ANTARA AKU DAN DIA

ANTARA AKU DAN DIA
Mimpiku


__ADS_3

"Kenapa? rasanya hatiku seperti ini?". Tiba-tiba ada yang datang mengetok pintu. Dinda mengusap air matanya lalu mempersilahkan orang itu masuk. Orang yang datang adalah Lucas, bersama anak kecil? Lucas dan anak kecil itu masuk menjenguk Dinda.


"Mingming, beri salam kepada tante Dinda nak". Anak itu mengangguk lalu menyapa Dinda.


"Tante Dinda, selamat pagi". Dinda tersipu melihat lucunya anak itu. Lalu Dinda bertanya pada Lucas.


"Lucas apa itu anakmu?". Lucas tersenyum mengangguk. Dinda bertanya lagi.


"Dimana istrimu? Aku tidak tau kau sudah menikah". Wajah Lucas seketika agak marah. Dinda tidak ingin mengungkit kehidupan Lucas karena itu masalah pribadi.


"Kalau tidak ingin dibicarakan tidak apa-apa kok, lagipula aku tidak bisa ikut campur urusan pribadimu". Lucas memandang Dinda kemudian menyerahkan buah tangan yang dibawakannya. Lucas menyuruh anaknya duduk lalu Lucas mengupaskan buah.


"Sebenarnya..... Ibu Mingming itu....". Dinda menyimak ucapan Lucas yang berbicara sambil mengupas. Mingming duduk melihat ayahnya mengupas dan tidak tau apa yang ayahnya bicarakan.


"Waktu itu.... Aku menginap di sebuah hotel. Kebetulan waktu itu aku mabuk berat, saat itu juga ibu Mingming sedang ke kamarku disuruh manejernya untuk membereskan kamarku, karena kamar yang aku tempati itu sudah beberapa hari tidak dibereskan, manajernya pun merasa sungkan. Dia mengetok pintu lalu masuk ke dalam kamar, dia meminta ijin padaku dan mulai membersihkan kamar. Saat aku melihat dia membersihkan kasur yang agak berdebu, aku menarik tangannya dan memaksanya melakukan hal itu denganku. Paginya kami terbangun bersama dan aku berkata akan bertanggung jawab, tapi dia menolak pertanggung jawabanku entah kenapa. Dia langsung memakai bajunya dan pergi dari kamar itu. Sudah berminggu-minggu setelah hal itu terjadi. Aku mulai mencari data tentangnya dan bertanya kepada orang yang mengenalnya, ternyata dia adalah orang yang hidup pas-pasan dan sederhana. Aku berusaha mencari alamat rumahnya dan mendapatkan alamatnya dari rekannya. Saat aku menjumpai rumahnya aku melihat dia sedang memakai baju pengantin dan akan menikah dengan seseorang, tapi kebahagiaannya itu tidak berjalan sampai pelaminan, di hari itu juga diketahui dia sudah hamil, usia kandungannya baru 1 minggu. Karena mempelai laki-laki mengatakan tidak pernah melakukan hal itu dengannya, aku sadar kalau itu adalah anakku. Setelah dia tidak jadi menikah, aku bertekad untuk bertanggung jawab atas kehamilannya. Dia dan aku menikah, setelah itu kami perlahan-lahan saling mencintai.... Jadi itulah kehidupan tentang ibu Mingming". Dinda hanya bisa diam mendengar ucapan Lucas, lalu dia berkata.


"Hei Lucas, aku ini tidak seberuntung wanita yang kau hamili itu, Kehidupan ku jauh lebih buruk darinya". Dinda tersenyum mengatakan itu. Lucas terkejut mendengar ucapan Dinda. Lucas bertanya.


"Apa maksudmu?".


"Hmmm........ Tidak ada kok, oh iya dimana sekarang istrimu?".


Lucas diam sejenak. Lucas pun menjawab.


"Dia pergi meninggalkan aku dan Mingming, dia pergi dengan lelaki lain! Aku tidak menyangka dia akan mengkhianati cinta ku, dan anaknya ditinggalkan sendirian olehnya!".


Dinda terkejut mendengar ucapan Lucas. Dinda memikirkan sesuatu yang tidak masuk akal itu. Kemudian Dinda bertanya.


"Lucas apa aku boleh tau nama istrimu? Aku juga ingin melihat fotonya! Boleh?". Lucas memikirkan permintaan Dinda. Lucas mengiyakan Dinda dan memperlihatkan foto istrinya.

__ADS_1


"Ini istriku namanya Mili Zhou". Dinda terkejut melihat foto istri Lucas. Tiba-tiba Lucas mendapat panggilan dan harus pergi bekerja mendadak. Lucas dan anaknya pamit pulang. Dinda masih memikirkan istri Lucas.


"Kenapa Mili Dayong memiliki sifat seperti itu? Padahal dulu waktu SMA dia adalah anak yang sangat baik, pasti ada sesuatu yang terjadi! Aku akan mencari tahu yang sebenarnya!". Dinda memilih memikirkan hal itu nanti, dia memakan buah dan sarapan yang di kupas Lucas dan dipesankan Rendy.


.


..


...


....


.....


......


"Nyonya ada yang bisa saya bantu?". Dokter terkejut melihat wajah Dinda yang khawatir.


"Dokter tolong lepaskan infusnya". Dinda masih tetap menelfon Rendy. Dokter agak ragu menjawab.


"Tapi nyonya.... Infus anda masih...".


"Tidak apa-apa, cepat lepaskan infusnya". Dokter patuh dan melepaskan infus Dinda. Dinda pergi keluar rumah sakit menuju hotel. Dinda tidak melihat suaminya di kamar hotel. Dinda kembali menelfon Rendy tapi tetap tidak tersambung.


"Ada apa ini? Kenapa kak Rendy tidak bisa dihubungi....". Dinda kembali menuju rumah sakit. Dinda melihat seorang yang serupa dengan Rendy yang masuk ke dalam rumah sakit. Dinda mengikuti lelaki itu dan melihat lelaki itu masuk ke kamar Dinda menggendong sesuatu. Dinda mengikuti lelaki itu perlahan-lahan dan melihat Rendy suaminya menggendong seorang bayi. Dinda terkejut dan masuk ke dalam kamar. Rendy melihat Dinda masuk dan mendekati Dinda.


"Lihatlah...Aku membawa seorang bayi....". Dinda menatap bayi itu.


"Kak Ren..... Anak siapa ini?". Dinda mengelus pipi bayi itu.

__ADS_1


"Aku mengadopsi anak.....". Dinda terkejut, dia menatap Rendy dengan serius.


"Kak Ren..... Untuk apa? Untuk apa mengadopsi anak?".


"Karena aku........... Karena aku tidak ingin memiliki anak kandung bersamamu".


"AH!". Dinda bangun dari tidurnya.


Dinda terbangun dari tidurnya karena mimpi buruknya.


"Mimpi.... Itu hanya mimpi Dinda...... Tenanglah.....".


Dinda hanya bermimpi buruk. Dinda banyak mengeluarkan keringat dingin.


"Sepertinya aku tertidur setelah makan tadi..... Tunggu... Kenapa tanganku sangat.....hangat.....".


Dinda melihat tangan kirinya yang digenggam oleh suaminya dan suaminya tertidur pulas di sebelahnya.


"Kak Ren.....".


Rendy tertidur pulas. Dinda duduk mengambil dan meminum air yang ditaruh perawat di meja sebelah ranjang Dinda.


"Sudah bangun?". Rendy terbangun dari tidurnya. Dinda menatap Rendy lalu melanjutkan minumnya. Rendy berkata lagi.


"Aku berencana untuk mengadopsi anak.... Apa kamu setuju?". Dinda tersedak dan batuk mendengar kata Rendy. Dinda menatap Rendy dengan serius lalu berbicara.


"A-aku....". Dinda masih berpikir ide Rendy.


"Saat ini aku hamil..... Tapi jika aku menolak mengadopsi anak....... Aku harus bagaimana......".

__ADS_1


__ADS_2