
Hari ini aku berangkat sekolah lebih siang karena aku mau antar ayah dan bunda ke bandara. Saat ini kami tengah menikmati sarapan pagi.
"sayang ayah sama bunda berangkat sekarang ya, kalian baik baik dirumah" kata bunda saat selesai sarapan
"iya bunda" jawab kami bersama
"bunda dan ayah juga jaga kesehatan di sana"lanjut ku
"iya sayang, uang jajan kalian sudah ayah tansfer plus bonusnya" kata ayah
"yeeyyyy makasih ayah, ayah yang terbaik pokoknya" ucapku mencium pipi ayah
"ayah doang nih yang terbaik? dan bunda ngk di cium" tukas bunda
"hehehe bunda juga yang terbaik, aku sayang bunda" ucapku sambil mencium pipi bunda
Setelah saling berpamitan aku dan kak Gilang mengantarkan ayah dan bunda ke bandara. Aku sudah memakai seragam jadi nanti langsung ke sekolah. Perjalanan memakan waktu 20 menit karena cukup lancar. Setelah melihat ayah dan bunda masuk kedalam bandara kami memutuskan untuk langsung pergi.
"kak langsung anterin ke sekolah, tapi nanti mampir minimarket sebentar" ucapku
"ok dek, hari ini kakak libur jadi nanti adik hubungi kalau mau pulang" jawab kak Gilang
"iya kak" jawabku
Setelah 20 menit, Kak Gilang segera menghentikan mobilnya di depan minimarket dekat sekolah.
"kakak tunggu sini aja aku cuma sebentar" pamitku dan kemudian pergi
"ok sayang" jawabnya
Ku langkahkan kakiku memasuki minimarket dan menyusuri rak makanan dan membeli beberapa camilan untuk 1 kelasku. Sudah biasa aku selalu membagikan makanan kepada mereka saat dapat bonus dari ayah. Berbagi itu indah kawan.
Setelah troli penuh aku segera menuju ke kasir.
"totalnya 549.000 kak" kata kasirnya
ku berikan kartu ATMku, setelah selesai aku segera menghampiri kak Gilang di mobil. Ku buka pintu belakang untuk menaruh barang bawaanku dan mobil segera melaju ke sekolah.
"banyak banget dek, borong lagi?" tanya kak Gilang
"iya kak seperti biasa kan habis dapat bonus dari ayah" kataku
"adikku memang yang terbaik dan paling ndut hehehe" ujarnya cengengesan
"kakak ih awas ya kalau gak lagi nyetir aku pukul nih" jawabku ketus
Sampai di depan gerbang sekolah aku segera turun dan melambaikan tangan ke kak Gilang yang akan pergi. Ku langkahkan kakiku menuju pintu gerbang yang telah tertutup.
teng teng teng ku ketuk gembok pagarnya dan ku lihat pak paijo menghampiriku.
"ehh non Raya, kok baru datang non?" sapanya
"iya pak tadi nganterin bunda dan ayah ke bandara dulu" jawabku
__ADS_1
"makasih ya pak, ini buat bapak nyamil di pos dari pada ngantuk" ucapku sambil memberi sekantong makanan ringan
"wahh terimakasih ya non" jawabnya
"sama sama pak, kalau begitu saya ke kelas dulu ya pak permisi" pamitku
"iya non" jawabnya
Pak paijo memang tau aku anak dari donatur no 1 disini saat beberapa kali aku diantar ayah ke sekolah dan ayah kan kadang ada rapat disini juga.
aku melangkah menuju kelas yang tampak lorong lorong sepi karena masih berlangsung proses belajar mengajar. Saat sampai di depan kelas segera ku ketuk pintunya.
Tok tok tok
"permisi pak maaf saya baru masuk tadi ada keperluan dan sudah ijin guru piket" jelasku
"iya Raya silahkan masuk, tadi saya sudah diberitahu guru piket" jawab pak Romi guru bahasa indonesia
aku melangkah menuju bangkuku dan melewati meja Kevin, ku lihat dia menatapku tapi tak ku hiraukan segera aku duduk di kursiku
"dari mana Ray?" tanya Yanti pelan
"ada urusan keluarga tadi Yan" jawabku
Setelah itu kami kembali fokus pada pelajaran hingga bel istirahat berbunyi.
Setelah pak Romi keluar segera ku bagikan makanan yang aku bawa tadi dan ku sisakan 1 kantong untuk kedua sahabatku.
" Yan, bagikan teman teman sekelas gih" pintaku pada Yanti
"teman teman aku bawa makanan nih kalau ada yang mau silahkan pilih dan ambil sendiri" teriaknya keras
Tak perlu waktu lama makanannya telah habis, kulihat semua kebagian tapi Kevin tak mengambilnya. Biarin aja mungkin dia tak suka, aku harus menata hati dan tak berharap lebih.
"ini untuk sahabat terbaikku" kataku sambil memberi 1 kantong kepada Sari dan Yanti
"Makasih sayangku" jawab mereka
"sama sama, ayo kita ke kantin" ajakku sambil melangkah pergi
"ayo" jawab mereka mengikuti ku
"eh kalian gak ngajak kami"kata Reza
Aku berhenti di depan pintu, dan menatap malas mereka.
"kalau mau ikut ya tinggal ikut aja, lagian sebelumnya juga kami selalu bertiga kenapa sekarang kami harus mengajak kalian" jawabku sinis
"eh kok gitu Ray bicaramu, kami kan cuma mau berteman" jawab Reza
"ya sudah tinggal ikutin aja kalau mau ikut, ayo girls kita pergi" ajakku pada kedua sahabatku kami duduk seperti biasa saling berhadapan. Aku tau dari tadi Kevin terus menatapku tapi aku cuek aja.
"kenapa juga aku harus marah sama dia, kalau dipikir pikir aku bukan siapa siapanya dia, jadi terserah dia juga kan mau pacaran dengan siapa pun lagian mana mungkin dia suka aku yang gendut ini" pikirku
__ADS_1
"mau pesan apa ini, biar aku pesankan" tawar Kevin
"kami berdua bakso, kamu Ray" tanya Yanti
"aku pesan sendiri saja nanti klau lapar" kataku tanpa melihat Kevin
"ok jadi pesannya bakso 4 ya minumnya air putih" terangnya
Ku lihat dia berjalan memesan makanan, dan kembali dengan nampan berisi bakso. Dia duduk kembali di depanku tapi aku sibuk dengan Hpku sendiri. Aku sudah bertekad bahwa rasa ini harus pergi, meski berat tapi aku harus semangat.
"halo semua boleh duduk sini nggak?" tanya seseorang di belakang Kevin
"boleh tapi gak ada kursinya, coba kak Vio cari kursi kosong bawa kesini" kata Reza
yaps.. benar dia kak Vio yang bertanya tadi, aku menghela nafas pelan dan berdiri.
"Kak Vio pakek kursiku aja, lagian aku gak pesan makan kok jadi aku mau ke kelas aja" ujarku
"mak-" belum selesai kak Vio menjawab sudah di potong Kevin
"nggak, kamu tetap disitu jangan pergi" perintah Kevin tegas
"apa apaan sih kamu Vin, aku kan mau ke kelas kenapa dilarang larang" tanyaku sedikit meninggi
"aku bilang duduk ya duduk Ray" kata Kevin dengan nada bentakan hingga semua anak memandang ke arah kami
Nyaliku seketika menciut dan kembali mendudukkan diriku di kursi tempatku.
"Makan ini, habiskan" katanya menyodorkan baksonya kepadaku
"dan untuk kak Vio duduk sini" lanjutnya memberikan kursinya ke kak Vio
"dan kamu Ray cepat di habiskan baksonya" katanya tegas dan berlalu mengambil bangku kosong dan duduk di sebelahku
Aku segera menyuapkan bakso sedikit demi sedikit dengan menunduk tanpa melihat kearah yang lain. Suasana jadi terasa canggung tak ada yang bersuara.
Ukhuk ukhuk ukhukk
aku tersedak sangking gugupnya, dia duduk di sebelahku sedangkan pacarnya didepannya.
"Hati hati Ray makannya pelan pelan, ini minum dulu" ucapnya khawatir dan memberikanku minumannya
"makasih Vin" kataku setelah meminumnya
"sama sama ini lap dulu mulutnya" katanya memberiku tissue
Sebenarnya yang pacarnya itu siapa sih? aku jadi berasa seperti pelakor. Lihat Reza, Sari dan Yanti menatapku canggung, sedang kak Vio tampak acuh memakan makanannya.
Terkadang saat kita menjauh, rasa itu semakin mendekat dan menunjukkan eksistensinya
~Raya Putri~
##################################
__ADS_1
Bersambung...