
Kami bertiga benar benar shock melihat Kevin di belakang tante itu.
"Hai" sapanya dengan wajah tanpa dosa
"hai juga" jawab kami bertiga dengan linglung
"Kevin panggil papa kamu kesini, kita gabung sama calon mantu mama" ucap tante itu mengembalikan kesadaran kami bertiga
"mama apa apaan sih malu tau" ucap Kevin enggan pergi
"ngapain malu sih ya kan Raya sayang"
Tanya mamanya Kevin padaku
"eh iya tante silahkan" ujarku bingung mau jawab apa.
Aku bingung dengan situasi yang terjadi,
"tante ini mamanya Kevin berarti yang bilang anaknya suka aku itu Kevin kan? Trus kak Vio itu siapanya dia sih, bukannya tadi mesra - mesraan di depan orang tuanya? Apa jangan -jangan ...." pikirku lalu menyenggol kaki Sari dan Yanti di belakang meja, mereka menatapku dan mengangkat bahu tanda tidak tahu juga.
"Raya sayang kamu jangan takut sama anak tante ya, dia baik kok cocok buat kamu yang cantik" kata mama Kevin memulai percakapan
"maaf tante saya ngak ada hubungan apa - apa dengan Kevin" jawabku terus terang
"lagian saya ini gak sempurna tante, tante bisa lihat sendiri kekurangan saya dan terlihat ngk cocok kalau sama Kevin" lanjutku sambil menunduk
"hei hei sayang kamu ngomong apa sih? Kamu itu cantik kok, jangan pedulikan apa kata orang ya, yang menjalani kehidupan ini kan kamu jadi jangan terlalu menganggap omongan orang yang tidak bermutu" balasnya sambil menggenggam tanganku
" Tapi tante....."
"husssst.. Sudah - sudah jangan bahas tentang kekurangan, yang penting Kevin suka kamu, tante suka kamu dan keluarga tante suka kamu.
Ehhh.. Tunggu tapi kamu suka anak Tante ngak?" jawabnya menenangkan ku
Belum sempat aku menjawab, Kevin dan papanya sudah datang
"mama kok pindah kesini kenapa?" tanya papanya Kevin sambil duduk di sebelah istrinya
"papa kenalin ini Raya yang selalu di ceritain Kevin saat pulang sekolah, Raya ini lah.. Raya itu lah.. Gimana pa cantik kan?" ucap mamanya Kevin menjelaskan antusias
Aku pun berdiri dan menjabat tangan papanya Kevin. Begitupun Sari dan Yanti.
"Saya raya Om, dan ini kedua teman saya Yanti dan Sari" ucapku memperkenalkan diri dan kedua temanku
"halo saya papanya Kevin, salam kenal ya" balasnya sambil nyambut tangan kami
Setelah itu kami duduk kembali.
" Pa gimana? Cocok kan jadi mantu kita?" tanya mamanya Kevin
"papa selalu setuju siapapun yang anak- anak suka ma, tapi apa mau orangnya sama Kevin yang bandel ini" jawab papanya Kevin sambil menggoda Kevin
"papa, aku gak bandel" ujar Kevin sambil terlihat malu
"sudah sudah kalian gak malu sama calon mantu mama ini" ujar mamanya Kevin
Aku hanya tersenyum menanggapi setiap omongan mereka, tapi aku tak melihat kak Viona bukannya mereka tadi bersama.
"kemana dia?" tanyaku dalam hati
"tante, om mau pesan sesuatu" tanyaku
"nggak usah sayang kami sudah makan tadi, kami cuma mau ketemu sama calon mantu tante" jawabnya menggodaku
"mama jangan gitu lihat calon mantu kita malu" ujar papanya Kevin
Blush
gimana mukaku sekarang, aku malu pake bangett dari tadi dibilang calon mantu, sedang kedua temanku hanya mendengarkan dan cekikikan sendiri.
"mama papa pindah kok gak ajak ajak Vio sih" ujar kak vio tiba - tiba sambil mendudukkan tubuhnya di sebelah Kevin
"maaf sayang tadi mama antusias banget mau ketemu adik ipar kamu" ujar mamanya Kevin
"mama?adik ipar?jadi kak Vio itu benarĀ kakaknya Kevin seperti tebakanku tadi" pikirku sambil menatap Kevin dan dia mengangguk dan tersenyum
"jadi aku selama ini telah salah, tapi bukannya yang aku dengar waktu itu dia jadian sama kak Vio" pikirku lagi
"kalian semua satu sekolah kan" tanya papanya
" iya om" jawab kami bertiga
"jadi Kevin ini adiknya kak Vio ya om?" tanya Sari akhirnya bersuara
"loh kalian belum tau status mereka?" tanya mama Kevin
"belum tante" jawab kami kompak dan menggeleng
"ya ampun.. Kevin dan Vio itu kakak adik sayang jangan pikiran macem - macem ya" jelas mama Kevin
__ADS_1
"gimana nggak pikiran macem - macem orang di sekolah di gosipkan pacaran trus mesra banget kelihatannya dan ngk ada konfirmasi apa- apa, gimana ngk salah paham coba?" pikirku sambil menatap Kevin sengit, kurang ajar dia bikin aku galau terus ternyata cuma kakaknya dan dia hanya menatapku sambil tersenyum bodoh.
"Kevin ajak Raya main ke rumah, sama teman temannya juga kalau mau" ujar mamanya
"mama aku itu gak ada apa apa sama Raya" kata Kevin
"lho bukannya kamu bilang kalau suka Raya kenapa nggak jadian aja sih?, dari tadi kamu mandangin dia terus dari sana" jelas mamanya
"ukhuk ukhuk ukhuk"
aku langung tersedak mendengarnya, mukaku udah seperti kepiting rebus.
"mama jangan ngomong gitu mereka malu" ujar kak Vio
Benar benar keluarga yang lucu dan terus terang, saling menggoda dan tertawa
.
"jadi kangen bunda dan ayah" pikirku
"Kalian sudah makan?" tanya mamanya
"sudah tante" jawabku
"sayang maaf ya tante tak bisa menemani lebih lama, soalnya tante masih ada urusan sayang"
"iya tante gpp, kami mengerti" ucapku
"om sama tante pergi dulu ya dan makanannya sudah om bayar, ayo Vio, Kevin kita sudah ditunggu" ucap papanya
" terimakasih om" ucap kami
"tante pergi dulu ya syang" pamitnya
"iya tante hati hati" ucapku tersenyum
Kulihat mereka berjalan menuju pintu keluar, namun sebelum sampai pintu ku lihat Kevin berbalik dan mengerlingkan matanya padaku dan tersenyum.
Deg
"Haruskah aku bahagia sekarang?" pikirku
"cieee, ya ampun ada yang bakal jadian ini ceritanya" goda Yanti
"apaan sih kalian ini, ayo kita pulang" balasku
"akhem - akhem jangan lupa PJ nanti ya.. Sudah ada lampu hijau tinggal gas aja Ray" goda Sari
Di sepanjang jalan aku terus berpikir apa ini memang jalannya? kenapa disaat aku ingin menjauh justru kenyataan berubah dengan cepat.
Yanti dan Sari langsung pulang setelah sampai di rumahku padahal aku sudah memintanya tinggal. Kini aku berbaring di ranjang dengan pemikiran yang campur campur. Tak terasa hari sudah larut malam.
Ting
bunyi waku.
Kevin
malam Ray, maaf soal di resto tadi ya
Me
Iya Vin gpp, tapi aku boleh tanya sesuatu?
Kevin
boleh
Me
bukannya kamu sama kak Raya pacaran ya kok bisa jadi kakak adik??
Kevin
maaf Ray aku cuma mau buat kamu cemburu tapi aku gak bisa lihat kamu cuekin aku terus.
Me
kenapa
Kevin
becouse I LOVE U
Blush
"aaaaaakkhhhh" teriakku kencang
untung kamarku kedap suara kalau tidak pasti bibi sudah datang kesini hehe.
__ADS_1
"Gimana besok waktu ketemu dia disekolah aduh maluu" gumamku
Ting
Kevin
Kok gak jwab sih?
Me
jawab apa?
Kevin
I LOVE YOU RAYA
"Aku harus jawab apa sekarang?" pekikku sambil guling guling di tempat tidur.
"Biarlah besok saja,aku ke kamar kak Gilang aja deh" pikirku
Tok tok tok
"kakak" panggilku
ceklek
"ada apa dek tumben" kata kak Gilang sambil membiarkanku masuk
"gpp aku cuma kangen aja" jawabku sambil tiduran di kasurnya
"gak usah bohong ayo cerita ke kakak" tebaknya
"emmm kak, apa kakak pernah pacaran?" tanyaku
"kamu lagi jatuh cinta ya hayoooo " godanya
"issh kakak nih aku kan cuma tanya" jawabku cemberut
"iya iya kakak jawab, kakak pernah jatuh cinta sama teman kuliah kakak dan sekarang kami pacaran kenapa memangnya?"
"kalau aku pacaran boleh gak kak?" tanyaku
"emang pacaran sama siapa? cowok yang waktu itu?" tebaknya dan aku hanya mengangguk malu
"dek bunda dan ayah tuh gak pernah larang kita pacaran tapi dengan orang yang baik, kamu juga jangan asal suka aja kalau cari pacar" jelas kak Gilang
"emmb iya kak, tapi dia orang nya baik dan sayang sama aku kak dan aku juga suka sama dia" jawabku
"kalau memang begitu ya kamu bawa kesini aja kenalin ayah dan bunda nanti kalau mereka sudah pulang" saran kak Gilang
"emm ta tapi aku belum jawab cintanya kak"
"kenapa?" tanyanya
"aku malu dan gugup" jawabku
"hahaahahaha .... kamu itu ada ada aja dek" tawa kak Gilang
"kan aku belum pernah pacaran kak, jadi waktu dia bilang suka aku jadi gugup soalnya kakak tau sendiri dia ganteng dan sempurna menurutku, sedangkan kakak lihat, aku yang banyak kekurangan" ucapku menunduk
"dek dengerin kakak, cinta itu tidak memandang fisik tidak memandang harta dan tidak memandang status. Jika kamu yakin dia yang terbaik maka cobalah menerimanya" nasehatnya
"iya kak, makasih kakak sudah kasih aku masukan" kataku
"sama sama sayang, sini peluk kakak" ujarnya dan aku langsung duduk dan memeluknya
"adekku sudah dewasa ternyata bentar lagi punya pacar, ciyee" godanya
"awww aw, kok dicubit dek sakit tau" lanjutnya saat menerima cubitan ku
"he he he maaf kak, habisnya kakak sih godain terus, tapi kak jangan bilang ayah dan bunda dulu ya biar nanti aku kenalkan ke mereka langsung" kataku
" iya dek, tapi kamu harus rajin belajar ya jangan sampai punya pacar jadi malas"
"siap kak" hormatku
"kakak sudah makan?" tanyaku
"sudah dek, kamu belum makan?" jawabnya
"sudah kak tadi sore di resto sama teman teman, ya sudah kalau gitu aku balik kamar ya kak makasih udah dengerin curhatku, selamat malam kakak" ucapku sambil mencium pipinya
"selamat malam sayang" jawabnya
Segera aku kembali ke kamar dan merebahkan tubuhku di kasur hingga tak terasa sudah terbang ke alam mimpi.
usaha tak mungkin mengkhianati hasil
~Raya Putri~
__ADS_1
##################################
Bersambung...