
Kemarin, saat aku menolak Kevin mempercepat pernikahan kami hari ini aku belom mendapatkan kabar sama sekali dari dirinya. Sudah pukul 11 siang, dia belom membalas pesanku sama sekali dari semalam.
"assalamualaikum ma, apa Kevin di rumah?" tanyaku pada mama Diana saat aku memutuskan bertanya padanya lewat telp
"waalaikumsalam sayang, loh kamu gak tau sayang, dia ke amerika semalam setelah pulang dari rumah kamu" jelas mama Diana padaku membuatku terdiam
"ohh iya ma, Raya lupa kalau Kevin bilang itu semalam" bohongku
"bener nih? Kalian nggak sedang marahan kan? Apa terjadi sesuatu semalam?" tanyanya
"nggak ada kok ma semuanya baik baik saja, ya sudah kalau begitu ma, Raya tutup dulu ma assalamualaikum"
"baiklah kalau begitu, istirahat biar cepat sembuh ya sayang, jangan berfikir macam macam tentang Kevin ya, dia sedang bekerja di sana untuk masa depan kalian, waalaikumsalam" nasehat mama Diana sebelum menutup telp
Aku terdiam setelah telp terputus.
"kenapa Kevin gak kasih tau kalau mau ke luar negeri. Kenapa gak pamit?" gumam ku lirih
Aku tak bisa berpikir jernih dengan keadaan saat ini.
"baiklah, mungkin ada hal mendesak yang harus dia lakukan di sana. Aku akan menunggu kabar darinya" putus ku lalu meletakkan hp dan kemudian berbaring kembali karena belum boleh aktifitas yang berlebihan
tok tok tok
Suara ketukan pintu membuatku menoleh
"sayang, gimana keadaan kamu? Sudah mendingan?" tanya bunda menghampiriku dengan nampan di tangannya
"sudah nggak terlalu sakit bun" jawabku sambil mendudukkan diri pelan pelan
"syukurlah, sekarang makan dulu ya sayang" kata bunda
"Raya bisa turun sendiri bun ke meja makan kalau lapar, bunda tidak perlu membawanya ke sini"
"bunda gak mau kamu kelelahan sayang, naik turun tangga kan nanti buat kamu banyak bergerak, sekarang makan dulu ya? Mau bunda suapi?" jawab bunda membuatku terharu
"biar aku makan sendiri bun, aku bisa kok" balasku
Aku mulai makan sambil bunda terus menatapku sayang, hanya beberapa sendok saja sudah membuatku kenyang karena memang aku sedang tak nafsu makan.
"Raya kenyang bun" kataku
"loh, kok sedikit sayang, baru 5 suap. Makan lagi ya?" bujuk bunda
"No bun, Raya kenyang. Nanti malah mutah kalau di paksa" tolak ku
"baiklah kalau begitu, nanti bunda ke sini lagi bawa cemilan buat kamu" kata bunda sebelum pergi membawa piring kotor
"iya bun" jawabku
tring tring
"assalamualaikum sayang" sapa orang di seberang sana yang sedang ku tunggu kabarnya
"waalaikumsalam Vin" jawabku lega akhirnya dia baik baik saja
__ADS_1
"maaf sayang baru kasih kabar, aku sedang di amerika sekarang untuk memperluas bisnis di sini. Aku mungkin akan lama di sini sekitar 1 bulan, karena banyak hal yang harus di lakukan" jelasnya membuatku hampir menangis
"kamu tega ninggalin aku selama itu Vin, kamu gak sedang marah kan tentang penolakan ku tadi malam?" tanyaku memastikan
"Aku nggak marah kok sayang, hanya sedikit kecewa. Tapi itu bukan masalah, apapun keinginan kamu pasti akan aku kabulkan" jelasnya
"kenapa nggak pamit dulu? Kenapa harus mendadak?" tanyaku
"kalau aku pamit kamu, aku gak akan bisa pergi Ray karena ingin selalu dekat kamu. Langkahku akan semakin berat saat membayangkan harus jauh dari kamu saat waktu yang lama, sebenarnya nggak mendadak, rencana ini memang sudah aku pikirkan dari dulu dans sekarang baru terlaksana"
"kamu hati hati di situ, jangan keluar malam sendirian ya Ray. Jaga kesehatan baik baik dan tunggu aku balik Ray" lanjutnya membuatku menangis
"aku pasti bakal rindu banget sama kamu Vin, kamu juga hati hati di sana, jangan kecapean dan cepat kembali" jawabku sambil sesenggukan
"aku akan berusaha secepatnya cepat kembali, jangan menangis Ray, itu akan membuatku jadi sedih di sini, jangan sampai aku pulang air matamu sudah habis Ray, pokoknya nanti saat pulang aku akan bawakan oleh oleh yang banyak untuk nyonya Kevin" hiburnya membuatku mau tak mau tersenyum kecil
"aku gak pengen oleh oleh apapun itu, aku hanya ingin kamu pulang dengan selamat itu saja cukup" balasku
"baiklah nyonya Kevin, calon suamimu ini akan selalu mengingat nasehatmu ini. ada satu hal lagi yang harua aku kasih tau" balas Kevin
"apa?" tanyaku
"mungkin aku gak bisa hubungin kamu terus menerus, aku akan banyak fokus pada perusahaan di sini dulu jadi maaf jika saat kamu menghubungiku aku gak bisa langsung mengangkat atau membalas pesan langsung" terangnya membuatku kembali menangis namun tak mengeluarkan suara
"baiklah kalau begitu, sekarang kamu istirahat dan cepat sembuh sayang, dan jangan mikir macam macam ya, aku kerja buat kamu" lanjutnya tanpa membiarkan aku membalas ucapannya
"iya Vin" kataku singkat akhirnya
"aku tutup ya sayang, assalamualaikum." salamnya
"maafin aku Vin, jika sudah buat kamu kecewa dan maaf sudah egois" gumamku
#skip
sudah 1 minggu aku dan Kevin terpisah jarak, semakin jarang pula kami berkomunikasi. Waktu yang berbeda, kegiatan yang tak bisa di tunda membuat jarak di antara kami semakin terlihat.
Tak pernah lagi ada obrolan panjang, atau sesi curhat. Kami hanya bertanya kabar saat kebetulan online di waktu yang sama, setelah itu kembali sibuk.
Aku mulai merindukannya, kadang hati ini takut jika dia di sana ada yang lain, tapi logikaku selalu mengalahkan hatiku. Aku yakin kalau dia laki laki yang setia dan hanya mencintaiku terbukti dia masih menungguku kan selama ini?
"benar, dia hanya sedang bekerja untuk masa depan kami" ucapku menghela nafas dan meyakinkan diri
tok tok tok
Ceklek
"Ray, kamu gak pulang? Udah malem ini" tanya Sari saat masuk ke ruangan kami berkumpul
Ya, aku dan kedua temanku telah membuka sebuah restoran seperti yang telah kami rencanakan. Kami mengelola usaha ini bersama dengan Kevin yang mencarikan tempatnya.
Huffft mengingatnya lagi membuatku menghela nafas
"iya, habis ini. Aku akan pulang bersama kalian, malam ini boleh nggak aku nginap di apartemen kamu Sar?" tanyaku
"boleh donk, aku malah senang kalau ada temannya. Tidur sendiri gak asik" jawab Sari membuatku mengangguk
__ADS_1
"ya udah aku kasih tau Yanti dulu, siapa tau dia juga mau ikut tidur bareng kita" jawabnya
"oke, nanti kalau udah mau pulang kasih tau aku ya"
"siap" balasnya dan berlalu pergi
#skip
Saat ini kami menikmati girl time, jarang jarang bisa kumpul begini. Kami memasak bersama lalu nonton drakor yang terkadang membuat kami menangis bombay.
Aku menatap mereka yang kini terlelap, meninggalkan aku sendiri dalam keheningan malam. Aku membuka hp ku dan tak ada satu pun pesan masuk dari Kevin.
Tes
Air mataku menetes tanpa bisa di cegah.
"Kevin aku rindu, baru satu minggu aku sudah seperti ini lalu bagaimana dengan kamu yang selama 7 tahun menanti ku" lirihku dengan menatap foto pertunangan kami
Tring tring tring
bunyi Hp ku membuatku tersentak, lalu senyum manis menghiasi bibirku. Aku terburu buru mengusap air mataku dan mengatur nafas sebelum menerima panggilan video dari Kevin.
"assalamualaikum sayang" sapa suara yang ku rindukan
"waalaikumsalam Vin, gimana kabar kamu?" jawabku langsung menanyakan kabarnya karena dari yang aku lihat ada lingkaran hitam di matanya
"aku baik sayang, hanya sedikit lelah. Kamu apa kabar? Udah sembuh kan?" tanyanya membuatku kembali menitikkan air mata
"aku rindu" ucapku lirih sambil menatap matanya
"sabar ya sayang, doain di sini lancar biar aku bisa secepatnya pulang" ucapnya menghiburku
"sampai kapan?" tanyaku sesenggukan, entah kenapa aku jadi cengeng saat menyangkut Kevin
"paling cepat 1 bulan lagi sayang, kamu baik baik di situ dan jangan lupa minum obatnya ya" katanya membuatku tertegun
'1 bulan' pikirku
"sudah dulu ya sayang aku masih harus menyelesaikan berkas ini dulu, nanti aku hubungi lagi ya" ucapnya mengakhiri sebelum aku sempat menjawab
"ya sudah selamat bekerja, jangan lupa makan ya aku gak mau kamu sakit nanti dan jangan terlalu lelah. Aku mencintaimu Vin. Assalamualaikum" akhirku
"baik sayang, aku juga sangat sangat sangat mencintaimu Ray, waalaikumsalam" jawabnya kemudian video berakhir
Aku menatap nanar ponselku yang kini berlayar gelap.
"aku masih rindu" ucapku lalu berbaring dan mencoba untuk tidur dan berharap hari cepat berlalu.
***Terimakasih sudah membaca ceritaku...
Jangan lupa Like, Komen dan Vote ya..
biar penulis lebih semangat update nya***
##################################
__ADS_1
Bersambung...