ANTARA AKU DAN DIA

ANTARA AKU DAN DIA
Kebenaran Rendy


__ADS_3

Dinda pulang ke rumah rendy naik taxi. Sesampainya di rumah suaminya itu, Dinda masuk dan membuka pintu kamarnya, tidak disangka di dalam kamarnya ada seorang wanita cantik yang duduk di atas kasur pengantin. Dinda terpesona oleh kacantikan wanita itu. Untuk beberapa saat Dinda terus menatap wanita itu. Tiba-tiba sesuatu yang berhawa dingin terasa di punggung Dinda yang sedang mengintip. Dinda menoleh dan melihat Rendy telanjang dada di depan Dinda,sontak Dinda langsung berteriak.


"ORANG MESUM! PAKAI BAJU SANA!" Jerit Dinda sambil berlari ke ruang tamu.


"Astaga! Astaga, Rendy benar" berubah padahal dulu dia selalu memakai baju yang tidak punya celah sama sekali, tapi untuk yang sekarang, dia benar-benar berubah!". Kata Dinda dalam hati.


Dinda pergi ke kamar tamu dan hendak tidur di situ.


'Klak',suara pintu terbuka. Refleks Dinda menoleh dan melihat wanita yang berbaring di kasur pengantin tadi datang ke kamar tamu untuk melihat Dinda. Dinda diam mematung karena terpesona kecantikan


"A-anu apakah kamu tidak keberatan kalau, aku akan tidur dengan suamimu?". Tanya wanita itu dengan wajah malu.


"Ah,iya boleh kok aku tidak keberatan sama sekali". Jawab Dinda sambil tersenyum kepada wanita itu.


"Ka-kamu yakin?! Aku akan tidur dengan suamimu lho!". Kata wanita itu sambil memegang dadanya.


"Tidak apa-apa kok kamu tidur saja,ini sudah larut malam". Kata Dinda meyakinkan wanita itu.


Dinda bertanya "Nama mu siapa?".


"Namaku....., Miran". Jawabnya agak ragu.


" Sepertinya si Miran ini orang yang polos dan lugu,aku sangat menyukainya"kata Dinda dalam hatinya.


"Kamu ini kekasihnya kak Rendy ya?". Tanya Dinda.


Miran agak terkejut melihat Dinda bertanya seperti itu dengan wajah penasaran tanpa ada ekspresi yang sedih dan kecewa.


Miran menjawab dengan suara yang lirih


"Iya aku adalah kekasihnya,...."


Lalu Miran berteriak "Sungguh maafkan aku,aku tidak bermaksud untuk merebut Rendy tapi....."


Dinda kaget mendengar perkataan Miran. Dinda menjawab, "Apa maksudmu? Hei, aku menikah dengan kak Rendy karena desakan orang tua, aku sama sekali tidak menyukai kak Rendy".


"Apa kamu sungguh tidak menyukai kak Rendy?". Tanya Miran memastikan perkataan Dinda.


"Tentu saja! Mana mungkin aku menyukai kak Rendy,dia itu bukan tipeku!". Jawab Dinda.


Miran pun kembali ke tempat tidurnya, sementara Dinda tidak tidur dan malah melihat bulan bintang. Suara jangkrik dan angin yang berhembus membuat suasana sunyi menjadi bersuara. Dinda menatap bulan yang bersinar terang, lalu memejamkan mata dan berkata dalam hati.


"Ayah,apa kamu senang melihatku sudah menikah?"......

__ADS_1


Dinda pun memutuskan untuk tidur.


Keesokan pagi nya tepat jam 03.41 PM Dinda bangun dan memasak sarapan untuk semua orang. Beberapa jam kemudian(05.42 PM) suara bel pintu terdengar. Dinda berhenti memasak dan menuju pintu rumah. Seorang kurir datang mengantarkan sebuah paket, dan bertulis kalau paket ini diberikan oleh Kei. Dinda ingat kemarin dia akan mengirimkan hadiahnya, tapi..........,kadonya sangat besar!. Entah apa yang dikirim Kei pada Dinda. Dengan girangnya Dinda pergi ke kamar dan membuka hadiah itu,yang diberikan oleh Kei adalah boneka sapi yang besar. Dinda merasa sangat senang dengan pemberian dari Kei, Dinda melihat sebuah surat yang dikalungkan di leher boneka sapinya. Dinda mengambil surat itu dan membacanya.


"Suka sama hadiahnya?, Aku sengaja memilih boneka sapi itu karena dulunya kamu suka boneka sapi kan? simpan baik-baik ya! Jika rusak aku akan menghukummu!". Kata-kata yang tertulis jelas di surat itu,membuat mata Dinda memanas. Dinda menahan air matanya yang hampir jatuh itu. Tiba-tiba ada yang mengetok pintu kamar Dinda. Dan tak lain orang itu adalah Miran.


"Sudah bangun?". Tanya Dinda.


"Kamu kan yang memasak sarapan pagi hari ini?". Tanya Miran.


"Memangnya ada apa? Apa rasa sarapannya tidak enak?". Tanya Dinda.


"Bu-bukan begitu,aku ke sini hanya mau memanggilmu". Kata Miran.


"Wah boneka sapi yang besar!,kamu dapat ini dari mana?". Sambung kata Miran .


"Bisa dibilang ini dari temanku". Jawab Dinda dengan sedikit tersipu.


Setelah itu,mereka bertiga sarapan bersama.yang dari tadi berulah hanyalah Miran. Miran dari tadi menggoda Rendy dengan menempelkan sosis goreng di bibir Rendy,Rendy nampak sedikit kesal karena dari tadi bibirnya ditempeli sosis oleh Miran. Dinda tetap fokus makan. Dinda pergi dari meja makan untuk mencuci piring yang sudah dipakainya tadi. Nampak Miran dan Rendy masih bertengkar karena sarapan. Dinda pergi ke kamarnya dan mengganti bajunya karena akan pergi bekerja. Ketika sedang berjalan menyusuri jalan, ada mobil yang berjalan cepat tapi perlahan mulai mensejajarkan jalannya di samping Dinda,kaca mobilnya terbuka dan dilihatnya Rendy sedang menyetir mengiringi langkah istrinya itu.


"Masuk!". Kata Rendy seperti sedang memerintah.


"Tidak,aku jalan kaki saja". Kata Dinda masih fokus menatap jalan.


.


..


"Kau ingin ku paksa masuk atau bagaimana!". Kata Rendy yang sempat mengancam Dinda.


Karena tidak ingin membuat masalah Dinda menuruti Rendy dan masuk ke dalam mobil. Sepanjang perjalan tidak ada yang bicara. Saat hampir dekat dari tempat kerja Dinda, mobil Rendy tiba-tiba melewati tempat kerja Dinda. Dinda kaget dan bertanya pada Rendy.


"Kamu mau bawa aku ke mana?! Aku harus bekerja pagi ini! Kenapa kamu malah semakin cepat menancap gasnya! Pelankan mobilnya"


Rendy tetap tidak mendengarkan ocehan Dinda, dan malah semakin ngebut mengendarai mobilnya. Sambil menutup mata, Dinda hanya diam ketakutan karena laju mobil Rendy yang sangat cepat. Rendy menatap Dinda sambil mengerutkan keningnya,


"Sial! Kenapa kau masih sama seperti dulu!"


Rendy memperlambat laju mobilnya,dan berhenti di sebuah taman yang letaknya sangat jauh dari tempat kerja Dinda. Mereka berdua keluar dari mobil dan Dinda seperti mengingat sesuatu yang sangat menggoncang hatinya. Kaki Dinda hampir tidak bisa berdiri, tapi untung Dinda masih bisa kuat.


"Untuk apa membawaku kemari? Kau bisa mengajak Miran kan!". Tatapan tajam Dinda,diarahkan kepada Rendy, Dinda seperti orang yang sedang menahan rasa sedih.


Tatapan Dinda disambut oleh Rendy, Rendy menaikan satu sudut bibirnya, dan berkata

__ADS_1


"Aku kira kau sudah lupa tempat ini!". Kata Rendy sambil tersenyum sinis. Tatapan dingin dan ekspresi Rendy mengatakan kalau dia ingin segera mencabik-cabik Dinda.


Dinda hanya bisa diam. Kemudian Dinda melangkah menjauhi Rendy,dan memanggil taksi. Dinda menuju tempatnya bekerja dan melihat Kei.


"Kei ngapain di sini ya?". Tanya Dinda dalam hati sambil memandangi Kei.


Tak berapa lama kemudian Kei sadar,kalau Dinda sedang menatapnya. Kei tersenyum ke arah Dinda yang salting, Kei mendekati Dinda dan berkata


"Selamat pagi, mbak LaBe(landak betina)".


Dinda yang mendengar ejekan Kei mengejek Kei balik.


"Kadal rawa ngapain di sini?". Tanya Dinda sambil menampakkan muka bete.


"Memangnya salah ya jalan-jalan, dan aku cuma ingin melihat teman lamaku". Kata Kei.


DEG! Itulah suara hati Dinda, dia sadar kalau dirinya sudah menikah, dan Kei hanyalah temannya. Dinda tersenyum getir kepada Kei.


Waktu menjelang malam semua karyawan di kantor tempat kerja Dinda pulang, tinggal Dinda saja yang belum pulang karena pekerjaannya belum selesai. Bebrapa jam berlalu dan menunjukkan angka jam tepatdi arah jam 10 malam. Pekerjaan Dinda selesai dan Dinda bersiap-siap mengemasi dokumen kerjanya. Ketika keluar dari kantor, Dinda melihat Rendy duduk di atas mobilnya di depan kantornya. Dengan tak peduli Dinda melewati Rendy yang berniat mengjaknya pulang bersama.


"HEI, Dinda! Mau ke mana kau?!". Tanya Rendy sambil teriak.


"Pulang". Jawab Dinda dengan santainya.


Rendy agak sedikit kesal dan berlari kecil mengejar Dinda. Merasa sudah dekat dari Dinda, Rendy menarik tangan kiri Dinda, sehingga membuat Dinda berhenti dan menoleh pada Rendy.


"Kak Rendy! Kamu ini kenapa sih?!". Tanya Dinda sambil menepis tangan Rendy.


"Heh,aku ke sini untuk menjemputmu pulang!". Jawab Rendy dengan ketus.


"Kak Rendy! Emangnya aku minta kamu jemput?". Tanya lagi.


"......". Rendy hanya diam tidak merespon.


"Sudahlah kak, besok-besok jangan menjemputku, aku bisa pulang sendiri". Kata Dinda sambil menatap Rendy.


"Aku ini suamimu! Terserah aku ingin melakukan apa-apa ke kamu". Kata Rendy melipat tangannya.


"???!!!!!!! Kak Rendy ngomong apa sih?! Padahal kemarin kemarin masih dingin kepadaku". Kata Dinda dalam hati.


"Baik,baik karena kak Ren sudah datang menjemput ku, aku akan pulang bersamamu". Cakap Dinda meninggalkan Rendy pergi ke mobil.


Entah apa yang terjadi pada Rendy,hari yang sangat melelahkan.....

__ADS_1


__ADS_2