Asmara Gadis Gendut

Asmara Gadis Gendut
Bab 41. Kevin


__ADS_3

Ini POV kevin ya readers...


selamat membaca..


Hari ini seperti biasa aku berangkat ke kantor, ku langkahkan kaki ku ke tempat di mana wawancara perekrutan sekretaris baru untukku. Aku berjalan dengan wajah dingin yang selalu ku tunjukkan, dengan mata tajam aku melihat para karyawan yang lalu lalang dan membungkuk saat melihatku yang ku abaikan.


"selamat datang tuan" kata ardi setelah aku memasuki ruangan lalu duduk di kursi yang sudah di persiapkan


"bagaimana?" tanyaku singkat


"semua sudah siap tuan, ada 3 orang yang sudah saya pilih" jawab ardi yang mengerti arah pertanyaanku


"suruh masuk" perintahku


"baik" lalu pergi memanggil mereka


Tak berapa lama masuk 1 orang bersama ardi. Seorang wanita muda yang lumayan bikin sakit mata dengan pakaian seksi seperti itu.


"dia mau melamar jadi sekertaris apa ke club?" pikirku memijat keningku dan menghela nafas


"bawa keluar" perintahku sebelum mereka mendekat


"tapi tuan-" ucap Ardi terpotong karena aku menatapnya tajam sedang wanita itu terbengong menatapku dari tadi


"mari nona, anda di tolak" kata Ardi padanya yang ku dengar


"tunggu tunggu tuan, saya bisa melakukan apapun yang tuan mau. Saya pasti tidak akan mengecewakan tuan bila menerima saya" kata wanita itu dengan genit membuatku bergidik ngeri


"keluar" bentak ku tak tahan


Ardi dengan sigap menyeret wanita itu keluar meskipun dia meronta ronta tak mau. Aku menghela nafas melihatnya.


Setelah melihat dua peserta berikutnya dan menilai penampilan dan prestasi mereka akhirnya aku memilih seorang wanita bernama Maya usianya 29 tahun dan sedang hamil muda. Dari penjelasannya dia pernah bekerja jadi sekretaris sebelumnya lalu keluar karena menikah dengan sesama karyawan di perusahaan sebelumnya, sekarang bosan di rumah dan suaminya mengijinkan akhirnya melamar di sini.


"baguslah jika sudah menikah" pikirku


"ikuti saya" perintahku berlalu pergi untuk keruangan ku


"baik tuan" jawab Ardi dan Maya mengikuti ku dari belakang


"Ardi suruh manager ke uangan ke ruang meeting sekarang dan ambil secara langsung semua berkas berkas yang ada di mejanya sendiri" perintahku setelah sampai di ruanganku


"baik tuan" jawab Ardi lalu pergi


"silahkan duduk, di sini semua jadwal saya tersusun dan selebihnya kamu bisa tanya Ardi untuk menjelaskan, sekarang ikuti saya" kataku lalu bangkit ke ruang meeting


"baik" jawabnya


Belum sampai mencapai pintu dia berteriak karena hampir terjatuh dan secara refleks aku menangkapnya agar tidak terjatuh dan membahayakan bayinya.


"permisi" ucap suara seseorang yang aku sangat hafal membuatku menoleh ke pintu yang terbuka


Deg deg deg


Mataku terpaku pada sosok yang salama ini ku rindukan.


Raya


Rayaku menemui ku, dia tidak membenciku. Aku bahagia dia bersedia menemui ku terlebih dulu.


"maaf saya tidak sengaja" katanya mampu menyadarkan ku jika aku masih memegang sekertaris ku membuatku refleks melepaskannya dan untungnya dia langsung berdiri tegak


****


Umpat ku saat melihatnya berlari pergi dan segera menyusulnya.


"semua tidak akan sama Ray, kamu yang sudah datang dan aku tidak akan membiarkanmu pergi lagi" ucapku sambil berlari mengejarnya


"sial dia menaiki lift" makiku


aku segera turun melewati tangga darurat dan melupakan lift khusus petinggi untukku. Pikiranku hanya bagaimana cara mengejar Raya.


Grep


Aku mendapatkannya saat akan menaiki taksi.


Aku memeluknya erat tak membiarkannya lepas, meluapkan segala kerinduan yang sudah terpendam selama 7 tahun ini.


"aku merindukanmu Ray" ucapku lembut padanya

__ADS_1


Lama aku memeluknya tak menghiraukan image ku sebagai pria dingin. Hari ini aku tunjukkan ke semua orang inilah wanitaku yang berhak menyentuhku


"Vin, lepaskan aku malu dilihat orang banyak" suara Raya terdengar indah di telingaku


"Biar saja, aku tidak akan melepaskan mu lagi. Aku merindukanmu Ray" kataku tetap memeluknya erat


"Bukannya tadi ada kekasihmu di dalam? Kenapa ditinggal?" Tanyanya membuatku tanpa sadar tersenyum


"Kamu cemburu?" tanyaku melepas pelukanku dan menatapnya


"Nggak siapa juga yang cemburu" jawabnya menunduk


Aku ingin tertawa sebenarnya saat menatapnya yang berwajah cemberut. Rayaku cantik dan sekarang tambah cantik


"Kalau gak cemburu tatap aku sekarang" pintaku,


Cup


"Kevin kamu sudah mengambil ciuman pertamaku!" teriaknya padaku yang sudah gemas dengan bibirnya itu


"Ssttt jangan keras keras gak malu di dengar orang? Sekarang ikut aku" Ajak ku dan menariknya masuk kembali ke perusahaan ku


Di sepanjang jalan aku tersenyum sambil menggandengnya melewati banyak pasang mata yang melihat kami dari tadi tapi aku tak peduli.


Aku memperkenalkan Raya pada Maya yang merupakan sekertaris ku dan menjelaskan keadaannya dan dia akhirnya mengerti.


Setelah Maya pamit pergi kini tinggal aku dan dia saling saling berbicara dari hati ke hati tentang masa lalu dan kesalahpahaman nya. Dia meminta maaf telah pergi dan aku pun meminta maaf telah berbohong padanya.


Hari itu adalah hari paling membahagiakan bagiku setelah 7 tahun berlalu. Hari yang paling kunanti, dimana aku bisa melihat wajahnya dan mendengar suaranya lagi untuk mewarnai hariku yang sempat kosong.


Aku selalu menatapnya saat berbicara, bermanja dengannya dan yang paling penting memulai kembali hubungan yang sempat ter jeda dulu. Aku berjanji setelah hari ini gak akan ada yang memisahkan kita lagi kecuali maut.


#skip


Kami menjalani hari hari kami dengan bahagia, aku mengajaknya jalan jalan dan bertemu mama dan papa di rumah. Kami membicarakan keinginan kami untuk bertunangan terlebih dahulu, meski awalnya nenek tak setuju tapi akhirnya dia merestui hubungan kami.


Tentang Tiara?


Itu tak penting, dia hanya pengganggu kecil.


#skip


Aku memasuki ruang meeting dengan wajah datar, lalu duduk dan menatap semua orang dengan tajam.


"mulai" perintahku


Aku mendengarkan dengan serius apa yang di sampaikan para manager ini. Aku melihat laporan yang mereka tunjukkan padaku seketika mukaku langsung berubah suram.


"siapa yang mengerjakan laporan ini?" tanyaku pelan dan menatap tajam semua orang yang hadir


"jawab" bentak ku karena mereka hanya menunduk


"say- a tu- an" ucap seseorang tergagap membuatku mendengus


"apa saja yang kalian kerjakan selama ini hahh, buat laporan seperti ini saja harus berulang kali salah" bentak ku dan melempar laporan itu ke meja


Tok tok tok


Pintu di ketuk sebelum aku menyelesaikan amarahku,


"berani sekali dia mengganggu rapat ini" ucapku dalam hati sebelum tau siapa yang datang


"Maaf mengganggu waktunya sa-"


"Ada apa hem, kemarin lah" perintahku memotong ucapannya dan segera berdiri menyambutnya melangkah ke arahku


"Emmb, aku mau pergi ke resto xx sama Yanti dan Sari boleh ya" ijinnya


"Sekarang?" Tanyaku lembut sambil merapikan rambutnya yang sedikit berantakan


Aku seakan lupa tentang situasi sekitar saat bersama Raya, mataku tak pernah bisa berpaling jika ada dia di depanku.


"Iya sekarang Vin" jawabnya pelan


"Ya sudah pergilah nanti kalau sudah selesai kabari aku nanti aku jemput" akhirnya aku mengijinkannya pergi


"Baiklah aku pergi dulu, maaf sudah mengganggu waktu rapatnya dan jangan marah marah seperti itu nanti cepat tua aku nggak suka" ujarnya tersenyum menggoda


"si*l, dia menggemaskan saat ini" kesal ku dalam hati lalu menarik tangannya membuatnya menghadap ku

__ADS_1


"Kenapa?" Tanyanya heran


Cup


"Hati hati sayang" ujarku mengedipkan mata padanya membuatnya malu dan aku terkekeh kecil melihatnya terburu buru keluar dari ruangan ini


"ekhm... Lanjutkan" perintahku setelah tersadar


Rapat akhirnya selesai beberapa jam kemudian, aku kembali ke ruangan untuk istirahat sebentar.


"tumben gak ada telpon atau wa" tanyaku sendiri setelah melihat hp ku


"Maya pesankan makan siang" perintahku lewat telepon


Kulihat jam masih pukul 1, biarlah dia bersenang senang dulu dengan sahabatnya nanti aku jemput setelah makan siang.


Tok tok tok


"ini makan siangnya tuan" kata Maya


"hm, terimakasih" balasku


Segera aku meletakkan pekerjaanku dan mulai membuka kotak makan namun baru satu suap hp ku berbunyi


"halo sayang" sapaku setelah tau yang menelpon


"Kevin, ini Yanti datang ke rumah sakit xx sekarang, Raya di larikan ke rumah sakit karena mengalami penusukan. Kami sedang di ambulance menuju ke sana" jawab orang di seberang sana membuatku terpaku


Prang


Hp Ku langsung jatuh setelah mendengarnya


"tidak mungkin, Raya baik baik saja" gumamku shock


"gak mungkin" aku kembali menyanggah


"halo.. Halo.. Kevin ... Haloo" suara dari hp menyadarkan ku kembali


"aku segera ke sana" ucapku setelah tersadar dan langsung berlari keluar


"tuan ad-" tak ku hiraukan ardi yang bertanya aku tetap berlari ke arah lift dan memencet tombol dengan tidak sabar


"tuan lewat sini saja" kata ardi yang ternyata mengikuti ku dan memencet lift karyawan dan aku segera masuk bersamanya


Setelah sampai di bawah aku segera berlari menuju mobilku.


"tuan tenang biar saya yang menyetir" ujar ardi menyetir


"cepat" bentak ku tak sabar setelah dia masuk


Aku tau tak mungkin aku bisa menyetir dengan tenang saat pikiranku kacau seperti ini. Setelah mengatakan tujuannya ardi segera mengemudikan mobil dengan kecepatan tinggi


"Raya, bertahan sayang. Jangan tinggalin aku sendiri" gumamku pelan dan mengacak rambutku kesal


Mobil berhenti di pintu masuk dan segera menuju ruang operasi setelah bertanya pada perawat. Aku melihat Yanti dan Sari di sana sedang duduk menangis.


"bagaimana?" tanyaku


"harus di jahit karena lukanya cukup dalam kata dokter" jelas Sari


"terima kasih sudah bawa ke sini, kalian bisa pulang istirahat biar aku yang menjaganya di sini" perintahku


"baik kita pulang dulu Vin, kalau ada apa apa kasih tau kita" jawab Yanti dan aku hanya mengangguk lalu mereka pergi


"Ardi, cari tau apa yang terjadi dan temukan pelakunya hidup atau mati" perintahku


"baik tuan" jawab ardi setelah itu dia menghubungi orang orang kami


Aku seperti orang gila, dengan rambut acak acak an dan pakaian yang berantakan aku menunggu dengan cemas saat operasi tak kunjung selesai.


***Terimakasih sudah membaca ceritaku...


Jangan lupa Like, komen dan Vote ya..


Biar penulis leboh semangat update nya***


##################################


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2