Asmara Gadis Gendut

Asmara Gadis Gendut
Bab 19. Kevin POV 1


__ADS_3

Namaku Kevin Setya Permana, aku sebenarnya lahir di surabaya tapi saat 8 tahun aku pindah ke Jakarta. Kami memulai bisnis di kota ini, dan baru baru ini  bisnis papa berkembang sampai ke surabaya, karena menimbang ini dan itu akhirnya di putuskan aku bersama mama di Jakarta dan papa sama kakakku Viona Aura Permana kembali ke Surabaya dan berencana mengganti kantor pusat di surabaya. Mamaku bernama Diana Permana dan papaku Sandi permana, keluargaku tergolong kaya raya tapi itu tidak menjadikanku sombong.


Aku bukan cowok yang suka nongkrong sana sini, sekedar info menurut mereka aku ini termasuk tampan dengan tinggi 168cm, kulit putih, dan badan yang ideal membuat banyak cewek tertarik denganku. Bahkan ada yang terang terangan menyatakan cintanya padaku, tapi tak pernah aku tanggapi karena mereka sama saja di mataku tak ada yang menarik.


Keadaan membuatku harus pindah ke Surabaya, jadi di sinilah aku sebuah sekolah baru yang akan menjadi tempatku belajar.


Aku berjalan menuju ruang kepala sekolah tapi beliau belum datang, aku memutuskan melihat lihat lingngkungan di sini. Aku memutuskan untuk duduk di taman depan sekolah jadi aku bisa melihat para murid yang berbondong bondong masuk. Pandanganku tertuju pada sebuah mobil sport yang berhenti di depan gerbang.


Tak lama turunlah seorang cewek berseragam SMA ini, badannya gemuk tapi menurutku gemesin, kulitnya yang putih, dan pipinya yang chabi membuatnya jadi semakin cantik. Dia cantik bahkan mataku tak teralihkan darinya,


deg deg deg


jantungku berdetak kencang melihatnya perasaan apa ini.


"apa aku jatuh cinta pada pandangan pertama? Gak mungkin " pikirku mencoba menyangkal


Dia semakin tak terlihat, aku bangkit dan berniat mengikutinya, entah kenapa diriku seperti tertarik magnet untuk mendekat ke arahnya. Seakan tak rela dia menghilang dari pandangan.


Dari jauh aku melihatnya berjalan melewati lorong kelas, dan aku mendengar banyak kasak kusuk tak terlalu jelas tapi aku bisa menebak kalau  mereka sedang menertawakannya. Kurang ajar mereka, ingin ku hajar mereka karena berani menghinanya, aku berniat menghampirinya tapi aku melihat dia cuek aja tak terpengaruh sehingga aku menghentikan langkahku dan tanpa ku sadari aku tersenyum melihatnya.


Aku berjalan kembali ke ruang kepala sekolah saat dia sudah tak lagi terlihat oleh pandanganku, setelah mengetahui kelasku, aku nanti akan di antar salah satu guru ke ruang kelasku yang baru.


Kriiinggggg


ku dengar bel masuk berbunyi, dan kemudian seorang guru menghampiriku.


"ayoo ikuti bapak ke ruang kelas kamu" kata guru itu


"baik pak" jawabku


Aku berjalan mengikutinya dan berhenti di sebuah ruang kelas dan aku di suruh tunggu di luar pintu yang tertulis XI IPA.


"Selamat pagi anak-anak" sapa guru itu terdengar


"Selamat pagi pak" terdengar jawaban mereka


"Anak-anak hari ini kalian kedatangan murid baru pindahan dari Jakarta, ayo masuk dan perkenalkan dirimu" pintanya padaku


Kelas yang tadinya hening kini riuhh saat aku memasuki kelas. Seperti biasa pesona Kevin tak perlu di ragukan hehehehe


"Wooowwww... pangeranku"


"Waahhhhh .. ganteng banget, mau dong jadi pacarnya"


"Ya ampun aku mau pingsan lihat pangeran tampan"


Aku dapat mendengar pujian mereka untukku tapi aku hanya diam.


"Perkenalkan, namaku Kevin Satya Permana aku pindahan dari Jakarta, terima kasih" ucapku singkat


Aku memperkenalkan diri dengan singkat, aku mengamati satu persatu siswa yang akan menjadi teman sekelasku nantinya. Hingga mataku menangkap sosok yang membuatku tertarik tadi pagi.


Deg deg deg


"si**, hanya dengan menatap matanya saja jantungku berdetak kencang" pikirku


"Silahkan duduk kevin, tempat dudukmu ada di sebelah sana" kata guru itu sambil menunjuk bangku kosong di depan cewek itu


"Iya pak terimakasih" ucapku senang dan bersemangat berjalan menuju bangku yang ditunjuk di depannya.

__ADS_1


Aku melihat dia hanya menundukkan wajahnya


"kenapa nggak menatapku lagi" pikirku lalu duduk dengan tenang di bangkuku


"Hey Kevin, aku Reza salam kenal ya " sapa teman sebangkuku


"Iya salam kenal juga" jawabku sopan


Pelajaran berlanjut dengan tenang tapi aku tak bisa berkosentrasi sedikitpun. Alhasil aku hanya diam seolah mendengarkan padahal sedang menikmati detak jantung yang terus berdebar.


Akhirnya istirahat tiba, Kemudian aku merasakan seseorang mencolek punggungku sehingga aku menoleh ke belakang.


"hay kevin, kenalin aku Yanti , yang ini Sari dan yang duduk di sebelahku Raya salam kenal" kenalnya


"Haii Yanti, Sari " ucapku menyalami mereka.


"dan Raya" lanjutku sambi menggenggam tangannya


Raya... Ohh Rayaaa


Nama itu terlalu indah diucapakan. Seakan ada daya tarik tersendiri pada tangan kami yang membuatku enggan melepaskannya. Hingga aku merasakan tarikan seolah minta di lepas.


"Ehh .. maaf " ucapku melepas tangannya yang ku genggam


"Oh.. gpp" jawabnya menunduk malu tapi terlihat imut dimataku dengan tingkahnya itu


"Ayo ke kantin " lanjutnya pada kami langsung aku mengangguk setuju meski tak kentara


"Ayo, kalian gak ikut" tanya yang bernama Sari padaku dan Reza


"Ikutlah, kita kan juga laper" jawab Reza


Kami berjalan bersama menuju kantin. Aku merasa banyak yang memandang ke arah Raya sambil tertawa dan saling berbisik saat kami lewat. Aku geram sekali ingin ku hampiri mereka berani sekali nertawain cewekku.


Makanan sudah di pesan dan kami makan dengan tenang, dan sesekali berbincang tentang rencana mereka yang mau nonton dan aku dan Reza memutuskan ikut, sebelum datang segerombolan cewek gak jelas saat ini ke meja kami marah marah.


"Heeii gendut! Jangan sok cantik loe ya di sini, udah gendut , miskin, sok cantik


lagi ..


Maksud loe apa berangkat bareng my bebeb Gilang?" Katanya


Ku lihat ekspresi Raya dia hanya diam tanpa membalas ucapan cewek itu jadi aku tenang.


"Jawab loe jangan diem aja.. dasar gendut" kata temannya sambil menyiram rambut Raya


Baru saja lega tiba tiba Aku emosi melihatnya di bully seperti itu, tapi sebelum aku berdiri Raya sudah bangkit dan membuat mereka terjatuh karena tertabrak kursi yang di dorong Raya kebelakang. Aku hampir tertawa lepas melihatnya tapi aku menahannya karena takut dia tersinggung.


"Bangun loe semua, maju satu satu kalau berani jangan keroyokan" ucapnya menantang


" Keren, ini dia Rayaku haaa.. ha.. haa.. " kagumku dalam hati


Dia mulai jadi pusat perhatian karena keributan ini dan itu membuatku tak suka saat dia perhatikan orang lain. Harus bertindak ini.


"Apa yang kalian lihat?? Bubaarrr" ucapku dengan nada emosi karena mereka memperhatikannya


"Dan buat loe , sekali lagi gue lihat loe nyakitin Raya .. kalian gak akan gue lepasin, sekarang pergi dari sini!!" Lanjutku tegas dan keras meskipun aku gak tau siapa dia


Setelah mendengar perkataan Ku semua siswa bubar dan kami malanjutkan makan.

__ADS_1


"Makasih ya vin kamu udh bantuin aku" dia mulai berbicara padaku


" Yess... Ini yang aku tunggu" senangku dalam hati


"Santai aja kali Ray, kita kan teman, ini bersihin mukanya" sahutku sambil memberikan sapu tanganku padanya padahal dalam hati ingin aku yang melakukannya


"Makasih Vin" ucapnya lagi


Skip.


Pulang sekolah


Saat ini aku tengah merapikan buku ku buru buru keluar karena mau ketemu kak Vio untuk mengantarnya ke tempat temannya. Kami akan menonton film hari ini maka dari itu aku harus cepat cepat pergi.


Saat selesai mengantar kak Vio aku kembali melewati jalan depan sekolah dari jauh aku melihat Raya berdiri di pinggir jalan. Ku hentikan motorku di depannya.


"Ayo naik "kataku membuka helm


"Eh.. Kevin, bukannya tadi sudah berangkat sama Reza?" tanyanya


"Reza naik motor sendiri, tadi aku ke tempat teman sebentar dan aku lihat kamu di sini, ayo sama aku aja nanti keburu telat" jawabku menerangkan


"Ta tapiii... aku gak bisa naiknya" jawabnya menunduk


Aku ingin tertawa melihat wajahnya yang lucu dan menggemaskan. Kemudian aku turun dan memberikan jaketku padanya.


"Pakek itu untuk menutupi pahamu saat naik, ayo cepat naik pegang pundakku" terangku tapi sebenarnya pengen aku yang pakai in sih


"Nanti jatuh gimana??" tanyanya ragu


"Sepertinya dia takut menaiki jok motorku yang tinggi, apa aku harus ganti motor metic aja ya? Biar dia nggak kesusahan" pikirku menimbang


"Percaya sama aku Ray, gak mungkin aku buat kamu jatuh" jawabku akhirnya meyakinkan


Dia mulai naik dan berpegangan pada pundakku. setelah dia merasa nyaman dengan duduknya aku segera menyalakan motorku.


"Pegangan Ray, aku mau ngebut ini nanti jatuh" kataku modus he.. hehee


Dia tak juga pegangan padaku hingga aku tarik tanganya memelukku. Diam diam aku tersenyum melihat wajahnya yang terkejut dari spion.


Jantungku berpacu merasakan pelukannya. Aku benar benar telah jatuh cinta padanya.


Mungkin Aku akan sangat bahagia jika dia menjadi milikku.


Kini kami telah sampai di parkiran dan aku segera turun.


"Kita hubungin mereka dulu Vin, siapa tau mereka nunggu kita dimana gitu" katanya


"Gak usah Ray, mungkin mereka sudah masuk jadi gak mungkin aktif Hp nya" jawabku


"Ya sudah ayo masuk" ajaknya


"Ayo" jawabku sambil menarik tangannya


Dia sempat terkejut tapi aku pura pura tak tau dan tetap menggenggam tangannya menuju gedung bioskop.


Aku diam bukan tak suka, tapi sedang  menikmati debaran jantung yang menggila karena mu


*Kevin

__ADS_1


##################################


Bersambung...


__ADS_2