ANTARA AKU DAN DIA

ANTARA AKU DAN DIA
Perasaan Yang Hangat


__ADS_3

"Saat ini aku hamil..... Tapi jika aku menolak mengadopsi anak....... Aku harus bagaimana......".


Dinda masih berfikir. Rendy memandangi Dinda menunggu jawaban. Dinda menjawab.


"Jika aku menolak..... Apa kamu masih tetap akan mengadopsi?". Dinda memalingkan wajahnya. Rendy yang melihat istrinya seperti itu berfikir sejenak. Lalu menjawab


"Aku tidak memaksamu.... Jangan terlalu dipikirkan..". Dinda terpaku mendengar perkataan suaminya, Dinda agak ragu akan bicara tapi dia tetap bicara karena penasaran.


"Kak Ren, aku bertanya karena hanya ingin memastikan saja...... Untuk terakhir kalinya saja........ Apa kamu mencintaiku?". Rendy diam mendengar pertanyaan Dinda. Rendy tidak menjawab, Rendy diam tertunduk. Dinda tau akan jawaban suaminya, meskipun belum terucapkan.


"Aku tau jawabannya, sebaiknya kak Rendy tidak terlalu memperhatikanku, itu membuatku berharap kalau aku bisa memiliki kak Ren... Jangan pernah membuat harapan untukku lagi....". Sekuat mungkin Dinda menahan tangisannya. Rendy menatap Dinda dengan ekspresi wajahnya yang tidak bisa dipahami.


"Aku... Mencintaimu....". Kata Rendy sempat membuat Dinda terpaku. Dinda menoleh dan melihat suaminya menatap dengan tatapan serius.


"Tidak seharusnya terucapkan. Miran dan kak Rendy kan sudah memiliki anak... Untuk apa kak Rendy bicara menyukaiku? Meskipun kak Rendy menyukaiku, aku tidak akan menyukai kak Rendy. Jika kak Rendy meninggalkan Miran dan anaknya. Bagaimana mereka akan hidup? Lebih baik, kita pulang ke rumah dan menyelesaikan liburan ini". Dinda mengalihkan tatapannya dari suaminya.


"Tak apa, jika kau mau kembali ke rumah, segera mungkin kita pulang". Rendy hanya menuruti permintaan Dinda.


Keesokannya di rumah sakit Lucas dan anaknya kembali menjenguk Dinda. Lucas dan anaknya melihat Dinda bersama Rendy di dalam kamar itu. Dinda yang mengetahui Lucas datang bersama Mingming langsung menyuruh mereka berdua masuk. Dinda menatap Mingming yang menatapnya juga, Dinda tersipu melihat lucunya Mingming.


"Mingming suka sama kucing nggak?". Dinda memperlihatkan gambar kucing di handphonenya. Mingming penasaran dan menghampiri Dinda.


"Tante, apa Mimi boleh liat?". Mingming bertanya pada Dinda dengan polosnya.

__ADS_1


"Tentu saja, kalau mau lihat duduk dipangku tante ya!". Mingming tersenyum dengan mengangguk kepada Dinda. Kini Rendy beradu pandang dengan Lucas. Rendy mengajak Lucas berbicara di luar.


"Pak Lucas, bisakah kita bicara sebentar?". Tanya Rendy.


"Tentu saja". Lucas keluar dari kamar, Rendy mengikuti Lucas keluar dari kamar.


"Aku tidak tau apa tujuanmu tapi, jika sampai kau melukai Dinda, akan ku buat kau menerima akibatnya". Rendy menatap tajam Lucas. Lucas membalas tatapan Rendy dengan senyuman.


"Sepertinya pak Rendy masih belum memahami lebih dalam tentang istri anda". Mendengar perkataan Lucas, Rendy mengerutkan keningnya.


"Apa maksudmu?". Lucas tersenyum kepada Rendy.


"Anda tidak paham.... Meskipun anda sudah mengenalnya lebih lama, saya sangat tahu bagaimana kehidupan nona Dinda itu, Lebih dari yang anda bayangkan, nona Dinda lebih rapuh dan rentan. Saat dia akan bertunangan.. dia difitnah dan ditindas habis-habisan oleh orang sekitarnya. Dia terlihat sangat murung seperti orang yang tidak bisa bangkit lagi dari lukanya. Seperti saat dia hampir dilecehkan juga, dia tidak bisa melawan karena keputus asaannya. Nona Dinda... Dia menangis semalaman hanya karena pacarnya juga meninggalkannya. Apa anda dengar? Nona Dinda meskipun dia terlihat sangat bahagia, dan seakan tidak pernah mengalami hal mengerikan semasa hidupnya, itu hanyalah kedoknya untuk menutupi kesedihannya, dan keputus asaannya. Tidak ingin membuat orang sekitarnya khawatir, mungkin itulah tujuannya untuk melakukan ini semua. Saya harap, anda bisa melupakan orang yang bukan menjadi istri anda, nona Dinda selalu mengalah demi kebahagiaan orang lain, saya tahu mungkin anda mengira saya terlalu ikut campur hubungan rumah tangga anda tapi... Ini juga ada hubungannya dengan saya, kalau tidak ada lagi yang ingin anda bicarakan, saya permisi". Lucas hampir pergi meninggalkan Rendy tapi Rendy menghalanginya.


"Ceritakan lebih dalam tentang Dinda. Aku ingin tahu lebih dalam tentang istri ku". Lucas terpaku dengan ucapan Rendy. Lucas menoleh dan melihat tatapan serius Rendy.


*Di sisi lain*


"Tante Dinda, kucing ini sangat lucu!". Mingming menunjuk gambar kucing kecil berwarna putih.


"Mingming lebih lucu dari kucing yang itu". Dinda tersenyum kepada Mingming rasanya Dinda berbicara dengan anaknya sendiri.


"Anu.... Tante Dinda...". Mingming ragu-ragu untuk bicara.

__ADS_1


"Ada apa Mingming? Kenapa ragu bicaranya?". Dinda menatap Mingming yang duduk di pangkuannya.


"Apa Mimi adalah anak yang jelek?". Dinda terkejut, kenapa anak sekecil Mingming berpikir seperti itu.


"Kenapa Mingming berpikir seperti itu?". Dinda mengelus kepala Mingming. Mingming menatap Dinda.


"Kata semua orang dikeluarga ayah, Mimi adalah anak haram, kata adik-adik Mimi juga, Mimi adalah anak yang jelek. Apa Tante Dinda juga berpikir seperti itu?". Mingming terlihat sangat sedih. Dia tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari seorang ibu. Dinda memeluk Mingming dan berkata.


"Mingming masih punya Tante Dinda, Mingming kan anak yang kuat. Mingming, mereka mengejek Mingming hanya karena iri, Mingming jangan sedih ya!". Mendengar ucapan Dinda Mingming sangat senang.


"Apa Tante Dinda boleh kupanggil tantemama?". Mingming bertanya dengan senyum yang lebar.


"Tante...mama?". Dinda bingung.


"Iya! Tantemama, mau kan?". Dinda masih bingung.


"Mingming maksudnya Tante mama itu....". Mingming tersenyum.


"Iya! Kata tante untuk panggilan tante kata mama untuk panggilan mama! Boleh kan!". Sekarang Dinda faham maksud Mingming.


"Tanya ayahmu dulu ya, kalau boleh tante Dinda nggak papa dipanggil begitu kok". Dinda mengelus kepala Mingming.


"Tantemama tenang aja! Aku bakalan buat ayah setuju!". Dinda tertawa kecil.

__ADS_1


"Iya, iya. Mingming pasti bisa". Dinda merasa sangat bahagia. Dinda mengelus perutnya.


"Jadi... Rasanya punya anak seperti ini... Mama tidak sabar kamu lahir, anakku...".


__ADS_2