
rachel keluar dari kamar mandi dan ia langsung ke depan meja rias dikamar nya.iya mengeringkan badan nya secepatnya takut kedua mertuanya datang. ia pun memakai body lotion dan mencari dres selutut yg akan ia kenakan dan akhirnya ia menemukan dres berwana coksu dengan tangan yg menggelembung ia pun mengenakan dres itu dan iya begitu takjub melihat baju itu sangat cocok dengan nya.ia pun memakai sedikit bedak diwajahnya juga mencoret sedikit ujung alis nya dnegan pensil alis dan memakai lipstik merah dibibir nya sehingga membuat nya terlihat begitu cantik malam ini.
dikamar nya diegon sudah siap siap juga dan ia memakai parfum ditubuhnya kemudian keluar dari kamar. iya yg melihat Mension itu masih sunyi sehingga ia datang untuk mengetuk pintu kamar Rachel.
tok...tok...tok...
Rachel yg mendegar itu pun langsung membuka pintu kamar nya.
"iya,"sahutnya Tampa memperhatikan orang didepan nya,sedangkan diegon matanya membulat saking cantiknya Rachel sehingga membuatnya tanpa sadar mengeluarkan suara.
"cantiknya,"kata diegon tanpa sadar.
Rachel yg mendegar itu pun mendongakkan kepala menatap pada orang didepan nya tersebut.
"eh tuan maaf aku kira pelayan tadi yg datang kemari! apa kah mami dan papi sudah datang ?"tanya rachel.
"mami dan papi belum datang,aku hanya datang untuk memanggilmu untuk turun kebawah untuk menunggu!"
"baiklah kalau begitu mari kita turun tuan! lagi pula aku sudah siap siap,"
"ayo,"kata diegon.
mereka pun turun dan disana sudah terlihat reybon dan domi tengah duduk diruang tamu entah kapan Doni datang?
Rachel dan diegon menghampiri mereka dan mata dini juga reybon membulat kala melihat penampilan Rachel yg menurutnya sangat elegan dan juga riasan wajah nya yg tidak terlalu menor.
diegon yg melihat kedua mata laki laki itu menatap istrinya pun langsung melemparkan bantal ke arah mereka,sontak saja membuat doni dan reybon terkejut dan mengalihkan pandangan nya ke arah diegon.
"kakak apa apa sih! main lempar lempar aja!"seru reybon.
"iya kayak anak kecil aja Luh!"seru Doni
"ngapain lihat istri gue seperti itu?"tanya dengan dingin.
"loh emang apa salahnya,mata mata kita bukan mata Luh",seru Doni dengan cuek.
"jelas salah karna yg Luh liat itu adalah istri gue! "Kata diegon lagi sambil menatap tajam kedua laki laki itu.
reybon dan Doni pun diam dan hanya pasrah dengan kemarahan diegon.sedang Rachel ia hanya diam dan melihat ke tiga laki laki dewasa itu.
"tuan boleh kah aku kebelakang sebentar! aku mau melihat apa kah makanan sudah siap di dapur !"seru Rachel dan dibalas anggukan kepala oleh diegon.
reybon da Doni yg.mendegar Rachel memanggil diegon dnegan sebutan tuan pun tertawa dan mengejek diegon.
__ADS_1
"hahahhaha...,tawa Doni dan reybon bersamaan.
"tuan,sejak kapan Rachel memanggilmu tuan broo!"kata Doni mengejek.
"ya sejak mereka nikah lah! kata reybon dan semua ejekan itu tidak di gubris oleh diegon malah ia pergi keruangan tengah dan menonton tv.membuat Doni dan reybon jadi mengerut kecewa karna laki laki arogan itu tidak mendengarkan ejekan mereka.
di dapur Rachel menghampiri para pelayan.iya melihat makanan sudah tersedia dengan tapi dan juga banyak makanan enak diatas meja tersebut.
dan ia membantu bibi mengambil piring untuk diletakan diatas meja setelah selesai ia kembali ke luar tapi langkah nya berhenti ketika mendegar suara diegon yg memanggilnya.
"Rachel! kemarilah!
"iya tuan,kenapa tuan memanggilku?
"temani aku menonton!
"baiklah tuan,sambil mengangukan kepala.
Rachel dan diegon pun akhirnya bersantai sambil menunggu mami dan papi iskandar. beberapa jam menunggu akhirnya meraka pun mendegar suara mobil yg berhenti didepan Mension itu. Doni dan reybon berdiri dari duduk nya begitu pun dengan diegon dan Rachel. terlihat para pelayan sudah berbaris menunggu tuan rumah tersebut.
dan keluar lah mami Desi dan juga papi Iskandar dari mobil mewah itu dan tampak juga bibi indah yg turun dari mobil tersebut.
Rachel pun menghampiri mami Desi dan membantu membawakan tas nya. iya dan mami Desi saling berpelukan dan saling melepas rindu begitu pula dnegan papi dan juga anak dan keponakan nya.
tampak Rachel dan mami Desi tengah mengobrol di taman entah apa yg mereka bicarakan.sedangkan para laki laki tengah menonton berita di tv.
"nak apa diegon baik pada mu sejak mami pergi?
"baik kok ma,dan kak diegon sangat baik padaku!"seru nya berbohong.
"apakah diegon membicarakan tentang kuliah mu nak?
"ya dia membicarakan nya tadi sore mi,dan katanya kalau mami mengizinkan aku untuk kuliah maka aku akan masuk kuliah besok!"seru Rachel.
"apa kamu sudah siap untuk kuliah lagi nak?
"ya aku bersedia mi,
"ya udah nak,besok kau bisa masuk kuliah,"kata mami sambil tersenyum.
"terimah kasih mami!"ucap Rachel sambil memeluk mami Desi.
"Sama sama nak.
__ADS_1
kemudian mereka pun menyusul para laki laki yg tengah asik menonton sambil menikmati kopi hangat masing masing.
mereka pun ikut menonton Rachel duduk didekat reybon dan membuat diegon malah cemburu, melihat ke akrap mereka dengan sebutan seorang kakak.diegon akhirnya mencari alasan untuk menghentikan pembicaraan kedua orang itu.iya menyuruh Rachel untuk memijit punggung nya dan Rachel pun mengikuti perintah diegon.
setelah selesai mereka pun naik ke kamar masing masing. Rachel baru saja masuk ke kamar tapi diegon menahan pintu kamar itu.
"Rachel!
"iya tuan,
"kenapa tuan kemari?
"aku mau tidur dikamar mu lagi! boleh kan aku tidur disini malam ini lagi?"
"boleh asal tuan tidak macam macam padaku!
"baiklah terimah kasih Rachel.
kemudian diegon pun masuk dan langsung naik ke kasur Rachel, sedangkan Rachel ia membersihkan tubuh terlebih dahulu dan Menganti pakaian nya kemudian naik didekat diegon dan berbaring.
"tuan kenapa tuan selalu tidur dikamar ku? bukan kah tuan memiliki kamar sendiri!" seru Rachel.
"kamar ku sedang diperbaiki dan aku akan pindah setelah kamar ku selesai didekor,"jawab datar diegon.
"oya siapa yg mendekorasi kamar tuan? kenapa aku tidak pernah melihat orang nya?"
"aku suruh satpam yg memperbaiki nya dan semua barang barang ku akan aku pindah kan dibawa,"
"iya tuan,
dan mereka pun sama sama terdiam kembali.
dan diegon pun langsung membuka suara kembali.
"Rachel,
"iya tuan,
"mari kita tidur!
"Hem
dan mereka pun tertidur dengan tangan diegon yg melingkar di pinggang ramping milk Rachel,tapi rachel tidak protes lagi karna ia sudah biasa dengan pelukan itu.
__ADS_1