
Seperti biasa rutinitas saat hari sekolah, setelah melaksanakan kewajiban, lalu aku segera mempersiapkan keperluanku untuk sekolah.
Biasanya sudah aku persiapkan saat sebelum tidur tapi semalam kelupaan karena memikirkan tang di sana sampai ketiduran. Untungnya gak ada tugas.
"selamat pagi semua" sapaku sambil mendudukkan tubuh di kursi makan
"pagi , tumben semangat banget hari ini biasanya kalau ke sekolah malas malasan kayak gak niat" kata papa
"gimana gak semangat pa di sekolah kan ada yang kasih vitamin C" goda kak Vio
"ukhuk ukhuk, apa sih kak vitamin C dari mana coba" kataku
"vitamin C apa kak?" tanya papa pura - pura ingin tau
"papaku tersayang vitamin C artinya vitamin cinta, ya nggak Vin ha.... Ha.. Haha.." goda kak Vio lagi sambil tertawa membuatku malu
"Bun yang semalam curhat lagi ja-" lanjutnya tapi langsung ku potong
"kak gak usah ember deh kalau tau" sinisku sambil menyuap nasi goreng dengan kesal
"apa sih kalian ini kalau ketemu pasti berantem, sudah sarapan dulu" kata mama menengahi
"iya ma" jawab kami serentak sedangkan papa hanya menggelengkan kepala
"Kevin, Vio, papa dan mama tidak melarang kalian untuk menjalin hubungan dengan orang yang kalian cintai, tapi papa pesan jangan pernah pernah melewati batas saat berpacaran dan jangan pernah menyakiti hati orang lain terutama kamu Kevin, jangan pernah main main sama perasaan perempuan, ingat kakak dan mamamu juga seorang perempuan. Menyakiti hatinya sama dengan menyakiti hati mereka. Jika belum sanggup berkomitmen lebih baik berteman saja kalau jodoh nanti pasti ada jalan." nasehat papa pada kami yang membuatku terdiam merenung
"aku gak akan pernah sakiti dia pa, aku percaya dengan pilihanku dan ini yang pertama dan terakhir" janjiku mantap
"bagus- bagus, papa pegang omongan kamu" balas papa
Setelah obrolan pagi yang berujung nasehat papa, kami mulai sarapan dalam keheningan, setelah itu aku pamit berangkat.
"pa ma Kevin berangkat dulu ya" pamit ku lalu beranjak pergi
" tunggu kakak Vin, kakak ikut motor kamu" kata kak Vio menghentikan langkahku
"kenapa nggak di anterin supir aja sih kak? ayolah sudah siang ini nanti telat kita" kataku pasrah
"ya ampun bilang aja pengen cepat cepat ketemu Raya kan?" goda kak Vio
"jadi bareng gak nih? aku tinggal loh kak" ancam ku
"iya iya bawel ini udah selesai" balasnya terburu buru minum
"kami berangkat ma pa assalamualaikum" pamit ku dan kak Vio menyalami mereka
"waalaikumsalam hati hati Vin jangan ngebut" pesan mama
"iya ma" jawabku
Di pertengahan jalan aku tiba- tiba terpikirkan ide gimana cara mengetahui Raya ada rasa nggak sama aku.
" ekhem.. Kak bisa minta tolong nggak" tanyaku sambil mengurangi kecepatan motor
"apa? Jangan aneh- aneh aku gak mau ya, " jawabnya sewot
"Ck, belum apa - apa udah sewot sih, mau nggak?" tanyaku lagi
__ADS_1
"apa dulu dong, kalau bayarannya ok sih nggak masalah" jawabnya memanfaatkan
"belum juga ngomong udah bicara masalah bayaran, emmm.. Jadi gini, aku mau kakak pura- pura jadi pacarku saat di sekolah, soalnya aku mau lihat respon Raya gimana, cemburu kah atau biasa saja" jelas ku
"itu mudah sih, yang penting aku mau i-phone sebagai bayaran, gimana sanggup nggak" balasnya
"ok deal" jawabku lalu menambah kecepatan lagi
"yang penting bisa dapatin Raya, uang bukan masalah .. Masih ada mama dan papa ha.. haa..haa " lanjut ku dalam hati
Saat sudah tiba, seperti dugaanku kami menjadi pusat perhatian. Setelah menaruh tas aku berjalan keluar ke lapangan untuk upacara bendera.
Hari ini senin seperti biasa akan ada upacara bendera. Aku melihat kelasku sudah berbaris rapi, dan aku kebagian tempat di belakang sendiri karena baru datang, aku sempat melihat Raya yang ternyata di baris ke dua di depanku.
"kesempatan nih" pikirku
Aku meminta anak yang berbaris di belakangnya untuk bertukar dan untungnya dia mau dan akhirnya kini berbaris tepat di belakang Raya menghadap ke barat. Kami memulai upacara dengan tenang sesuai intruksi, dari belakang aku memperhatikannya kepanasan karena dia sesekali menyeka peluhnya.
Aku memajukan barisanku tepat di belakangnya hingga menghalau matahari yang menerpanya dari belakang. Dia mendongakkan wajahnya lucu mungkin berpikir kenapa kok gak panas lagi, hingga kepala belakangnya membentur tubuhku
"Eh maaf maaf "katanya panik dan belum tau aku yang dibelakangnya
"udah lihat depan aja jangan berisik" bisikku agar tak memancing keributan
Dapat aku lihat tubuhnya menegang, dan itu membuatku ingin menggodanya lagi jika tak mengingat ini sedang upacara.
Saat aku rasa dia sudah tidak kepanasan lagi aku lega dan tetap di posisi ini hingga upacara selesai. Aku berniat ke tempat kak Vio untuk bilang nanti pulang sekolah aku tungguin apa pulang sendiri. Sekalian untuk melancarkan aksi pura - pura.
Kami berbicara sambil berjalan dan berhenti di depan kelasnya dan sesekali dia menggodaku dengan Raya. Biarlah sekarang urusanku sudah selesai aku kembali ke kelas.
Aku memperhatikan Raya sedang fokus baca novel, aku rasa dia tadi juga melihatku, mungkin aku bisa sedikit membuatnya cemburu dengan mengatakan ini. Semakin cepat semakin baik, pura- pura kan gak perlu lama- lama.
"kak Vio kakak kelas yang cantik itu? Yah padahal aku juga naksir dia tapi gpp deh aku ikhlasin. Selamat bro, baru dua hari disini udah dapatin cewek paling populer disekolah ini" kata Reza agak kencang
"kamprett emang si Reza ini" ucapku dalam hati
Yess..
Aku melirik ke Raya seolah terkejut mendengarnya, tapi kemudian dia bersikap biasa saja sampai temannya bertanya pada kami.
"Siapa yang jadian?" kata Yanti
"Nih si Kevin Jadian sama kak Vio, cewek populer di sekolah" jawab Reza
"Wahhh selamat donk, kalau gitu jangan lupa PJ ya Vin" jawab Sari menimpali
"Beres" jawabku singkat karena sedang memperhatikan Raya
Aku melihatnya hanya diam entah apa yang dipikirkannya. Aku jadi bingung, dia cemburu apa nggak sih? tapi wajahnya biasa aja jadi aku bingung dengan reaksinya sampai tiba tiba dia membuka suara.
"Aku ke UKS dulu ya teman- teman, kepalaku tiba- tiba pusing" ucapnya membuatku tersadar dari lamunanku
"Kamu kenapa Ray? Apa perlu aku izinin pulang ke guru piket?" Tanya Sari padanya
"Gak perlu Sar, aku mau istirahat sebentar di UKS aja nanti kalau sudah mendingan aku kembali ke kelas" ujarnya lagi
Aku jadi khawatir melihatnya, ingin aku berdiri dan segera membawanya ke UKS sekarang tapi ini bukan saat yang tepat setelah aku bilang jadian sama kak Vio.
__ADS_1
"sial, situasinya gak tepat" rutuk ku dalam hati
"aku anterin ya Ray, takutnya kamu kenapa napa" tanya Yanti mewakili perasaanku
"gak perlu Yan, aku bisa sendiri kok" balasnya lagi
"Ray, kamu itu lagi sakit biarin mereka mengantarmu ke UKS atau kamu mau aku anterin aja?" akhirnya aku tak tahan untuk tidak membuka suara
"Gak usah deh kalian di sini aja bentar lagi masuk gurunya , Aku pergi sekarang" lanjutnya yang langsung berjalan keluar kelas tanpa menunggu jawaban dari kami
Aku tak mungkin mengejarnya sekarang, tapi pikiranku tak bisa konsen saat pelajaran nanti. Dia sakit apa? apa dia sudah makan tadi pagi? pikiranku berkecamuk hingga ku putuskan memastikan keadaannya di UKS.
"maaf pak, saya ijin ke toilet sebentar" ijinku saat pelajaran baru di mulai beberapa menit
"iya silahkan"
"huffftt. . Untung boleh" lega ku
Aku segera berlari keluar menuju UKS, aku membuka pintu pelan dan mengatur nafas, ku lihat dia tengah terbaring dengan mata tertutup.
"hemmm dia pura pura tidur rupanya, aku kerjain aja dia" pikirku tersenyum saat menyadari matanya bergerak- gerak
Aku mendekatinya, aku membelai rambutnya dan mendekatkan wajahku ke arahnya dan aku mencium keningnya.
"hehehehehe kamu lucu Ray, lihat wajahmu merona" ucapku dalam hati
"Cepat sembuh dan jangan sakit lagi" ucapku pelan di telinganya lalu pergi
Aku harus kembali ke kelas sebelum kena marah guru, sebelum melangkah keluar aku meletakkan makanan di atas meja lalu bergegas pergi. Aku kembali mengikuti pembelajaran hingga waktu istirahat.
Setelah bel berbunyi aku segera keluar menuju UKS untuk melihat keadaannya.
ceklekk
"kemana dia?" ucapku setelah membuka pintu dan mendapati UKS kosong
Aku segera keluar dan mencari di setiap sudut sekolah tapi tak menemukannya.
"mungkin dia ijin pulang" pikirku sambil melangkah ke tempat guru piket
tok tok tok
"permisi bu"
"ya silahkan masuk Vin, ada perlu apa?" tanya guru itu
"saya mau bertanya bu apa siswa atas nama Raya Putri hari ini ijin pulang?" tanyaku
"ohh Raya iya tadi kakaknya menjemput dan mengijinkannya pulang" jelasnya
"ohh ya audah kalau begitu saya permisi bu, terimakasih" pamit ku
"ya sama sama" jawabnya
Aku sedikit tenang mengetahui dia baik baik saja dan aman di rumah, mungkin besok di sudah kembali sekolah.
Demi membuatmu melihatku, aku rela berpura- pura kuat
__ADS_1
##################################
Bersambung....