Apakah boleh..... sekali lagi aku menciummu.....". Aku memalingkan wajah karena malu. Aku melirik Istriku yang hanya menatapku dengan mata berbinar yah... kuanggap dia setuju kucium saja dia. Untuk kali ini istriku tidak memberontak..... kusudahi ciuman itu dengannya lalu kuantar dia kembali ke kamar.


"Tidurlah besok pulang....". Aku menunggu istri mungilku tertidur..... Setelah dia benar-benar terlihat tidur aku mengecup keningnya dan tidur di sofa...


Rendy POV.End


Esoknya Rendy dan Dinda bersiap untuk kembali ke hotel. Tepat saat mereka berdua keluar dari rumah sakit mereka bertemu dengan Mingming dan Lucas. Mingming berlari ke arah Dinda dan memeluknya.


"Tantemama! Mau ke mana?". Dinda menggendong Mingming.


"Mau ikut Tante mama pulang?". Tanya Dinda sambil tersenyum.


"Mau! Papa Mimi ingin ikut Tantemama!". Kata Mingming.


Lucas menatap Dinda dan Rendy. Dinda mengangguk mengiyakan Lucas. Rendy hanya diam melihat istrinya dan memasukkan barang-barang ke mobil.


Di mobil Dinda memangku Mingming dan Rendy menyetir mobil sedangkan Lucas duduk diam melamun. Dinda teringat akan Mili Dayong teman lamanya itu dan berencana melacaknya. Sesampainya di hotel Dinda mengajak Mingming mandi bersama. Lucas dan Rendy duduk berdua mengobrol.


"Apakah kau akan pulang Minggu depan?". Tanya Lucas.


"Yah... Kita berdua harus pulang...". Jawab Rendy.


"Lebih baik anda tinggalkan wanita itu...menurutku dia tidak baik".


"Meskipun dia baru ku kenal 7 tahun, dia tetap menjadi orang yang ku cintai..". Kata Rendy sambil memijat pelan dahinya.

__ADS_1


"Lalu Dinda?". Tanya Lucas.


Rendy terpaku mendengar ucapan Lucas. Rendy diam berpikir sejenak. Lalu menjawab.


"Ak-". Belum selesai bicara terdengar suara jeritan dari kamar mandi.


"AHHHHHH!". Suaranya seperti suara Dinda dan Mingming.


Rendy dan Lucas langsung berdiri dari duduk dan pergi ke depan pintu kamar mandi.


"Hei pak Lucas! Kau tunggu di luar!". Lotot Rendy pada Lucas.


"Iya iya! Aku tahu....". Jawab Lucas.


Rendy bergegas masuk ke dalam dan segera memeriksa keadaan Dinda dan Mingming.


Mata Rendy tidak bisa lepas dari Dinda. Rendy melihat Dinda yang tubuhnya telanjang, juga basah karena air dan berposisi seperti kucing karena bermain bersama Mingming. Rendy fokus melihat dada Dinda yang agak besar itu. Dinda yang sadar kalau Rendy berada di kamar mandi langsung menutupi badannya dengan memeluk Mingming lalu menjerit


"KAK RENDY MESUM! KELUAR!".


"IYA! IYA! OM RENDY MESUM!". Bantu Mingming. Rendy yang sadar langsung keluar dari kamar mandi menutupi hidungnya yang tiba-tiba mimisan.


"Oe! Bagaimana keadaan mereka? Loh hidungmu kok mimisan?". Tanya Lucas.


"B-bukan urusanmu!". Rendy pergi kembali duduk.


Lucas yang melihat ekspresi Rendy tersenyum mengejek.


"Aduh! Pasti ada yang habis ngeliat sesuatu yang bagus". Lucas mengejek Rendy.

__ADS_1


"Yah melihat tubuh wanita telanjang sangat bagus! Ternyata punya istri dan pacar memang menyenangkan daripada jadi duda sepertimu". Kata-kata yang diluncurkan Rendy seperti mengejek sekaligus menusuk hati Lucas.


Waktu berlalu, Mingming dan ayahnya kembali pulang dan tinggal Dinda dengan Rendy yang berada di kamar. Dinda masih merapikan tempat tidur dan dibantu Rendy. Suasananya hening tidak ada yang bicara, Dinda masih fokus pada merapikan tempat tidur, sementara Rendy diam-diam melirik Dinda. Rendy pun mulai bertanya.


"Akhir-akhir ini kamu kelihatan gemuk. Makan apa aja?". Tanya Rendy.


Dinda diam mendengar ucapan suaminya.


"Ya ampun! Hampir sebulan aku hamil...... Tapi kan masih sebulan tidak mungkin perutku begitu besar.....". Kata Dinda dalam batin.


"Ah! Masa sih kak! Pasti karena makan terlalu banyak". Jawab Dinda.


"Bagaimana kalau gemuk karena hamil?". Kata Rendy membuat Dinda terdiam..... Dinda hanya terkejut karena mengingat Rendy pernah berkata pada Dinda kalau dia tidak ingin punya anak bersama Dinda. Dinda teringat masa lalunya....


Di rumah mertua Dinda.


"Ya ampun! Kapan kalian punya anak? Ibu tidak sabar menggendong cucu...". Rengek ibu Rendy.


"Hahaha....... Kami sedang berusaha Bu....". Jawab Dinda. Rendy hanya diam dengan ekspresi datarnya. Setelah itu Dinda dan Rendy pulang ke rumah mereka.


Di rumah.


"Zeyo anakku papa pulang, Miran aku pulang". Kata Rendy. Dinda hanya diam melihat Rendy dengan senyuman masamnya. Dinda memutuskan kembali ke kamar dan mulai menenangkan dirinya.


"Dinda? Dinda? Hei!". Ada tangan yang melambai di depan mata Dinda.


"Eh! Ah! Iya nggak papa!". Jawab panik Dinda. Dinda cepat-cepat menyelesaikan merapikan tempat tidur.


"Aku tidak bilang kamu nggak papa apa enggak". Kata Rendy Dinda tetap diam.

__ADS_1


__ADS_2