
"Aku akan menikah......tapi bukan dengan orang yang kucintai...,kuharap pernikahan ini menjadi solusi yang bagus agar ibuku tidak khawatir denganku". Kata Dinda dalam hati sambil bersandar duduk di jendelanya menikmati angin sepoy-sepoy dengan melamun. Lagi-lagi lamunannya buyar karena sepupunya datang dan melemparkan kerikil ke arah Dinda.
"Mau ngomong apa lagi?????". Tanya Dinda sambil tersenyum menatap Excel.
"Kak turun!,ayo jalan-jalan,jangan diam dirumah terus!". Excel mengajak sambil tersenyum hangat kepada kakak nya itu.
"Iya,iya kakak turun,sebentar ya kakak mau merapikan rambut dulu". Jawab Dinda sambil merapikan rambutnya yang kusut terkena angin.
Di Taman
Dinda dan Excel berjalan berdampingan dengan agak canggung, karena bingung harus mencari topik pembicaraan yang tepat. Tiba-tiba ada anjing yang berlari sambil menggonggong ke arah Dinda dan Excel,sontak Dinda pun langsung berteriak.
"GROK!,GROK!". Gonggongan anjing yang sangat keras membuat beberapa orang disekitarnya lari karena takut digigit.
"EXCEL! ADA ANJING!!! EXCEL ANJINGNYA KEMARI!!! EXCEL USIR ANJINGNYA!! CEPAT USIRRRR!!!! EXCEL KAKAK TAKUT ANJING!!!! CEPAT USIR ANJINGNYA!!!". Dinda menjerit ketakutan sambil memeluk erat-erat Excel.
Excel yang melihat kakaknya memeluknya dengan erat membuat pipi Excel memanas merah. Excel yang masih fokus melihat kakaknya itu,tersadar ketika anjingnya berada di dekat mereka berdua dengan gonggongannya yang keras.
"Anjing baik kemari". Excel bicara dengan suara lembut dan berjongkok seketika itu mengulurkan tangannya ke anjing itu,tetapi Dinda yang takut anjing bersembunyi di belakang Excel. Anjing yang tadinya mengamuk agak menjadi tenang karena Excel menenangkannya. Perlahan anjing itu mendekat dan mengendus tangan Excel,setelah itu menjilat tangannya,Excel pun mengelus kepala anjing itu agar anjingnya mengerti kalau Excel dan Dinda bukan ancaman untuknya. Tak butuh waktu yang lama si anjing pun menjadi anjing yang penurut kepada Excel.
"Excel kamu suka anjing?". Bertanya tapi masih tetap menjaga jarak dari anjing.
"Lumayan". Excel mejawab dengan wajah agak sedih.
Dinda yang tahu adiknya besedih segera mengajak pulang Excel.
***
Di halaman rumah Dinda.
"Ayo masuk!,ibu pasti akan senang saat melihat mu datang". Ajak Dinda sambil menggandeng tangan Excel ke dalam rumah.
Tak disangka ibu Dinda, calon mertua dan calon suaminya duduk berbincang bersama di ruang tamu menunggu Dinda. Seketika mereka bertiga menoleh ke arah Dinda dan Excel. Dinda menoleh ke arah Excel yang menatapnya serius karena menggandeng tangan Excel dengan erat, Dinda memperhatikan keadaan di ruang tamu itu dengan canggung.
"EXCEL!,kenapa masih diam ayo ke kamarku!,katanya mau minjam buku itu..". Kata Dinda yang mencari alasan dan melototi Excel diam-diam dengan maksud memberikan kode mata kepada Excel.
"Ah!iya aku mau pinjam bukunya ayo ke atas(kamar Dinda)". Jawab Excel dengan menarik Dinda menuju kamar Dinda.
"nak,setelah kamu pinjamkan bukunya ke Excel,kamu turun temani calon mertuamu mengobrol ya!". Kata ibu Dinda yang menghentikan langkah kaki Dinda dan Excel.
"Iya bu,aku tidak akan lama kok!" Jawab Dinda sambil tersenyum lebar ke ibunya.
Excel pun menarik Dinda karena dia tau Dinda agak canggung melihat calon mertuanya yang menatapnya sambil tersenyum,sementara calon suami Dinda hanya menatap tajam Dinda dengan ekspresi datar.
Di kamar Dinda.
__ADS_1
"Makasih ya adekku,ternyata kamu paham juga bahasa isyarat". Memuji jail ke adiknya sambil menepuk bahunya.
"Sama-sama kakakku yang pendek!". Ucap balasannya untuk kakak sepupunya.
"Astaga!sebentar lagi aku pasti akan dicekik kakak!". Katanya dalam hati.
"Untuk kali ini aku tidak akan mencekikmu! tapi jika ada lain kali,aku tidak akan segan!". Kata Dinda sambil melototi Excel. Excel hanya bisa tunduk di depan kakaknya itu.
Beberapa menit kemudian Dinda keluar bersama Excel dari kamarnya. Excel berpamitan kepada tantenya,Dinda,calon mertua Dinda, dan calon suami Dinda.
"Tante Jane(mama Rendy), tante Kiran(mama Dinda), kakak, dan kak Rendy aku pulang dulu ya,sampai jumpa". Kata Excel sambil sedikit membungkukkan badannya.
Beberapa jam kemudian
Dalam obrolan tampak ibu Dinda dan Tante Jane sangat senang dengan percakapan mereka yang sesekali melibatkan Dinda dan Rendy di dalam topiknya. Beberapa kali dinda mengetahui Rendy bebrapa kali mencuri pandang ke arah Dinda, Dinda agak penasaran ke pada Rendy apakah dia memiliki orang yang dicintainya saat ini atau tidak. Karena rasa penasarannya yang tinggi,Dinda pun memberanikan diri bertanya pada Rendy.
"Kak Rendy,apakah kamu punya orang yang sedang kau cintai saat ini?". Tanya Dinda sambil mengepalkan tangan yang ada di pangkuannya karena rasa gugup.
Ibu Dinda,dan ibu Rendy tampak diam sesaat karena pertanyaan Dinda, sedangkan Rendy, dia hanya menatap wajah Dinda dengan ekspresi datarnya. Rendy berpikir sejenak lalu mengajak ibunya pulang karena waktu sudah terlalu larut.
"Mah, waktunya pulang, ini sudah larut!". Ajakan Rendy sambil tersenyum menatap ibunya.
"Apa aku membuatnya marah ya,dengan bertanya seperti itu?, Dia pasti menjadikan ini privasinya,tapi sepertinya dia sudah menyukai seorang wanita". Kata Dinda dalam hati.
Rendy dan ibunya berpamitan pulang. Kini tinggal Dinda dan ibunya di dalam rumah.
Ibunya menjawab "Nak,ibu ingin melihatmu bahagia sebelum ibu meninggal".
Dinda terdiam mendengar jawaban ibunya itu,rasa agak resah membaluti pikiran Dinda,karena Dinda tau,bahwa salah satu Ginjal ibunya tidak bisa digunakan,dan ginjal satunya milik ibunya sudah sangat lemah. Dinda pergi ke kamarnya.
***
Di kamar
Dinda mandi, membersihkan tubuhnya karena lengket keringat yang sudah menempel padanya dari tadi saat bersama Excel. Setelah mandi Dinda duduk di meja riasnya dan mulai mengeringkan rambut pirang lurusnya dengan Hair-Drayer. Dinda menatap dirinya di depan cermin bergumam
"Semoga saja aku dan Rendy bisa menjadi partner yang baik sebagai teman satu atapnya". Gumamnya
Dua hari berikutnya,Dinda harus pergi ke butik untuk mencoba baju pengantin wanita. Dia tidak sendiri,namun datang dengan Rendy. Jarang sekali melihat pria tampan seperti Rendy bicara. Rendy menyuruh pelayan mengambilkan jas pernikahannya untuk dicoba begitu pula dengan Dinda,dia juga mencoba baju pengantinnya di ruang ganti. Dinda dan Excel keluar secara bersamaan dan membuat seisi toko butik terkejut, karena kecantikan Dinda dan ketampanan Rendy hampri membuat seisi toko memperhatikan mereka, dan bertanya-tanya. Dinda melirik ke arah Rendy,Rendy hanya diam seolah tidak mendengar apa-apa.
1 Minggu kemudian adalah acara pernikahannya
***
Ruang pengantin wanita
__ADS_1
Dinda duduk melamun di depan cermin,menunggu dirinya dipanggil. 'Klak'. Suara pintu terbuka,Dinda melihat pantulan di cermin dan melihat teman lamanya dan sepupunya masuk bersamaan.
"Kei! kapan kamu kembali dari Taiwan?! dan kenapa tidak memberitahuku!". Tanya Dinda sambil berdiri lalu berlari kecil ke arah mereka.
"Hehe! biar jadi kejutan, sudah satu tahun aku di Taiwan,tapi kamu sepertinya tidak merindukanku". Kata Kei sambil melipat tangannya.
Dinda tertawa kecil dan menepuk bahu Kei.
"Ayolah! kamu ini ngomong apa? aku dan Excel selalu merindukanmu! benar kan Excel!". Jawab Dinda sambil melirik Excel.
Excel tertawa,dan mengiyakan perkataan kakaknya itu, bebrapa obrolan membuat mereka bertiga tertawa seperti saudara kandung yang baru pertama kali ketemu. Saat Kei akan membicarakan sesuatu, pengantin wanita dipanggil karena acaranya sudah mulai.
"Hei LaBe(landak betina)! kalau berani, nanti setelah acara pernikahan, datanglah ke taman! alamatnya akan ku SMS, jika kau benar datang, aku akan memberimu hadiah!". Kata Kei dengan senyum meledeknya tambah tangannya yang memegang pinggulnya,membuat Kei memiliki aura menantang yang besar.
Dinda terdiam sebentar,dan tersenyum menaikkan satu sudut bibirnya.
"Kau yang menantang ku ya kadal rawa! lihat saja nanti! aku pasti akan datang!". Jawab Dinda berteriak pergi meninggalkan Kei.
Beberapa jam kemudian
Acara pernikahan pun selesai diadakan, dan para tamu satu per satu mulai pulang. Saat acara sudah selesai,Dinda pergi menemui Rendy yang akan pergi ke ruang ganti.
"Kak rendy, kamu pulang dulu saja aku ada urusan". Kata Dinda sambil beradu pandang dengan Rendy. "Terserah". Jawab Rendy pergi meninggalkan Dinda.
Dinda pun segera pergi mengganti baju dan pergi ke taman yang Kei SMS. Sesampainya di sana Dinda melihat pemandangan yang menakjubkan. Ternyata di taman itu terdapat danau yang sangat cantik. Tak lupa dengan tantangan Kei dia melihat sekitar mencari Kei. Tiba-tiba ada tangan yang menutupi mata Dinda. Dinda kaget, menepis tangan yang menutupi nya dengan kasar.
"KEI?!". Teriak Dinda sambil melihat Kei tersenyum.
Kei mendekat ke Dinda dan berkata.
"Besok hadiahnya akan kukirim,kamu tunggu saja di rumah suamimu itu". kata Kei sambil memandang Dinda.
"K-kalau begitu terima kasih:`)". Jawab Dinda sambil memalingkan wajahnya dari tatapan Kei.
Wahhh,hari itu sungguh menakjubkan bertemu Kei kembali agak membuatku senang kalau di dunia ini masih ada teman sepertinya....
*Sekedar info tentang karakter dan visualisasi karakter yang sudah muncul.
1.Dinda, Berwajah cantik,memiliki rambut pirang lurus dari ibunya dan mata biru dari ayahnya. Punya adik tapi adiknya pergi meninggalkan keluarganya setelah ayahnya meninggal. Dari kecil adik Dinda diam" membulky Dinda tanpa sepengetahuan orang tuanya.
2.Rendy, Punya daya tarik yang kuat untuk para gadis,rambutnya berwarna hitam, bermata merah seperti mata iblis, dia adalah bos dari perusahaan terkenal di Jepang. memiliki adik yang sangat membencinya, karena adiknya tidak bisa mendapatkan jabatan CEO di perusahaan warisan ayahnya.
3.Excel, memiliki rambut berwarna biru muda,bermata silver,dan tidak ada hubungan sepupu dengan Dinda sebenarnya Excel anak pungut dari adik ibu dinda yaitu tante Nadian. Teraniyaya semenjak kecil, tapi Dinda selalu ada untuk Excel,jadi Excel sangat menyayangi Dinda sebagai kakak kandungnya walaupun tidak memiliki hubungan darah.
4.Kei, memiliki daya tarik yang kuat sama seperti Rendy, memiliki rambut berwarna merah agak muda dan mata yang berwarna merah tua, kehidupannya ???????????????????????????????...
__ADS_1