Asmara Gadis Gendut

Asmara Gadis Gendut
Bab 27. Rasa Yang Sama


__ADS_3

Setelah kembali dari rumah Raya aku langsung masuk ke kamar dan mengunci pintu. Aku menatap diriku di depan cermin besar yang kini menampilkan diriku yang berantakan.


"bodoh kamu Vin, bodoh" ucapku pada diriku sendiri


"aaaarrrrrrggghhhhh" aku berteriak kencang dan memukul cermin hingga hancur berantakan


Tok tok tok


"Kevin, buka pintunya sayang, Kevin dengerin mama. Buka pintunya sekarang" aku mendengar suaranya tapi aku tak peduli


Kembali ku hancurkan barang - barang di kamarku, tak peduli serpihan kaca yang kini terinjak injak oleh kakiku yang kini mengeluarkan darah.


Itu tak sakit sama sekali, Rayaku lebih sakit dari pada ini


Braaaakkk


Aku mendengar pintu di dobrak oleh beberapa orang, tapi aku diam membisu di sudut ruangan gelap dengan menelungkup sambil menggumamkan nama Raya.


"Kevin, sayang ya Tuhaan" jerit mama saat pintu berhasil di dobrak lalu menghampiriku dan yang keluar


"sayang kamu kenapa nak, ayo bangun sama mama ya" ucap mama menghapus air mataku


"Raya ma, Raya ninggalin aku sendiri. Dia nggak suka aku ma" jawabku pelan


"nanti kita cari sama- sama ya sayang, jangan seperti ini" kata mama menghiburku


"sampai kapan ma, ini salah Kevin ma , salah Kevin yang gak bisa bahagiain Raya, salah Kevin gak jujur. Raya benci Kevin ma, Raya ninggalin Kevin ma. Kevin gak pantas hidup udah sakitin Raya ma" ucapku meracau sambil mencoba menyakiti diriku sendiri


"jangan Kevin, nan- KEVIN" mama berteriak saat melihatku menyakiti diriku sendiri dengan kaca


"papaaaaaa" teriak mama


Itulah yang ku dengar terakhir kali sebelum kesadaran merenggutku.


7 tahun kemudian


#Author POV


Sebuah mobil mewah memasuki parkiran khusus perusahaan PC grup. Sebuah perusahaan yang saat ini menduduki peringkat pertama di dunia berkat kerja keras pewaris utamanya. Seorang laki laki tampan yang dingin, arogan, cuek dan tidak tersentuh sedikitpun oleh perempuan. Wajah yang tampan, tatapan tajam serta otot otot yang bertebaran ditubuhnya membuat daya tarik tersendiri bagi wanita di sekitarnya.


Banyak yang mengidolakan dirinya bahkan terang terangan menggoda dan berharap naik ke ranjangnya tapi tak ada satupun mampu meruntuhkan dinding es yang di buatnya. Kehilangan cinta di masa lalu membuatnya menjadikan pribadi yang sekarang. Tak ada yang tau di balik kerasnya hati dan dinginnya sikapnya terdapat titik kerapuhan yang sudah mengakar di hatinya.


Tak ada yang tau keresahannya, tak ada yang tau kisah pilunya. Tak ada yang akan percaya sosok yang terlihat tegar itu menyimpan luka yang tak pernah sembuh meski waktu telah banyak berubah dan berlalu. Sebuah Rasa yang diyakininya akan kembali nyatanya tak pernah lagi hadir dalam hidupnya. Rasa itu tetap sama meski masa lalu itu telah pergi meninggalkannya.

__ADS_1


Langkahnya tegas memasuki gedung perusahaannya, para pegawai yang menyapanya hanya di acuhkan saja. Tak pernah ada senyuman yang terlihat hanya ketegasan dan sikap dingin yang di berikan.


"Selamat pagi tuan" sapa asistennya


"Hmm" dia hanya berdehem lalu melanjutkan langkahnya menuju ruangan CEO


"Apa sudah ada sekertaris yang saya minta" tanyanya


"Sudah tuan hari ini mereka akan datang untuk melakukan interview" jawabnya


"Ok berikan padaku data mereka aku akan memeriksanya sendiri" perintahnya


"Baik tuan, saya permisi" pamit asisten pribadinya


"Hmm"


"tunggu, apa sudah ada informasi?" tanyanya


"maaf tuan" jawab sang asisten menunduk


"keluar"


Dia mendudukkan dirinya di kursi ke besarannya, matanya dengan teliti memeriksa berkas laporan laporan yang menumpuk. Raganya memang terlihat bekerja dengan serius tapi pikirannya hanya memikirkan dia yang tak pernah bisa ia lupakan.


"Raya, harus kemana lagi aku mencari mu? Sudah banyak anak buahku ku kerahkan tapi tak ada satupun kabar baik yang ku dapat. Aku merindukanmu Ray" pikirnya


Di Sebuah bandara seorang gadis tengah menyeret kopernya berjalan menuju ruang tunggu. Tak ada yang berubah dia dari pesonanya tapi semakin sexy dengan tinggi yang bertambah. Senyumnya yang manis, pipinya yang chubby membuatnya semakin imut jika di perhatikan.


"Kakak, aku merindukanmu" serunya pada sang kakak yang tengah menunggunya


"Kakak juga merindukanmu Ray" jawab sang kakak


Dia Raya Putri Atmaja yang telah kembali dari studinya di luar negeri. Kini dia telah kembali ke tanah air untuk membantu kakaknya mengelola perusahaan ayahnya.


"Ayah sama bunda gak ikut kak? Dan kakak ipar mana?" Tanyanya


"Ayah dan bunda menunggu di rumah Ray, dan kakak iparmu lagi hamil tua jadi gak bisa ikut" jawabnya


Kakaknya Gilang Putra Atmaja telah menikah setahun yang lalu dengan teman kampusnya yang dia cintai. Pada pernikahannya Raya tak bisa datang karena sedang mengerjakan skripsinya.


"Ayo kak kita pulang" ajaknya


Mobil yang dinaikinya kini melaju menuju rumahnya, rumah yang selama ini dia rindukan.

__ADS_1


"Kevin" nama itu kembali muncul dalam ingatannya meski telah tujuh tahun berlalu. Kevin lelaki yang menjadi cinta pertamanya dulu dan juga penyebab luka hatinya.


"Apa kabar dia sekarang?" Pikirnya sambil mengamati keluar mobil


Dia membuka kaca mobil untuk menikmati perubahan pada kotanya. Matanya melihat gedung gedung perkantoran yang megah. Lampu merah membuatnya kembali fokus ke depan tapi tak menutup jendela mobilnya. Dia memejamkan mata untuk merilekskan pikiran dan mengingat masa lalu.


Di lain sisi Kevin sedang dalam perjalanan menuju tempat pertemuannya dengan kliennya. Asistennya mengendarai mobilnya dan dia duduk di belakang sambil melihat berkas berkas. Mobil tiba tiba berhenti membuatnya mengalihkan fokus ke depan. Saat matanya menyapu sekeliling dia melihat seseorang yang di carinya di dalam sebuah mobil sedang bersandar dan memejamkan mata.


Deg deg deg


"Raya? Itu benar Raya?" Ucapnya tak percaya


Tes


Setetes air mata jatuh tanpa di sadarinya.


Dia menurunkan kaca mobil dan memandang orang yang di rindukannya tanpa berani memanggil. Jantungnya berdetak kencang seperti dulu pertama kali melihatnya memasuki gerbang sekolah. Gadisnya tetap cantik dan tak banyak berubah, ingin rasanya dia berlari dan memeluknya erat dan tak pernah melepaskannya lagi.


"Aku merindukanmu Ray, sangat merindukanmu" ucapnya pelan


Lampu merah telah berganti hijau mobil yang membawa Raya telah berjalan melaju.


"Ardi ikuti mobil itu cepat" perintahnya


"Baik tuan" mobil pun mengikuti mobil Raya yang menuju rumah keluarga Atmaja


Kini mobil Raya telah memasuki halaman rumah yang Kevin sangat hafal, karena setiap malam dia akan duduk di mobilnya dan memandang jendela kamar gadisnya yang sangat di rindukannya dan berharap lampu di kamar itu menyala atau pintu balkon itu terbuka dan muncul seorang yang selama ini di carinya. Sedangkan mobil Kevin berhenti di depan gerbang rumahnya dan melihat dari jauh.


"Bunda Raya rindu" ucap Raya turun dari mobil lalu memeluk bundanya yang telah menunggunya di halaman


Kevin yang melihat itu tersenyum, ternyata benar dia adalah Raya gadisnya yang selama ini dia cari.


"selamat datang lagi sayang, dan tunggu aku ya" gumamnya tersenyum


"Tuan tersenyum?? Apa ini sebuah keajaiban? Bahkan sudah 3tahun aku bekerja bersamanya tak pernah melihatnya tersenyum" pikir Ardi sang asisten sambil melirik Kevin


"Tuan kita sudah di tunggu client untuk rapat" Asisten Ardi mengingatkan


"Baik sekarang kita pergi" perintahnya dengan perasaan tenang dan bahagia


"Tunggu Raya aku akan datang dan mendapatkan mu kembali. Dulu aku mencintaimu dan sekarang pun aku mencintaimu" pikirnya sambil memejamkan mata


#Author POV end

__ADS_1


##################################


Bersambung...


__ADS_2